#Second day at London
Aku membuka mata ku. Lalu menoleh ke kanan. Tempat kasur Develine berada. Kemudian aku melihat perut ku yang agak sedikit gendut.
Ini di sebabkan karena makanan yang di beri oleh Michael kemarin. Dia menyebalkan sekali. Sementara aku sibuk dengan dm ku, dia malah memesan kan aku makanan yang berkalori banyak.
Terpaksa aku harus menghabiskannya. Karena kata dia,aku yang berkata kalau aku di pesankan apa saja. Berapa kali lagi aku harus berkata menyebalkan sampai dia mengerti?
Aku menghela nafas. Lalu beranjak dari kasur dan mencuci muka ku yang mulus. Aku melepas ikatan rambut ku. Kemudian melihat jam yang menunjukan pukul 6 pagi. Kurasa aku harus jogging. Aku melihat Develine yang masih tertidur nyenyak tanpa gangguan. Kemudian aku mendekati nya. Menarik selimut nya. Lalu mendorong nya agar jatuh dari tempat tidur.
“Ouch!”
Reflek,Develine terbangun dan melompat. Dia menatap ku dengan bingung.”Jogging!”ucap ku sambil tersenyum kecil. Develine mencibir. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya. Sementara dia mencuci muka barbie nya itu, aku harus mencari pakaian yang tepat agar tidak di pilihkan lagi oleh Develine.
Aku mengenakan jaket training ku dan celana yang sama bahannya dengan jaket yang ku pakai. Kemudian aku mengetuk kamar Michael dan Edward.
“Yaaa?”
Terdengar suara Michael yang membuat ku ingin memukul nya sekarang juga.”Jogging!”ucap ku. Lalu berlalu ke mini bar untuk membuat kan diri ku segelas teh hangat.
Akhirnya mereka bertiga selesai berpakaian. Aku segera menghabiskan teh ku.”Selamat pagi,”ujar Edward yang masih sama dengan senyuman hangat nya.”Pagi juga,”jawab ku bersemangat. Lalu mengikuti Edward yang mulai berjalan keluar dari suite kami.
“Good morning,lady.”Michael merangkul pundak ku. Aku memutar mata. Lalu melepas pundak nya dan menyusul Edward.
Sewaktu aku menoleh ke belakang. Dia terlihat mencibir dan setelah itu tersenyum geli. Aku menghela nafas. Lalu pergi ke lift yang sudah di dahulukan oleh Edward.
“Kita mau jogging kemana?”tanya Edward selagi kami berada di lift.”Mengitari sekitar sini saja,”ucap Michael santai. Entah kenapa,sikap nya itu membuat ku gemas ingin menampar nya.
” Mengapa kita tidak jogging di fitness sini saja?”tanya Develine malas.
Aku melirik nya,”Tidak ada udara pagi.”
Edward mengangguk.”Kalau begitu di sekitar sini saja ya?”
Kemudian lift terbuka. Aku segera berlari keluar dengan handuk kecil yang bertengger di leher ku. Aku menghirup udara pagi.
”Menyegarkan sekali ya di London,”beber Edward sambil menyentuh pundak ku. Aku mengangguk pelan sambil tersenyum ke arah langit.
“Kita stretching dulu,”tukas ku. Lalu memulai meng-streching tangan ku.“Kita jadikan ini lomba saja,berpasangan.”Michael menghentikan stretching ku. Lalu aku melirik nya dengan sebal.
”Lomba?”Develine mendekati nya.
Kemudian Michael mengambil sebuah koin.”Aku akan memutar koin dua kali. Yang mendapat gambar sama berarti berpasangan. Aku dan Edward harus berpisah karena kita adalah lelaki yang sangat hebat dalam hal berlari. Kita lomba jogging mengitari gedung ini selama tiga kali,”jelas nya.
Aku memutar mata ku karena Michael yang menyebut diri nya hebat.
Kemudian melempar koin ke udara. Gambar pertama terlihat. Michael menatap ku. Lalu dia melempar koin lagi. Gambar pertama muncul.”Berarti aku bersama Charlyn. Edward bersama Develine.”
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stupid Wish
Novela JuvenilIngat. Hanya itu yang bisa ku katakan setelah tidak lama melihat mu. Ingat lah aku. Lalu kau akan tahu seberapa besar aku mencintai mu, Dan seberapa besar kau mencintai ku. -Charlonna Kristina Quenna
