Pertandingan dengan De' Ocean yang merupakan Tim dari Universitas Oklahoma dimenangkan oleh anggota Shuhoku dan Vorpal Sword. Tapi memang yang paling berpengaruh adalah Vorpal Sword, karena mereka berhasil menyusul di babak kedua. Itu juga berkat pergantian strategi yang sangat cepat, Kuroko tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Sehingga lawan tidak bisa memprediksi apa yang akan mereka lakukan.
Setelah memenangkan pertandingan, barulah Momoi dan Kuroko melakukan tugasnya. Mereka berdua mewawancarai para anggota yang tadi ikut bermain.
Mereka benar-benar mendapat bahan yang bagus untuk artikel majalah berikutnya. Karena telah berhasil menang, Kuroko hendak menepati janjinya. Tapi dengan kondisi tangan kanannya terluka, Akashi menyuruhnya untuk melakukannya lain kali.
Semuanya memang kelelahan, pegal, dan nyeri, tapi kalau soal makanan mereka segera kembali bergerak dan bersemangat."Bagaimana kalau okonomiyaki? Sepertinya mengenyangkan." ajak Momoi, tapi semuanya terlalu lelah untuk memutuskan, jadi mereka segera berangkat.
"Ano... Sebaiknya kalian pergi terlebih dulu, aku masih ada beberapa urusan." kata Kuroko menyela, yang langsung segera pergi sebelum disetujui.
"Arara dia sudah pergi." ucap Murasakibara.
"Biar aku yang melihatnya, kalian pergilah terlebih dulu." Akashi menyusul gadis manis yang sudah menghilang entah ke mana..
.
.
"Kise-kun..." panggil Kuroko yang melihat Kise tengah berjalan keluar dari gymnasium Universitas Shuhoku. Pemuda berambut pirang itu girang melihat gadis yang masih disukainya sampai sekarang memanggil namanya.
Ia hendak memeluknya, tapi dengan cepat Kuroko menghindar. Wajah gadis itu berubah sebal, padahal serupa ia tidak menunjukkan ekspresi apa pun.
"Jahat sekali-ssu, Kurokocchi. Apa kau merindukanku?" tanya Kise dengan senyumnya.
"Kise-kun, datang karena ingin melihat rekan-rekanmu bermain kan?" Kuroko mengabaikannya dan balik bertanya pada poin utama. Senyum yang semula hangat berubah jadi dingin dan kelam."Tidak juga, aku datang karena kebetulan lewat." balas Kise yang jelas berbohong.
"Aku sudah dengar dari Aomine-kun. Aku tahu Akashi-san mungkin salah, begitu juga dengan yang lain. Tapi mereka hanya mengkhawatirkanmu, mereka juga ingin bermain bersamamu lagi." terang Kuroko meyakinkan.Tapi jujur saja Kise tidak suka hal itu, meski semua ucapannya keluar dari bibir manis gadis yang disukainya. Tanpa aba-aba Kise menarik tangan kiri Kuroko hingga membuatnya berada pada dekapannya.
"Ne, Kurokocchi. Aku benar-benar tidak suka kau bekerja dengan mereka. Kenapa harus dengan Akashicchi? Apa kau tidak tahu jika yang dia lakukan itu sangat jahat? Apa kau lupa apa yang dilakukan Akashicchi pada temanmu saat SMP?" tanya Kise mencoba membuat Kuroko tersadar.
Demi kerang ajaib, mereka berdua tidak tahu jika Akashi berada tidak jauh dari keduanya. Bahkan ia bisa mendengar jelas obrolan Kise dan Kuroko.
Apa maksud Kise soal teman Kuroko saat SMP? Mereka tidak pernah bertemu sebelumnya, Paling tidak itu yang ada diingatan Akashi, tapi sungguh lelaki itu tidak paham dengan dosa yang dilakukannya pada gadis semanis Kuroko.
"Kise-kun... Sampai kapan kau akan selalu bertindak seperti ini?Kita sudah tidak memiliki hubungan yang patut untuk berdekatan begini." Kuroko menyingkirkan tangan Kise dengan dingin.
"Kurokocchi, apa kau benar-benar sudah tidak memiliki perasaan lagi padaku?" tanya Kise yang tiba-tiba justru mengungkit hal lain.
"Kise-kun kita sedang tidak membicarakan hal lain. Kenapa kau jadi bertanya seperti itu?" Kuroko balik bertanya tidak suka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Basketlicious (KnB Fanfic) [AkaFemKuro] END
Hayran KurguMasa lalunya penuh dengan gemerlap kemenangan, hingga satu kekalahan merubah hidupnya. . . Akashi Seijuurou memang seorang anak dari direktur sebuah perusahaan penerbit terbesar di Asia, Akashi Media. Dia bekerja di bawah naungan ayahnya, membentuk...