5 bulan kemudian...
Bulan ini adalah SMA Pelita memasuki tahun ajaran baru. Masa di mana OSIS sangat sibuk. Ardyan Firmansyah, sang ketua OSIS yang baru, dia sedang ada di ruang OSIS mengurus laporan acara MOS bersama sekretarisnya--Levia.
"Lev tolong urus ini ya, tinggal dikit. Gue mau keliling," kata Ardyan sambil menyerahkan laptopnya pada Levia.
"Haa.. Iya Dy," Levia membaca layar laptop Ardyan.
"Ini mah banyak kurangnya, dasar ketua."
**
Ardyan berjalan menyusuri lorong kelas X sambil melihat kondisi kelas yang dia lewati. Sepertinya MOS berjalan dengan lancar. Tak ada kekerasan dari senior, tak ada junior yang membantah, seperti harapan Ardyan.
Kini matanya tak lagi mengawasi sebuah kelas, justru tertuju pada seorang gadis yang baru saja keluar dari toilet perempuan. Kedua sudut bibirnya tertarik hingga membentuk senyuman yang manis. Junior yang menangkap senyuman Ardyan langsung meleleh meski senyumnya bukan untuk mereka, melainkan untuk gadis yang juga membalas senyumnya.
"Kak Ardyan pacarnya kak Nada ya?" tanya seorang junior yang duduk di bangku dekat jendela, cukup terlihat Ardyan tersenyum pada siapa.
"Baru tahu lo? Mereka kan jadi trending topik. Katanya couple goals, padahal gak ada goals goalsnya kan mereka gak main sepak bola."
"Apa sih lo gajelas anjir! Em.. berarti kak Nada udah putus"
"Hah putus?"
"Ya sih lo gak se SMP sama gue. Dulu waktu SMP kabarnya dia dekat sama kak Leonardy, sekolah di sini juga. Lebih ganteng dari kak Ardyan loh"
"Serius? Buat gue sini! Tapi yang mana orangnya, kok gue gak pernah liat kakak kelas yang badge namenya Leonardy"
"Kalian jangan bicara sendiri! Bicaralah nanti saat istirahat!" bentak Alwy, senior mereka.
Sontak Ardyan menoleh karena bentakan Alwy yang cukup kencang. Ardyan memberi isyarat Nada seolah berkata; tunggu. Kemudian dia berjalan mendekat ke ambang pintu kelas X-3.
"Ada apa?"
Ketiga OSIS yang ada di sana langsung menoleh ke sumber suara, diikuti oleh seluruh siswa yang ada di sana.
"Ini Dy, kita lagi pada jelasin mereka malah ribut sendiri" jelas Alwy.
"Hm. Dek tolong didengarkan dengan baik penjelasan kakak OSIS yang ada di depan, hargai mereka ya." ujar Ardyan pada siswa X-3.
"Iya kak..."
"Iya kak Ardyan ganteng..."
"Hadeh kalau sama Ardy aja nurut sama kita boro-boro mau nurut, kita ngomong aja dicuekin" cibir Alwy.
"Lo sih jelek" sahut Devina yang adai di sebelahnya.
"Gue tinggal dulu," kata Ardyan pada Alwy tanpa suara.
Ardyan memutar balik tubuhnya. Dia melihat Nada yang masih setia di tempatnya. Ardyan tersenyum sekilas lalu menghampirinya.
"Kelas lagi kosong Nad?"
"Iya Dy"
"Ikut gue yuk," ajak Ardyan sambil meraih tangan Nada.
"Eh kemana? Bukannya lo harus urusin acara MOS?"
"Urusan gue udah selesai,"
"Ya tapi lo ketua OSI-"
"Sstt udah ikut aja"
KAMU SEDANG MEMBACA
Leonada
Teen Fiction[Cek on DREAME for complete story] Link on profile #284 in Teen Fiction (25/5/2018) "Lo tuh gak pantes jadi pacar gue!" bentak cowok itu. "G-g-gue gak ngarep jadi p-pacar lo Le" kata cewek itu dengan terisak menahan tangis. "Ya! Karena itu gak bakal...
