Cinta datang menerobos hati yang beku ini....
Aku menyingkirkan tangan William dari pinggangku.
Ini sudah kelewat siang, tanpa menoleh kearah pria disamping aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidur berdua satu ranjang dengan pria adalah hal yang buruk, apa lagi dia adalah keponakanku.
Setelah ritual mandi aku menuju kedapur, menyiapkan satu cangkir vania latte dan espresso juga beberapa potong sadwich untuk sarapan.
William bagun saat aku sedang menyeruput minumanku, "Kopi untukmu!" Aku mendorong espresso panas didepanku kearahnya.
"Thanks kepalaku pusing" ucapnya dengan polos tanpa dibuat-buat sehingga terlihat begitu menggemaskan.
"Aku sudah menyiapkan obat untuk meredakan nyeri kepalamu, makanlah dulu!".
William duduk dihadapanku, menata ku "Apa kau merencanakan sesuatu Miss...?".
"Kau selalu tidak bisa menerima kebaikan seseorang ya?!" Sahutku gemas, pasti dia sudah berpikir macam-macam dengan kepala tampannya itu.
"Tidak... Hanya saja pagi ini terasa begitu menyenangkan, kau membuatkan aku kopi, menyiapkan obat dan sarapan. Aku semakin menyukai mu!".
Blusssshhh!
Pipi wanita mana yang tidak akan merona mendapat rayuan maut dari seorang pria tampan sepagi ini.
"Berhenti mengucapkan omong kosong, aku masih menunggu naskah dari Tuan Walles jika belum ada aku akan ke kantor hari ini" Aku menutupi pipi merahku dengan pura-pura mencuci cangkir bekas minumanku.
"Pipi mu memerah Lana!".
Sial, dia tahu...
"Semalam aku tidak bisa tidur nyenyak karenamu, kenapa kau ketempat ku?!" Aku meletakkan cangkir dirak piring.
William menyesap kopinya, "Aku sudah bilang aku merindukan mu!".
"Jangan bercanda Mr..., Kau punya banyak stock wanita jadi tidak mungkin merindukan aku!".
Aku memakan sandwich isi daging asap, rasa sandwich ini sangat lezat. Melihatku memakan sandwich William juga ikut memakannya.
"Aku punya banyak wanita tapi tidak ada yang bersikap semanis pagi ini, kebanyakan dari mereka masih tertidur diatas ranjang karena pergumulan kami!".
Aku tersedak mendengar kata-kata vulgar itu, dengan cepat aku menuang air mineral kedalam gelas dan meminumnya.
"Calm down Miss..." William tertawa melihatku.
"Itu bukan alasan kau merindukan aku..." Sahutku setelah meneguk air untuk melegakan tenggorokanku.
"Hemmm... Jika kau bertanya alasannya, aku hanya merindukan mu!" Ucap William polos, dia berbalik masuk kedalam kamarku.
"Oh ya... Naskahnya sudah dikirim, aku akan mengajakmu untuk mengambilnya!" Teriaknya dari dalam kamar.
"Kau bisa mengirim email padaku!" Balasku berteriak.
Tidak ada jawaban, hanya terdengar suara air mengalir. Sifat William sangat berbeda dengan Henri.
Aku membereskan meja makan, membungkus sisa sandwich untuk aku bawa sebagai bekal atau bisa aku berikan kepada seseorang nanti.
Saat William keluar dari kamar aku juga sudah selesai berdandan, tidak tahu dia akan membawaku kemana aku hanya mengenakan atasan blush putih model spagetthi dan skinny jeans berwarna hitam hanya itu yang aku temukan didalam lemari karena sebagian pakaianku masih ada di mansion.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cutes Aunty (Completed)
RomanceAlana Scott seorang wanita dewasa berumur tiga puluh tahun dengan wajah selayaknya anak sekolah menengah, hidup sendiri ditengah nama besar keluarga yang meninggalkannya. Selama dua puluh dua tahun menghilang pada akhirnya keluarga itu mencarinya ha...
