Pertama Kali.

1.1K 86 0
                                    

"Ah... Hujan." Ucap seorang gadis dengan kemeja putih dan blazer hitam, dia berlari menuju ke pinggiran toko untuk berteduh.

Namanya Kuroko Tetsuna, usianya baru 20 tahun. Rambut dan matanya berwarna aquamarine, wajahnya tidak menunjukkan banyak ekspresi. Tapi dia adalah seseorang yang selalu dikenal suka berekspresi lewat novelnya.

Ya, Kuroko adalah seorang novelis web yang sangat terkenal karena karyanya begitu nyata juga mengagumkan. Sangat hidup dan sering membuat pembacanya terbawa dalam buai suasana indah di dalam suatu karya sastra.

Hujan pertama yang datang juga membawa padanya ke sebuah awal cerita baru untuknya. Baru saja dirinya mendapatkan pekerjaan pertamanya di sebuah Perusahaan Penerbit Terbesar di Asia, Akashi Media. Kuroko akan menjadi sekretaris pribadi calon pewaris perusahaan tersebut. Dia bekerja sebagai tim untuk menerbitkan sebuah karya sastra yang tidak ketinggalan jaman.

Akashi Seijuurou, adalah Putra dari Akashi Masaomi yang merupakan Direktur Akashi Media. Putranya begitu jenius hingga banyak mendapat gelar serta piala kemenangan di segala bidang. Hobinya bermain basket, dan berkuda saat senggang. Dia mahir bermain shogi atau catur. Kriteria wanita yang disukainya adalah wanita bermartabat.

"Hm seperti yang diduga dari anak orang kaya." Batin Kuroko yang membuka informasi dari ponsel jadulnya. Dia tidak begitu mengerti dengan pekerjaannya, tapi daripada mengkhawatirkan hal yang belum pasti terjadi, dia lebih suka diam dan menunggunya.

Ketika hujannya sedikit reda, Kuroko segera berlari menuju ke supermarket terdekat. Dia ingin membeli beberapa minuman dan camilan untuk melanjutkan menulis karyanya.

"Kurokocchi?" panggil seorang lelaki berambut pirang dengan tindik di telinga kirinya.

"Selamat sore." Balas Kuroko datar menyapa.

Lelaki yang sangat tampan berpenampilan modis itu adalah seorang model dan pemain basket terkenal, Kise Ryouta. Dia juga mantan kekasih Kuroko saat di SMA dulu.

Keduanya hanya mengobrol sebatas ingin tahu dan saling tanya. Tapi dari cara menjawab Kuroko, sepertinya dia sedikit dingin dengan lelaki di depannya.

"Aku harus segera pergi." Ucapnya datar, dia membeli apa yang dibutuhkannya kemudian pergi.

"Tunggu, Kurokocchi!!" seru Kise mengejarnya.

"Apa ada yang bisa kubantu?" tanya Kuroko menghentikan langkahnya heran.

"Aku benar-benar menyesal dengan apa yang telah dulu kulakukan padamu." Balas Kise menundukkan kepalanya penuh sesal.

"Kise-kun... Masa lalu kini hanya kenangan, aku juga tidak mempermasalahkannya. Sampai jumpa." Ucap Kuroko pergi begitu saja meninggalkan Kise yang menekuk wajahnya murung.

Andai saja dulu dia bisa lebih mengontrol rasa cemburunya, pasti saat ini mereka berdua masih bersama. Setibanya di rumah, Kuroko segera makan malam dan berendam. Dia juga membicarakan hasil wawancaranya tadi kepada keluarganya.

Meski ayah dan ibunya menolak, tapi neneknya bilang jika cucunya itu sudah dewasa. Apa pun yang diinginkannya, selama itu baik maka tugas orang tua hanya mendukung.

Pada akhirnya keduanya setuju dan sepakat untuk membuat putrinya tinggal seorang diri di Kyoto.

.

.

.

"Namaku Kuroko Tetsuna, mulai hari ini aku akan bekerja sebagai sekretaris pribadi Akashi-sama. Senang bertemu dengan kalian semua, mohon bantuannya." Kuroko menundukkan tubuhnya memperkenalkan diri.

"Aomine Daiki, aku Kepala Redaksi majalah sport. Senang bertemu denganmu nona manis." Balas seorang lelaki berkulit sawo matang dengan senyum manisnya tapi membuat Kuroko geli.

Basketlicious (KnB Fanfic) [AkaFemKuro] ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang