Kamu? Ucapku menatapnya lirih.
Aku sangat terkejut saat Alwan sudah berada di sampingku dan menatap ku sangat lekat. Bahkan aku sangat benci tatapan mata nya.
Alwan adalah mantan kekasih ku, kepikiran nggak aku berpacaran dengannya dan melakukan hubungan LDR dengannya, bukan hanya itu. Aku bahkan berani berpacaran dengannya dengan statusnya yang sangat "playboy" di kampungnya ini. Bahkan alwan dan aku memiliki kepercayaan yang berbeda. Tetapi menurutku, itu tidak masalah karena CINTA lah yang bahkan bisa menyatukan kita walaupun memiliki perbedaan.
"Khmmm kok bengong" ucap alwan yang sedari tadi menatapku.
Aku sadar dari lamunan ku, aku menarik dan menghembuskan napas ku pelan. Menetralkan hatiku yang mulai terasa sakit. Sekilas ku lirik Alwan dan memutar badan ku berlalu dari hadapannya.
Saat aku mulai melangkahkan kaki ku menjauh darinya. Alwan dengan lincah mencekal pergelangan tangan ku. Aku mendengus kesal dengan tingkahnya."Apaansihh" ucapku kasar.
"Kamu kenapa sih? Kok jadi kasar gini?" ucapnya dengan nada lembut.
"BUKAN URUSAN LOH !!!!" ucapku dengan sedikit penekan.
Aku memutar badan ku meninggalkannya yang masih mematung. Baru saja aku berdoa agar tidak di pertemukan dengannya, tetapi tuhan tidak berpihak pada ku hari ini.
"Kak riantii....." ucap seorang gadis kecil dengan kulit sawo matang, rambut yang pendek bergeriting, dan suara khas yang cempreng.
"Haiii.... Sayangg" ku rentangkan kedua tangan ku kesamping dan siap untuk memeluk gadis kecil ku ini.
Dia adalah ponakan ku, namanya Riska wulansari, dia dikenal dengan sebutan "Ikka". Dia masih berusia 9 tahun.
"Kakak aku kangen ba.....nget sama kakak" ucap ikka dengan gemes.
"Ihhh anak siapa sihh ini lucu banget" ucapku sambil mencubit pupi chubby Ikka.
"Kak, ayo kesana, Tante lindah suruh aku manggil kakak." ucapnya menunjuk ke rumah Paman hadis.
"Ayukss" ucapku menggenggam tangan ikka.
Kini aku sudah berada di dalam rumah Paman Hadis. Suasananya sangat ramai, banyak orang yang mondar mandir dengan kesibukannya masing masing. Aku masih menggenggam tangan mungil Ikka.
"Sayang, Paman hadis mana?" tanyaku kepada Ikka.
"Tuh ada di sana" ucapnya sambil menunjuk ruangan tengah.
Disana aku sudah melihat Ayah dan Ibu beserta kerabat keluarga Paman hadis sedang bercanda ria serta menjemput kedatangan Keluargaku.
Dan di sampingnya lagi, ada Kak doni dan Kak anggel yang bergabung dengan Sepupuku dan Keponakan ku sekalian. Aku pun berjalan menemui Paman hadis terlebih dahulu, Aku menyapanya dengan sopan dan mencium punggung tangannya.
"Ehh anak om sudah datang, om rindu banget sama kamu Nak" ucapnya sembari merangkulku dan mendudukkan ku di samping tubuhnya.
Aku dan Paman hadis memang sangat akrab, Paman sangat menyayangiku dan tak suka hitung hitungan saat membelikanku barang yang aku sukai. Paman ku ini memang belum mempunyai anak, ia sudah menikah selama 15 tahun tetapi belum di karuniai anak. Istrinya bernama Tante Asmi, Tante Asmi sangat baik hati, lembut dan penyayang. Ia sangat menyayangi ponakan" nya. Jika kamu bertanya tentang Ira yang mau marrid? Dia bukan anak Paman hadis. Ira hanya ponakan Paman sama seperti denganku. Hanya dia yang membantu segala urusan pernikahan
Ira.Usai menyapa Kerabat Paman, aku langsung saja menemui sepupu dan Ponakan ku. Kak anggel yang yang sedari tadi memangku ponakanku yang bernama Caca, dan berbincang dengan Selvi, Printi, dan Satri. Sedangkan kak doni yang sibuk berbincang dengan Edi dan Tegar.
Aku menemui nya dan menyapanya. Sontak semua mata tertuju padaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Promise
Genç KurguKamu pernah berjanji kepadaku kamu akan selalu ada menemaniku dan melindungiku. Kamu pernah bilang status pacaran itu hanya sekedar, seseorang yang singgah dihidupmu dan membekaskan luka dihatimu. Dulu kau mengikrarkan sebuah kata yang membuat ku pe...