Part 6

42 7 1
                                    


Ara merasa senang dengan kepulangan Ayahnya yang tak diduga. Namun disamping hal itu, Ara juga sedang memikirkan masalah kepindahannya ke Pondok Pesantren Nurul Mahdhor.

"Hmm,,, Ayah bisakah Ara bicara dengan Ayah, ini sangat penting Yah???" tanya Ara dengan perasaan gusar.

"Boleh Mba, tapi nanti ya, Ayah mau istirahat dulu, nanti sekira jam 2 siang, Ayah akan bicara dengan Mba Ara" begitu jelas Ayah.

Dengan sabar Ara mengerti dengan keadaan Ayahnya yang baru saja pulang mengajar dan sampai di rumah, ya bisa difikir pasti sangat lelah.

02.00 PM

"Tok tok tok..Mba, Mba Ara?" terdengar bunyi ketukan pintu, itu pasti Ayah. Begitu fikir Ara.

"Iya Ayah, sebentar."
Dengan langkah yang tak begitu memungkinkan, Ara keluar dari kamarnya dengan perasaan gusar.

"Sini Mba Ara, duduk dengan Ayah dan Ibu". Ya karena Kak Nadzwa belum pulang sekolah, jadi hanya ada Ayah, Ibu, dan Ara.

"Ayah, Ara ingin bertanya, apakah benar Ara akan pindah sekolah ke Ponpes Nurul Mahdhor?" tanya Ara dengan perasaan gusar.

Ayah melihat sebentar ke arah Ibu, dan Ibu hanya bisa menganggukan kepala seraya menunggu jawaban dari Ayah.

"(mengangguk-anggukan kepala)... iya Mba, Mba Ara akan pindah ke Ponpes Nurul Mahdhor, Ayah hanya ingin Mba Ara kuat agama dan menjadi sosok muslimah yang pemberani, bukan menjadi muslimah yang penakut, manja, dan lain sebagainya, Mba Ara mengerti kan??" jelas Ayah. Namun penjelasan itu di bantah oleh Ara.

"Ayah, kenapa harus Ara yang pindah? Kenapa tidak Kak Nadzwa saja yang pindah ke Ponpes?! Apakah Ayah tidak suka dengan Ara? Owh, Ara tahu, pasti Ayah sudah tidak sayang lagi kan dengan Ara, Ara.." belum selesai Ara mengucapkan unek-uneknya, perkataannya sudah dicela oleh Ibunya.

"Cukup Ara!! Tidakkah kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan dengan Ayah!! Gak sopan!!!" cela Ibu dengan emosi yang membara. Terlihat dari wajah sang Ibu yang memerah seperti kepiting rebus.

"Ibu? Sejak kapan Ibu memanggilku dengan kata kamu??" lirih Ara.

-----------------------------------------------------------

Assalammualaikum HijrahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang