#Everything is Change

1.8K 68 1
                                        

#Everything is Change

 #A/N :Warning. Ini semua percakapan memakai bahasa inggris yang di terjemahin ke Indonesia. Jadi kalau bingung kenapa pake bahasa Indonesia padahal di London,udah tahu kan jawabannya? dan ini nyesek bgt yg baca byk tp yg ngevote sedikit :"" By the way,Enjoy. Don’t forget ada foto Riley William di mulmed #

 Aku terbangun. Samar-samar terdengar suara memanggil nama ku. Aku mengerjab beberapa kali. Lalu memandang sekitar.

“Charlonna! Aku sudah memanggil mu beberapa kali! Cepat lah!”

Seorang wanita paruh baya mendatangi ku dengan sebuah buku di tangannya. Dia berbicara bahasa inggris. Tetapi dengan mudah nya ku mengerti. Aku mengingat nya.

“Iya Mom.

Tunggu, mengapa aku berbicara bahasa inggris?

Tiba-tiba kepala ku terasa sakit. Membuat ku menunduk dan berbaring ke kasur.

“Kau kenapa? Mom ambilkan obat dulu. Kau tak usah pergi kemana-kemana hari ini,”Mom segera keluar meninggalkan kamar ku.

Tunggu, apa yang terjadi?

Aku berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin. Tetapi semua nya sirna. Yang aku ingat hanyalah harapan ku.

“I wish I’am a girl who live in here for a long time so I can go to Edrill now.”

That’s right! Aku memang berharap seperti itu. Tak mungkin. Harapan ku terkabul!? Tuhan sungguh bijaksana! Aku tahu kesedihan ku tidak akan last forever. Aku pasti akan mencicipi kebahagiaan setelah kesedihan yang menumpuk di hati ku kemarin.

Tetapi mengapa aku tak ingat apa-apa?

Mungkin aku amnesia. Yang ku ingat hanyalah nama ku Charlonna Margaretha. Aku mempunyai adik bernama Croela Margaretha. Mom ku bernama Charlotte Margaretha dan ayah ku bernama Corello Margaretha.

Hanya itu.

Harapan ku terkabul. Tetapi mengapa ingatan ku pupus begitu saja? Mungkin tuhan menyiapkan sebuah kejutan pada ku.

Aku beranjak dari tempat tidur karena kepala ku yang sudah mulai terasa baik-baik saja. Aku melihat diri ku di cermin. Lalu melihat meja rias ku. Terdapat banyak perlengkapan rias. Aku tidak menyangka kalau diri ku yang baru ini feminim.

Mom datang dengan segelas air berwarna kuning. “Ini jeruk panas. Minum ya. Mom mau pergi ke Paris. Sampai jumpa minggu depan, honey,”tutur nya sambil meletakan gelas itu di meja kecil di samping kasur. “Dad akan pulang nanti sore untuk melihat sekolah baru mu. Masih pusing?”

Aku menggeleng. “Mungkin cuma reaksi setelah tidur.”

Mom mengangguk. Lalu beliau berjalan ke arah pintu kamar. Kemudian Mom berhenti tepat di depan pintu. “Oh iya, kunci mobil mu jangan di tinggal sembarangan dong.”

Kunci mobil?

Tanpa sadar, aku mengangguk. Lalu Mom benar-benar meninggalkan ku. Aku kembali duduk di pinggir kasur. Berusaha mengingat-ngingat lagi tentang diri ku yang sekarang.

Tring!

Suara iphone ku terdengar. Aku melihat ke kanan dan ke kiri. Mencari ponsel ku yang berisik nya seperti kicauan burung. Lalu aku melihat ponsel ku berada di meja dekat gelas yang berisi jeruk panas.

Aku bergegas mengambil nya. Kemudian ku lihat sebuah pesan dari sebuah aplikasi bernama Kik. Aku membuka kunci di ponsel ku yang tiba-tiba saja bisa mengetahui nya dalam sekejab. Kemudian aku melihat nama yang memberi aku pesan.

My Stupid WishTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang