tujuh belas

17 2 0
                                    

Rianti berjalan menelusuri koridor sekolahnya sambil sesekali bersenandung mengikuti alunan musik yang terdengar di earphonenya.

Sampai ketika sudah didalaam kelas, ia pun melepaskan earphone dari Hpnya dan langsung menyimpannya di dalam laci. Hari ini adalah hari senin, setelah sudah ada intruksi dari Petugas upacara bahwa kami harus segera ke lapangan untuk melaksanakan upacara. Rianti langsung mengambil topi nya yang berada di dalam tas untuk mengikuti upacara. Keempat sahabatnya pun dari tadi sudah menunggunya di luar kelas.

Setelah melaksanakan upacara. Siswa siswi pun kembali kekelas masing masing. Betul betul sangat melelahkan, begitulah yang sekarang di rasakan oleh Daniel pula.

"Nil, kita bolos yuk" ajak galih yang di anggukin oleh iqbal.

"Ahh nggak deh, kalian berdua tuh yah bisa nggak sih nggak ngajarin gue bolos. Sampai kapan pun gue nggak mau kayak kalian. Mending loh berdua ubah sikap kalian, kita ini udah kelas 3. Udah mau lulus"

"Yaelah Nil, dari pada dikelas sumpek banget"

"Gal, iqbal dari pada kita bolos. Mending kita ke warungnya bi' marni deh. Gue yang traktir"

"Busett dah, baik bener ni teman gue. Gal kalau jadi orang tuh yang kayak Daniel dong. Baik bener dah pake traktir kita"

"Entar gue traktir kalau Sapi gue udah laku. Gitu amat loh jadi temen gue"

Setelah melewati percekcokan selama beberapa menit. Jadilah mereka bertiga ke warung bi' Marni. Di warung Bi' Marni sangat ramai dengan murid laki laki. Disini lah tempat nongkrongnya para pemuda gagah nan ganteng.

"Daniel, Galih, kita duduk sini ajah. Disana udah penuh tuh"

"Iyaiya deh. Tunggu gue mau pesanin kalian apa?" tanya iqbal.

"Ehh ehh mending loh duduk deh, biar gue yang pesan. Gue perihatin sama loh dari tadi susah susah buat nyari tempat duduk yang kosong" usul Galih.

"Yeee bilang ajah mau modus sama ponakannya Bi Mirna, yee kan?"

"Hehehe tau ajah luh bal. Yaudah loh mau pesan apa?"

"Terserah luh ajah. Samain ajah"

"Okedeh mas bro. Tunggu 10 menit"

Drtttt Drtttt

Daniel merasakan Hpnya bergetar. Ia pun langsung membuka applikasi watsappnya dan mendapatkan pesan singkat dari Rianti.

Rianti
"Kata Kak anggel, Salam balik untuk Daniel. Katanya kamu sudah lumayan gemukan😂"

Daniel
"Oiyah? Anggel bilang nya gitu yah? Ngaco nih kakak kamu. Yaudah bilang ke Anggel, masih sering gigit jari nggak kalau lagi di usilin?😂"

Rianti
"Wkwkwk loh kamu juga tau kebiasaan Kak Anggel?"

Daniel
"Tau dong. Aku ingat pas di diusilin sama Randy and the geng. Waktu itu Anggel sendiri di kantin, karena Yola minta ditemenin sama Andhika ke toilet. Nah jadi deh dia diusilin Randy. Dan Anggel cuman gigit jarinya karena ketakutan. Untung deh Andhika dan Yola cepet datangnya"

Rianti
"Sumpah deh, ngakak banget. Tapi kan Kak Randy pacarnya Kak anggel? Gimana ceritanya tuh"

Daniel
"Sejak kejadian itu, Randy mulai ada rasa suka sama Anggel. Randy jatuh cinta karena kepolosan Anggel. Dan Randy janji bakalan lindungi Anggel"

Sejak tadi Daniel hanya sibuk dengan handphonenya dan mengabaikan semangkok bakso yang telah di pesan oleh Galih. Dan sejak itu Daniel hanya senyum sendiri sambil menatap ponselnya, Galih dan Iqbal pun semakin curiga . Apa yang telah membuat Daniel sangat gembira saat ini. Akhirnya Galih pun merampas ponsel milik Daniel. Terjadi lah aksi rebut rebutan

"Ohh ternyata dia yang telah menyembuhkan penyakit murung loh selama ini?"

"Ckckkc akhirnya, ada cewek yang menyembuhkan penyakit gegana sahabat hamba ya allah. Makasih ya allah" ucap Galih dengan menempelkan kedua telapak tangannya seperti orang yang berdoa.

"Apaan sih kalian. Sini Hp gue"

"Nggak! Jawab kita dulu dong. Ini pacar loh yah? Yee dasar sok backstreet, pake nggak mau ngasih tau kita"

"Kalau loh nggak mau balikin gue nggak jadi bayarin jajan kalian!". Mendegar hal tersebut Galih dan Iqbal buru buru mengembalikkan ponsel milik Daniel.

"Baperan banget sih Nil, kita kan cuman bercandain loh"

"Hm" ucap Daniel dengan ketus.

"Yaudah, Rianti itu siapanya? Emangnya loh udah moveon dari....". Belum sempat Iqbal melanjutkan kalimatnya Galih pun dengan sigap membengkap mulut Iqbal.

Terdengar suara helaan nafas oleh Daniel. Galih dan Iqbal pun semakin serius menatap sahabatnya itu. Galih memang sudah lama mengetahui hubungan kedekatan antara Daniel dan Rianti, sejak di depan UKS sekolahnya. Melainkan Iqbal tentu belum mengetahuinya. Karena melihat ekspresi dari Daniel yang sangat bingung, akhirnya Galih lah yang angkat bicara.

"Bal, loh kepo kan soal Rianti ini?. Yaudah gue ajah yang ngejelasin"

"Jadi Daniel itu lagi Pendekatan dengan adik kelas kita yang bernama Rianti"

Iqbal hanya menganggukan kepalanya.

"Tapi Daniel, loh jangan permainin perasaannya si Rianti itu. Kasian gue liatin nya" usul Iqbal.

"Maksudnya apa?Loh kira gue cowok yang suka mainin perasaan cewek" ucap Daniel

"Maksud Iqbal bukan gitu Nil, loh kan baru aja putus dari Bella. Loh butuh waktu untuk nerima itu semua. Dan sekarang loh udah melakukan pendekatan sama adik kelas, kita nggak tau Nil perasaan loh gimana ke dia. Jangan sampai loh cuman manfaatin dia untuk manas manasin Bella"

Daniel hanya terdiam. Bukan hal itu yang ia pikirkan. Melainkan perasaanya kepada Rianti. Jujur baru kali ini Daniel begitu nyaman dengan seorang yang ia kenal baru sebulan ini. Urusan Bella, Daniel sudah memantapkan dirinya untuk melupakan Bella.

Walau pada dasarnya Daniel lah yang memutuskan Bella. Karena Bella ketahuan selingkuh. Dan sekarang Daniel sudah memantapkan hatinya kepada siapa dia ingin memulai kehidupan yang baru, yaitu bersama Rianti Aneysia.

"Menurut gue Rianti itu orang nya baik,polos, dan lembut. Dia juga bisa buat gue nyaman"

"Kalau itu yang terbaik buat loh, kita berdua sih ngdukung loh"

"Gue mau jalanin aja dulu. Yang penting loh harus tetap ngedukung gue"

"Pastinya" ucap Galih dan Iqbal bersamaan.

Happy Reading guys.
Btw Selamat Tahun Baru yahh Guys😘

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 04, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PromiseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang