Bertandang, bukan sekadar menyapa
Membawa perih kala kembali bersua
Kali ini berbeda,
Bahkan lebih parah dari sebelumnya
Panas terik ciptakan seringainya,
Menyengat jahitan yang belum menutup sepenuhnya
Kobaran pun semakin hebat menggila
Abu pedih berdiam meninggalkan jejak nestapa
Rinai hujan tak lagi bisa menghapusnya
Kian mendekap erat tanpa setitik iba
Bukannya malah menghangatkan jiwa,
Gigil kesakitan menembus lebih terasa
Menikam pada hati yang kian tak berdaya
Menjerat diri dengan belenggu nelangsa
Enggan enyah walau kerap kali kupaksa
Oh ... luka
Kumohon, segeralah sirna tak bersisa
Tergantikan rengkuhan cinta berselimut bahagia
KAMU SEDANG MEMBACA
Aksara Rasa
Puisi~Rangkaian Aksara Untuk Semua Rasa~ Bukan sekadar aksara perihal rasaku saja. Namun, ini adalah rangkaian aksara yang kutulis tentang (semua) rasa yang mungkin kamu pun pernah merasakannya. (HANYA SEBATAS PUISI) -15 Desember 2017-
