Kadang kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Rindu, awalnya aku rindu dirimu yang telah lama pergi dari hidupku.
Tapi,ternyata seiring berjalannya waktu aku merasa sudah cukup dengan semua ini.
Kau tak perlu kembali,karna aku suda...
"Gue gamau kita berantem lagi, apalagi gue udah bersalah banget sama lo udah nyakitin lo. Gue juga gatau---"
"Udah lupain, gue juga gapapa kok Vi. Yaa gue emang bener suka sama lo, sayang juga tapi ya gue ga maksa juga kan sama lo. Cuman-- yaudah lah hehe."
"Sel, berhenti dulu yuk? Kita ngobrol-ngobrol dari hati ke hati." Ajak Vio dengan memelas
Jujur Aksel masih sakit hati dengan Vio tapi ya gimana lagi? Itu memang sudah resiko dari awal ketika kita mulai mencintai seseorang
"Kerumah pohon aja ya?"
Vio hanya mengangguk tanpa berbicara sepatah katapun
Setelah sampai dirumah pohon, Aksel memulai pembicaraan yang mulai canggung ini
"Lo mau ngomong apa Vi?" Tanya Aksel perlahan
Ayo Vio semangat lo pasti bisa hadepin ini tanpa kehilangan siapapun dihidup lo
Vio menghela napas
"G-gu-gue... Gue gatau mesti gimana, tapi gue mohon sama lo Sel plis jangan berubah. Mungkin ini terlihat gue egois tapi gue juga sayang sama lo Sel." Ucap Vio sembari menahan nangis
Deg! Aksel kaget bukan main mendengarnya, ia tak menyangka bahwa Vio akan berbicara seperti itu padanya.
"Sel, lo masih mau kan jadi temen gue? Gue gamau jauh dari lo.." Pintanya lagi
"Vi, lo kan punya cowo kok lo masih mau deket gue sih?"
Air mata Viona seketika pecah, ia tak sanggup menahan bendungan air matanya. Sontak Aksel yang melihatnya pun terkejut, ia langsung memeluk Vio dengan erat sembari mengelus-ngelus rambutnya.
"Jangan nangis Vi, gue gasuka liat lo nangis. Tenang gue gaakan ngejauh dari lo kok, gue bakalan selalu ada buat lo. Karena gimanapun lo, gue tetep sayang sama lo." Ujar Aksel dengan nada penekanan diakhir
Sungguh tangisan Vio semakin pecah mendengar Aksel berbicara seperti itu, ia merasa benar-benar menjadi cewe yang jahat
Vio pun melepaskan pelukannya, disusul dengan Aksel yang menghapus air matanya secara perlahan.
Tak lama Fahri pun datang kerumah pohon dan menghampiri keduanya
"Vi, sorry kalo tadi pagi gue udah kasar sama lo. lo mau maafin gue kan?" Tanya Fahri berhati-hati
"
Gapapa santai Ri, gue udah maafin lo kok." Jawab Vio sembari tersenyum dan menepuk pundak Fahri
"Yaudah lo gue anter pulang ya, takut kesorean ntar kakak-kakak lo nyariin lagi, yuk?" Bujuk Aksel sambil mengulurkan tangannya
Dengan sigap Vio mengiyakan kan menjabat tangan Aksel, disitu Vio memeluk Aksel dengan erat dan dibalas pelukan balik oleh Aksel. Setelah itu...
Cup!
Vio mencium bibir Aksel sekilas dan ia pergi mendahului Aksel untuk turun. Aksel masih diam mematung dan tidak menyangka akan ada adegan seperti itu, Fahri pun dibuat melongo dengan kejadian tersebut.
Asikkkk update lagiiiiiiii Makasi ya buat yg udah mau baca dan mungkin nunggu? Wkwk pd amat gue
Pokoknya jangan lupa kasih kritik dan saran. Jangan lupa tinggalin jejak juga ya!