Suara alarm shalat membangun kan ku. Tepat pukul 04:30 aku bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah shalat subuh, aku memainkan ponsel ku terlebih dahulu sebelum bergegas mandi. Kuraih benda pipih itu yang berada di atas meja belajarku dan ku aktifkan.
Daniel
"Rianti dengerin aku dulu, Bella itu bukan siapa siapa aku lagi"Ada beberapa pesan yang masuk dan semua itu dari daniel. Dan daniel juga sempat menelpon ku tetapi ponsel ku saat itu ku non aktifkan.
Aku hanya membuka pesan daniel yang ia kirim kepadaku. Dan tak berniat untuk membalasnya.
Aku memang sangat kasihan kepada daniel, tapi hati ku juga sakit dipermainkan seperti itu.
Tak lama kemudian, ponsel ku berdering menandakan pesan masuk.
Daniel
"Rianti?"Sungguh aku tak tega memperlakukan daniel seperti itu. Mungkin daniel mau menjelaskan kepadaku kejadian yang sebenarnya seperti apa. Aku juga memang sangat egois, aku tidak memberikan daniel kesempatan untuk menjelaskannya kepadaku.
Aku pun membalas pesan daniel.
Rianti
"Iyya"Daniel
"Udah shalat?"Rianti
"Hm,udah"Daniel
"Aku mau jelasin"Rianti
"Iya"Daniel
"Aku sama bella udah nggak ada hubungan apa apa lagi, aku udah putus sama dia"Aku tertegun mendengar hal itu, tapi kata hikma bella dan daniel masih menjalankan hubungan.
Rianti
"Tapi kenapa bella menambahkan aku sebagai teman di Line?"
Daniel
"Nggak usah diladenin, dia memang belum sepenuhnya menerima keputusan ku saat aku memutuskan dia"Rianti
"Ohh gitu, maaf yah udah berpikiran negative tentang kamu"
Daniel
"Hmm, emangnya siapa yang ngasih tau kamu kalo bella itu pacar aku?"Rianti
"Hmm udah nggak penting juga kan bahas ini"Daniel
"Aku paling benci orang yang menjelek jelekkan ku dari belakang!!!"Rianti
"Iyaiya udah, yang penting sekarang udah nggak ada kesalah pahaman lagi"~~~
Pagi itu aku sudah berada di sekolah. Saat aku berjalan menuruni tangga, aku melihat seorang gadis dengan body nya yang agak berisi, dengan kulit putih sedang berjalan bersama temannya, Dia tersenyum ramah dengan ku, aku pun berbalik tersenyum dengannya. Serasanya sangat familiar dengan wajahnya.
"Kayak kenal, tapi siapa yah?" batin ku.
Aku begitu keras untuk mengingatnya, dan ternyata itu bella. Yah bella mantan pacar daniel. Tetapi kenapa dia senyum kepadaku? Aku baru pertama kali melihatnya, tapi sepertinya dia sudah kenal denganku.
"Aneh, kok mikirin dia sih" ucapku sambil menggeleng gelengkan kepalaku
Saat aku sudah berada di dalam kelas, ikhsan dengan centilnya menggodaku.
"Haii, pagi pagi udah cantik banget" goda ikhsan.
"Paansihh, tiap harinya memang cantik kok" ucapku dengan sombong.

KAMU SEDANG MEMBACA
Promise
Teen FictionKamu pernah berjanji kepadaku kamu akan selalu ada menemaniku dan melindungiku. Kamu pernah bilang status pacaran itu hanya sekedar, seseorang yang singgah dihidupmu dan membekaskan luka dihatimu. Dulu kau mengikrarkan sebuah kata yang membuat ku pe...