Part 7

3.9K 213 8
                                    

"Good morning Alari cantik". Sapa Jeje dengan cerianya ketika melihat Al sedang sarapan di kantin sekolah. Al memang tidak pernah sarapan lagi semenjak pertengkaran hebatnya dengan Bram dirumah, kala itu.

"Mmm" gumam Al sebagai balasan untuk sapaan Jeje.

Selanjutnya Jeje duduk tepat dihadapan Al.
"Al, kemaren lo pulang bareng Juna ya?" Tanya Jeje

Al sedikit kaget dengan pertanyaan Jeje, pasalnya dia tidak memberi tahu temannya ini tentang kepulangannya bersama Juna. Tapi untuk apa menyangkal memang benar kemarin Al pulang dengan Juna.

"Ya" jawab Al singkat.

"Ooo wuuhoo. Ada kemajuan nih, gue setuju banget kalo lo sama Juna. Cocok udah! Lo cantik, Juna ganteng. Beuuhh bisa jadi relationship goals lo disini." Kata Jeje dengan girangnya.

"Ck. Berisik!" Kata Al mendengus tidak suka dengan perkataan Jeje.

"Bukannya berisik Al. Gue kasi tau nih ya! Diluar sana ada seseorang yang mati matian berjuang hanya agar dapat melihat senyum lo. Sadarilah, lo itu istimewa bagi orang yang tepat". Kata Jeje bak motivator di tv.

"Nasehatin orang aja jago lo, hubungan lo sama Bima gimana?"
Skak mat! Jeje dibuat diam oleh kata kata Al.

"Saling suka tapi gengsi ngungkapin, dapet apa coba lo hah?" Kata Al semakin mendesak Jeje

"Ahh-mmm.. yaa gu-gue kan gituu, apahh-" kata Jeje mendadak Gagap.

"Jawab yang bener! Kayak Azis lo Gagap." Kata Al

"Ck.. ya masa gue yang harus mulai duluan Al? Gue cewek". Kata Jeje membela diri

"Ngejar dia? Sorry.. sendal gue gampang putus Al. Gamungkin gue cewek duluan yang mulai, lagian ya gaada istilahnya ovum ngejar sperma". Kata Jeje yang sekarang membuat Al terdiam.

"Bener juga" -batin Alari

"Diem kan lo, lo kenapa sampe sekarang gabisa buka hati? Kejebak masalalu? Inget! Dia bukan oksigen! lo masih bisa hidup tanpa dia" kata Jeje menasehati

Al sedikit merenungkan perkataan Jeje, bukannya Al tidak bisa melupakan mantannya. Dia hanya takut jatuh cinta dengan orang yang salah lagi. Cukup lama Al terdiam sampai akhirnya isi hatinya keluar secara spontan.

"Gue takut jatuh lagi Je! gue takut kecewa lagi dan buat hati gue makin beku." Kata Al sambil menunduk.

"Gaperlu takut, ada gue yang selalu dukung lo! Coba buka hati lo lagi Al". Kata Jeje

"Jangan paksa gue" kata Al dingin.

Al bangkit dari kursinya kemudian pergi menuju kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai.

"Gue gaakan nyerah buat bujuk lo Al" guman Jeje.

Suasana kelas pagi itu riuh dengan candaan siswa siswinya, ya kecuali Alari yang tidak bergerak sedikitpun atau bahkan konsentrasinya membaca buku psikologi terganggu oleh kebisingan yang terjadi di kelas.

Udah macem batu!- Author

Sampai saatnya guru seni budaya masuk kelas dan kelaspun menjadi hening.
"Selamat pagi anak anak" sapanya.

"Pagi bu..." jawab semua siswa

"Baik sesuai perjanjian minggu lalu hari ini ibu akan mengambil nilai dari seni ketrampilan kalian, kalian bisa menunjukan segala bentuk seni yang kalian miliki".

Akhirnya satu persatu siswa maju kedepan untuk menunjukan bakat mereka dibidang seni. ada yang menari, menyanyi, acting, dance hiphop dan memainkan alat music.

"Lo mau tampilin apa sekarang Al? Tanya Juna penasaran

"Liat nanti" kata Al singkat.

Saat tiba nama Alari dipanggil gadis itu maju kedepan sambil membawa gitar kesayangannya.
Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi jika Al bisa menyanyi, karena dia sudah pernah pentas 1 kali pada saat perpisahan kakak kelasnya. Itupun guru harus memohon agar Al mau bernyanyi. Meskipun kesenian yang selalu Al tampilkan adalah menyanyi, tidak akan membuat para pendengarnya bosan, sebab Al menyanyi dengan sangat menghayati sampai ada yang ikut menangis ketika Al bernyanyi lagu mellow.

Sekarang Al akan menyanyikan lagu milik Sheryl sheinafia - kedua kalinya.
Al mulai memetik gitarnya dan mengalunlah suara merdunya.

Sudah....
Lamaku dan dia berpisah
Rupanya
Hati masih saja terluka

Ku memilih untuk sendiri
Hanya bisa berharap
Tak terulang lagi

Al menyanyi sambil memejamkan matanya, nyanyian ini seakan menggambarkan perasaannya saat ini. Membuat sebagian siswi terharu oleh nyanyian Alari yang terasa begitu menyayat hati.

Jatuh hatiku yang pertama
Sempat buat ku kecewa
Dan meragukan jatuh cinta

Sementara ku akan terlepas
Dari hubungan asmara
Ku belum siap terjatuh
Untuk kedua kalinya

Sudah sudahlah
Ku yakinkan ragaku
Kau sebatas kenangan
Dari aku yang dulu

Kenangan yang menyebabkan hatinya beku, kenangan yang membuatnya menjadi sosok baru yang mungkin sudah nyaman ia rasakan. Sikap dingin dan wajah datarnya seakan melengkapi hidupnya saat ini.

Ku memilih untuk sendiri
Berupaya tak mengingat dia lagi

Jatuh hatiku yang pertama
Sempat buat ku kecewa
Dan meragukan jatuh cinta

Sementara ku akan terlepas
Dari hubungan asmara
Ku belum siap terjatuh
Untuk kedua kalinya

Aku tak mau disakiti
Percuma hatiku berani
Aku tak mau disakiti
Dan terjatuh untuk kedua kalinya
Untuk kedua kalinya
Untuk kedua kalinya

Ketika petikan gitar berakhir dan lantunan suara merdu itu usai. Tanpa ada yang menyadari setetes bulir bening keluar dari mata Alari, tangisan tanpa suara yang selalu terjadi ketika dia menyanyikan lagu mellow.
Seketika suara riuh tepuk tangan menggema dari dalam kelas dan ada juga dari luar kelas, mereka yang sedang olahraga mendekat setelah mengetahui Alari akan menyanyi.

"Seperti biasa suara kamu bisa membuat pendengar merasa terharu, hiks.." kata guru seni budaya yang menangis karena mendengar lantunan suara Alari.

"Terima kasih". Kata Al singkat dan kembali lagi ke tempat duduknya.

"Al.. hiks.. gu-gue hiks.. ter-teharuuu huhuhu..." tangis Juna

Ohh jangan lupakan jika cowok satu ini, lihat saja betapa buruk rupanya Juna saat sedang menangis seperti ini.

"Kayak setan muka lo! Gausah lebay gitu!" Kata Al sarkastis.



















"Kehadiranmu begitu singkat, tetapi mengapa kepergianmu menimbulkan luka yang teramat dalam?"

Author

Bingung mau ngetik apa lagi,
Sekian.

Salam : mainsterius

-Cold Girl-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang