Stranger:
Chapter 8
Third Pov,
" El.. " panggil Naufal . El yang leka dengan keindahan ciptaan tuhan dihapadan nya dipandang lama.
" El.. " panggil Naufal lagi.
El menoleh. " Kenapa? "
" Apa yang buat kau berubah fikiran? " soalan naufal membuat kan El kelu .Senyuman nipis dilayang kan.
" When it's 'jodoh' and 'takdir' untuk kau dan aku bersama so ya aku terima dengan apa yang Allah dah rancang.. "
" Memang lah... Tapi kenapa " soal Naufal mendesak.
" Kenapa kau nak tahu sangat kenapa aku tiba-tiba terima kau? " soalan berbalas soalan.
Naufal terdiam. Terdengar keluhan berat dilepaskan olehnya.
" Sebab aku tak nak kau terima aku atas dasar simpati or sebab tak lama lagi aku dah nak ma-"
" Naufal stop it! " jerit El
" Sebab tu lah aku tanya! " balas Naufal sedikit meninggi.
El tahan sebak didadanya, air mata ditahan sedayanya supaya dia nampak kuat dihadapan Naufal.
" Salah ke aku cuba untuk cintakan kau? " kata El perlahan namun dapat didengari.
Naufal diam.
" Yes aku tahu semua ni macam mendadak , mula-mula aku reject kau but then suddenly i came to you and now we are going to be a husband and wife "
" Bila kau hilang.. Aku tertunggu-tunggu, i keep asking my self 'kenapa kau tak datang' , everyday I've been looking for you, aku rindu nak dengar suara kau ,usik kau even though kita baru kenal "
" One day , aku buat istikarah.. Then aku mimpi. " Naufal memandang wajah El .
" and i saw you in my dream .. So thats why aku mintak tolong Alif dengan Luke bagi tahu aku dekat mana kau .."
" Betul lah kata orang.. "
Dahi El berkerut.
" Manusia akan menghargai selepas kehilangan " El terkedu.
" Eh tak kena langsung dengan kes kita okey! "El garu kepalanya yang tak gatal.
Naufal tersenyum.
----------
Dari jauh kelihatan dua pasang mata memerhatikan el dan naufal ." kak El akan jadi gila kalau abang Naufal.. " kata kata Hakimi tersekat disitu.
" Let's pray for them, aku harap abang Naufal dapat bertahan.. " Haikal mengesat air matanya. Camera canon di atas meja diangkat oleh Haikal dan menangkap gambar kakak dan bakal abang iparnya.
Kedua dua mereka diruntun pilu apabila mengetahui tentang status kesihatan Naufal. Sebak.
" Emm oder? " sapa satu suara. Serentak Haikal dan Hakimi menoleh.
" Milo ais " balas hakimi bersahaja lalu menatap skrin iPhonenya.
" Awak pulak? " tanya gadis itu.
Haikal tergamam.
" Air nak you " Hakimi yang menyedari perubahan wajah gadis itu segera menyampuk
" Oh maksud dia air carrot susu ais " gadis itu mengganguk dan berlalu pergi.
" Kim, aku rasa aku dah jumpa bidadari hati aku " kata Haikal sambil matanya leka memandang gadis tadi.
Hakimi menggeleng-gelengkan kepala nya.
--------
El mengeluarkan sehelai sweater berwarna hitam dan sehelai selimut dari dalam bag.
" Nah " El menghulurkan sweater tersebut kepada naufal.
" For what? " Naufal angkat kening
" Tak payah nak tunjuk muka sado sangat ok Naufal, tangan dengan kaki kau dah menggigil tu " Naufal ketap bibir.
" Lambat lah kau ni " El bangun dan menyarungkan sweater nya di bahu Naufal. Dan menyelimut kaki Naufal dengan selimut.
Naufal kaku.
" Here you go " El kembali duduk di tempatnya.
" Kau tak sejuk ke? " soal Naufal.
" Its okey , because I already have one " kata El sambil mengangkat cardigan nya lalu tersenyum comel.
Naufal kaget.
Nak je picit pipi el tapi belum halal lagi hoho.
Gatal eh kau Fal.
Naufal tersengih sendiri.
" Gila eh sengih sorang sorang? " El pandang Naufal pelik.
" El.. " panggil Naufal.
" Thankyou sebab kau sudi terima aku walaupun kau dah tahu yang satu hari nanti aku terpaksa tinggal kan kau " kata Naufal sendu.
El pandang naufal sayu, aduhai lah cik abang sayang..
" Fal ... Sudah-sudah lah berterima kasih, kau tahu tak ni dah masuk kali yang ke 15 kau cakap terima kasih? " Naufal tersengih . belakang leher digosok.
" Jom lah balik, nanti kang kau demam pulak sebab terdedah dengan udara sejuk " kata El lalu memgemas barang barang.
" Ni macam mana? " Naufal mengangkat kedua botol kaca yang sudah dipenuhi dengan memopad.
" Sini " El menarik lengan Naufal yang berlapik ke arah sebatang pokok yang agak unik dan lain dari lain.
El mengeluarkan pisau lipat dan mula mengukir sesuatu dibatang pokok tersebut.
" Ok now kita gali "
Setelah 10 minit mengali lubang yang dalam nya tak sampai 20 cm .
" Nah tutup, pastu letak dalam tu " arah el sambil menghulurkan penutup botol kepada Naufal.
Naufal hanya menurut arahan.
" okey jom balik " kata El ceria.
" Kenapa kau buat macam tu? " soal Naufal.
" Saja " balas El.
Naufal tersenyum lagi.
" Ingat sweet ke haha" kata Naufal dan berlalu pergi bersama gelak tawanya apabila melihat wajah cemberut El.
Naufal yang sudah jauh kehadapan dipandang El sayu. Setitik air matanya jatuh membasahi bumi.
" Ya Allah, aku mohon kau berikanlah aku kekuatan dan ketabahan " El mengesat air matanya dan mengejar langkah Naufal .
Tbc..
Tbh.. Hmm grammar aku fuh merecik hawau entah betul entah tak hahahaa. Walaupun macam tahpape tapi thanks kepada yang sudi baca cerita mengarut ni HAHA i appreciate it so much.
Once again thank you :)
ANDA SEDANG MEMBACA
0.0 | Stranger ✔
ChickLit" Selamanya dia " - Helena ( Belum diedit lagi huhu ) A M A R A N : STORY NI SAD ENDING. HATI TAK KENTAL TAK BOLEH BACA HAHAHAHAHAH *** P/s : forgive me for the typo's and grammatical errors. will improve my writing soon :) Enjoy the story guys :)...
