8

2.3K 399 54
                                        

--------------------------------------------------

Sorry for typos and happy reading.

--------------------------------------------------

Delapan

Semua orang punya masa sulit mereka masing-masing, mereka pernah berada dititik terendah dalam hidup mereka. Ada yang memilih bangkit dan ada pula yang memilih untuk diam di tempat. Semuanya adalah tentang pilihan, tentang keberanian, tentang dorongan.

Kalau ditanya kapan titik terendah dalam hidupnya, maka Suzy tidak akan bisa menjawab dengan pasti. Karena semuanya terasa begitu menyakitkan, setiap hari adalah hari-hari yang berat untuknya sejak kecil. Tapi, bukannya dia tidak pernah bahagia. Dia pernah, pada momen-momen tertentu dalam hidupnya ―yang bahkan tak lagi berharga sekarang.

Masa lalu mempengaruhi masa depan, ingatan tak bisa dihapus, kejadian buruk akan selalu menghantui. Dia sama seperti orang lain, selalu ingin lari dari masalah. Tidak kuat menahan segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Suzy tak tahu sejak kapan masa lalu mulai kembali mengusiknya karena sebelumnya dia baik-baik saja.

Mungkin itu bermula saat dia bertemu Myungsoo, mungkin itu bermula saat dia memilih pindah ke kompleks apartemen itu demi dekat dengan Myungsoo, mungkin itu bermula ketika mereka minum sebotol soju bersama dan berbagi sebatang rokok. Segalanya bisa bermula kapan saja, dan dia bisa saja tidak menyadarinya. Tapi Myungsoo membuatnya takut akan masa lalunya sendiri. Karena pria itu, ya pria itu adalah jawabannya.

"Kalau aku bilang aku menyukaimu, apakah kau akan percaya?"

Suzy tersenyum miring, meraih kembali sendok dan mulai menyuapi Soo Hyuk lagi. "Katakan saja alasannya secara langsung, aku yakin kau tidak akan peduli aku akan percaya atau tidak." Jawab Suzy, melihat pria itu kemudian kembali tersenyum miring. Dia pandai dalam hal mengontrol emosi dan perasaannya sendiri, karena dia adalah Bae Suzy.

Soo Hyuk tertawa, meraih gelas minum kemudian menghabiskan isinya. Pria itu seketika merasa kenyang karena air, dia merasa jauh lebih baik dari semalam walaupun kepalanya masih sedikit pusing karena terlalu lama duduk. Dia memilih berbaring, menggunakan bantal sofa sebagai alas. Suzy memutuskan untuk menghabiskan makanannya sendiri, karena dia tahu Soo Hyuk tidak akan mau makan lagi.

"Ayahku seorang dokter," Soo Hyuk sepertinya akan mulai bercerita tapi Suzy tidak terlihat tertarik, walaupun demikian dia tetap mendengar.

"Dia dokter yang handal, setiap kali aku sakit aku tidak perlu dibawa ke rumah sakit karena dia bisa merawatku di rumah. Ibu bilang ituah kenapa dia menikahi seorang dokter. Walaupun begitu, ayah orang yang sangat tegas, aku dan ibu terkadang sangat takut padanya. Waktu kecil, jika aku melakukan hal yang buruk atau membuat ibu marah, dia selalu mengatakan, aku akan membawamu ke rumah sakit dan ayahmu akan menghukummu, dia membicarakannya seakan itu adalah hukuman paling menyeramkan yang pernah ada di dunia. Itulah kenapa aku jadi tidak suka rumah sakit dan dokter. Mungkin karena ibu sudah menanamkan keyakinan bahwa rumah sakit semenyeramkan itu." dia tertawa dan Suzy masih diam, dia tidak bertanya, tapi pria itu dengan sukarela bercerita. Cukup aneh memang, Suzy tidak suka hubungan seperti ini. Dia benci mengetahui cerita dibalik sesuatu.

"Aku bertemu denganmu beberapa bulan yang lalu, saat itu kau bersama Jun Ki, aku kenal Jun Ki karena kami bekerja di bidang yang sama, lagipula dia adalah suami temanku, kau tahukan Chae-won." Suzy mengangguk seadanya, "dia teman kuliahku. Aku menghadiri pesta pernikahan mereka." Suzy tidak tertarik, tidak sama sekali, tapi dia tidak punya pilihan lain selain mendengar. Katakanlah bahwa dia lemah terhadap orang sakit.

Love and Money [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang