#First Day at London

2.5K 60 5
                                        

#First Day at London

Foto Develine Natalie Dustine---

Aku mengumpat wajah ku ke selimut.

You know?

Aku kalah permainan penalty.

Dan itu sangat menyebalkan karena aku harus menuruti semua perkataan Michael selama 24 jam ke depan.

Develine menjadi juara ke dua. Michael menjadi juara ke 3. Aku? Juara terakhir.”Ayolah. Jangan sedih gitu dong! Permintaan ku tidak berat kok. Hahaha.”tawa jahat dari mulut penyihir aneh itu terdengar menusuk di telinga ku. Aku melengos. Lalu mendongak. Melihat Michael yang sedang tersenyum manis. Apa? Manis?

“Ayolah! Kita 3 jam lagi mendarat. Ayo tuh disuruh makan,”Michael mengacak-acak rambut ku. Membuat wajah ku semakin tak berekspresi.”Di panggil Edward tuh.”

Mendengar kata Edward,aku segera bangkit dari tempat tidur khusus pesawat. Lalu berlari sambil mengacuhkan Michael yang sedang mencibir. Sudah tersiap nampan berisi empat piring.”Itu—“

“Yap,fish and chips,hot dogs,cheese burger and sausages.

Edward mendekati ku sambil menampakan gigi putih nya.”Banyak..”ucap ku masih terus memandangi piring-piring itu. Satu piring saja sudah empat porsi.”Kita belum makan siang,”lanjut Edward. Dia mengambil satu kentang dari fish and chips,lalu melihat ku.

“Ayo makan..”Edward mendekatkan kentang itu ke mulut ku. Seketika wajah ku langsung memerah.”Ngapain sih?”aku memalingkan wajah. Melihat Develine yang sedang tertawa terbahak-bahak di sofa. Edward ikut tertawa. Dia akhirnya melahap kentang itu.

Yang sudah terkena bibir ku.

Catat,

Yang sudah terkena bibir ku.

“Wow. Banyak makanan! Surga!”Michael berlari mendekati aku dan Edward. Memecahkan masa-masa romantis ku yang tidak tahu akan terjadi kapan lagi. Wajah ku kembali datar melihat Michael. Ia tak peduli dan langsung melahap satu sosis dan dua kentang.

“It’s kinda.. tidak masuk akal. Masa udah ada hotdog,tapi ada sosis lagi?”Develine mendekati kami.”Itu sosis isi keju,”Edward tersenyum geli melihat Michael yang makan dengan lahap. Develine tampak kaget. Dia langsung mencomot sosis yang baru saja di bicarakan oleh Edward.”Astaga.”aku menepuk-nepuk dahi ku melihat dua makhluk liar itu.

Michael menoleh sekilas,tersenyum,lalu melanjutkan makannya.”Kau juga harus mencoba nya,nona Queena.”Edward membungkukan badannya hormat. Aku tertawa kecil. Lalu mengambil satu hotdog dari piring yang sedang di serbu Michael. Aku melahap nya perlahan. Mengunyah. Lalu menelan. Baru aku berbicara pada Edward.

“Nikmat rasa nya,”aku mengacungkan jempol ku.

So much better than the breakfast you made for me.

Mungkin aku terlalu kejam.

Tapi face it,ini fakta. Aku tak bisa berbohong. Sarapan yang Edward buat sewaktu itu taste horrible like.. very unbelievable. Dia terlihat sempurna. Tapi tidak bisa memasak tanpa memberi banyak lada ke makanannya.

“Oh ya? Baguslah,”Edward tersenyum hangat. Aku membalas nya.

”Nih coba lagi! Aa~”Michael mencomotkan satu sosis ke mulut ku. Mulut ku menggembung. Aku berusaha mengunyah nya. Tapi susah sekali. Akhirnya aku terdiam sambil menatap datar Michael yang sedang tertawa terbahak-bahak. Aku ambil dua sosis dan langsung memasukannya ke mulut Michael saat dia masih tertawa.

My Stupid WishTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang