01

117 17 1
                                    

Dua orang laki-laki berpakaian seragam sekolah SMA sedang berlari-lari menghindari seorang guru laki-laki dibelakang mereka.

Penampilan keduanya sudah acak-acakan.Kancing atas terbuka,keringat bercucuran,kemeja keluar,dan rambut berantakan.

Keduanya melirik kearah belakang mereka dan guru itu masih mengejar dibelakang.lelaki yang satu mengarahkan pandangannya pada belokan di depan mengisyaratkan untuk berbelok kesana dan diangguki temannya.

Mereka akhirnya berbelok ke arah kanan dan melewati gang kecil.Terdapat tempat sampah besar yang mungkin cukup untuk menutupi tubuh mereka.

Mereka bersembunyi dibalik tempat sampah itu.Mengatur nafas yang masih memburu,menyandarkan punggungnya.

Haus,capek,jantung mereka yang berdekat dua kali lebih cepat dan keringat yang meluruh membuat mereka merasa gerah.Cukup lama bersembunyi dan berhasil mengatur nafas dan detak jantung normal salah satu dari mereka mengintip.

"Aman"Ucap lelaki bertubuh tinggi itu kepada temannya.

Temannya lalu ikut mengintip dan guru yang mengejar mereka sudah tidak ada.Ia menghela nafas lega"Yaudah ayo keluar"ucap lelaki berambut coklat gelap  itu sembari berdiri.

Mereka akhirnya keluar dari persembunyian mereka.Berjalan mengendap-endap memastikan sudah tidak ada lagi ancaman bagi mereka,yaitu guru kesiswaan yang mengejar mereka tadi.

Keduanya menghela nafas lega dan berjalan dengan santai kembali ke sekolah tanpa takut bertemu guru tadi.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Aduh gila gua laper banget"Ucap mila yang entah sudah keberapa kalinya.Bella dan Dinda yang bosan mendengarnya hanya menggeleng kepala 'Dasar'batin keduanya.

Mereka berjalan menuju kantin karna bella yang terus mengeluh lapar.Sesampainya di kantin suasananya penuh membuat ketiganya menghela nafas.

"Penuh semua"Ucap dinda setelah melihat tidak ada meja yang kosong"Makan dikelas aja"Ucap mila,bella dan dinda hanya mengangguk.

Mereka berpencar mencari makanan yang ingin mereka makan.Mila nasi goreng,dinda mie ayam,dan bella hanya membeli snack karna tidak merasa lapar.Ia hanya ingin ngemil.

Sesampainya di stand  makanan ringan ia memilih beberapa bungkus snack dan sekotak susu.Ada laki-laki yang berdiri di sebelahnya,bella mencium bau rokok dari lelaki itu.

'Abis ngerokok?'Batinnya lalu memperhatikan lelaki itu.Rambut hitamnya di tata kesamping,Seragamnya agak berantakan dengan dua kancing atas terbuka 'Bima Dirgantara' nama lelaki itu.

"Neng nih kembaliannya"Ucap ibu penjual mengembalika bella kedunia nyata.

Bima melihat kearahnya dengan mata tajamnya memperhatikan bella saat bella mengambil kembaliannya dan melirik bordiran nama di seragam bella.
'Bella Zevana?'Batinnya.

Bima tersenyum miring "Gua tau gua ganteng tapi ngeliatin gw gak usah segitunya nanti naksir gw gak tanggung jawab"ucap bima kepada bella agak berbisik dan pergi dari hadapan gadis itu.

Otak bella blank.Mencerna setiap kata bima,apa segitu ketaranya ia memperhatikan lelaki itu.Ia memaki dirina sendiri karna terlalu bodoh'bella bego!'Batinnya sambil memukul kepalanya sendiri.

Ia lalu memutuskan menemui teman-temannya dan kembali ke kelas.Ia merasa sangat malu dan kesal pada dirinya sendiri yang begitu bodoh.

🍁🍁🍁🍁

Bella benar-benar tidak bisa fokus pada penjelasan guru di depan.Ia merasa sangat pusing dan perutnya sakit.

Maag-nya pasti kambuh karna ia belum makan karbohidrat dari pagi.Ia harus bertahan sebentat lagi karna ini pelajaran jam terakhir.

Bella melirik jam tangannya.Tiga puluh menit lagi bel pulang akan berbunyi dan ia harus menahan sakitnya.

Mila yang tadi sibuk mencatat dan  melihat bella yang gelisah heran"Lu kenapa?"Tanyanya berbisik dan dibalas gelengan oleh bella.

Mila tampak makin bingung.Bella berkeringat,Wajahnya pucat,dan ia terus memegangi perutnya.
Mila baru ingat bella punya maag dan ia belum makan karbohidrat dari pagi.

"Ke Uks sana,Maag lu kambuh kan"ucap mila dan bella menggeleng lagi"Bentar lagi bel"Ucapnya.

Mila melihat jam tangannya.Kurang dari setengah jam lagi bel akan berbunyi"Beneran gapapa?"Tanyanya lagi memastika.

Bella mengangguk dan tersenyum"Kalo misalnya sakit banget bilang gue"Bella tersenyum dan mengangguk.

Mila kembali melanjutkan kegiatan mencatatnya dan bell sibuk menahan rasa sakit di perutnya.

'Setengah jam lagi bel pulang'Ucap bella pada diri sendiri.

🍁🍁🍁🍁

Bella melambaikan tangannya kepada dinda yang sudah dijemput kakak laki-lakinya.

Sekarang bella menunggu bus sendirian.Mila ada rapat osis sehingga ia terpaksa pulang sendirian.

Bella melirik arlojinya 14.50 seharusnya bus sudah datang.Bella yang bosan menunggu pun mengeluarkan earphonenya dan memutar musik sambil membuka aplikasi sosmednya.

Ia membuka Instagramnya dan melihat time-line akunya.Tidak ada yang menarik baginya.

Tak lama bus pun datang dan bella segera masuk karna benar-benar ingin cepat sampai rumah.

Bella melihat bangku mana yang kosong dan ia menemukannya.
Tepat disamping seseorang yang memakai hoodie abu-abu dan menutupi wajahnya.

Bella pun mendekati bangku itu dan duduk disamping seorang berhoodie  itu.Ia sibuk dengan handphonenya hingga tidak menyadari murid disebelahnya sadar akan kehadiran bella dan memperhatikan gadis itu dengan mata tajamnya.

Ia adalah bima.Bima tersenyum melihat wajah bella yang serius,entah kenapa ia tersenyum.

Tapi itu tidak berlangsung lama karna bima kembali memakai  hoodie-nya sambil mengawasi bella melalu ekor matanya.

💣💣💣

Maaf kalo ada typo,Cerita ngawur dan lainnya 🙇.Jangan lupa Vote dan Comment ya 😊.
Jangan lupa juga tambahan ke library kalian 😆😁

MAROON \LucasDoyeon\ (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang