Hal sederhana

8.3K 302 1
                                        

Ini bukan kisah cinta yang romantis seperti dilan dan milea saat pertama kali awal pdkt, ini bukan kisah dengan segala rayuan cinta yang memabukan, ini hanya sebuah kisah yang menurutku bahagia karna hal sederhana.

Senin, 15 februari 2016.

awal dimana aku, dera anastasya bertemu dengan pria bernama bian.

saat aku masih kelas 1 SMA, aku adalah anak yang slalu keluar kelas, bertemu dengan puluhan pria dalam satu waktu diruang lingkup sekolah.

pada suatu hari, di waktu yang semakin siang.
aku pulang sekolah terakhir karna harus ujian susulan dadakan, aku pulang skolah biasa menggunakan angkot, atau kendaraan umum.

didalam angkot aku bertemu dengan seorang pria, dia terlihat sangat pendiam namun berani.

mungkin dia anak nakal yg sedang menggunakan topeng untuk terlihat baik didepan perempuan, cih.

ini bukan seperti adegan dilan yang menggoda milea didalam angkot, ini tentang ku yang mencibirnya dalam hati.

saat sedikit lagi tiba ditujuan, aku mempersiapkan uang yang akan ku bayar untuk supir angkot.

"MATI GUE" saat itu aku benar benar panik ternyata aku lupa membawa dompet, dan uang ongkos hari itu sudah ku bayarkan uang kas karna skertaris super terkutuk kelas ku slalu menagih.

Hanya aada aku berdua dengan pria itu.

pilihannya hanya 2.

aku meminta bantuannya, atau meminta belas kasihan pak supir.

dua duanya sama saja akan menjatuhkan martabatku depannya!

GILAAA

aku mengigit bibirku dengan resah.

jika aku meminta belas kasihan pak supir, belum tentu akan dikasih, malah bisa jadi marah marah.

tapi kalo minta bantuan kediaa....?

"kenapa kok liatin gua kaya gitu?" katanya yang mungkin risih aku perhatikan dengan wajah panik.

"Anuu E ANU"

ASLI SIAL!

AKU JADI GROGI SENDIRI

"kenapa?"tanya nya lagi, suaranya begitu lembut tapi ekpresinya datar.

aku mengigit bibirku, aku ingin meminjamnya uangnya tapi gengsiku masih terlalu tinggi.

gamungkin kan setelah aku mencibirnya dalam hati, aku malah berharap ia berbaik hati?

"boleh pinjem uang ga eh emm apa ya minjem atau minta gktau deh intinya gue lagi butuh uang, uang gua abis, ketinggalan dompetnya" kataku gugup

sungguh semoga saja dia baik!

"Eh? Nih pake aja, kita satu sekolah ini"

saat itu ia memberikan beberapa lembar uang.

eh apa tadi katanya? satu sekolah?.

hey aku belum pernah melihatnya!

aku mengucapkan terimakasih, saat aku tiba disebuah tujuan, aku langsung menghentikan supir angkot.

"btw gua dera anastasya panggil aja dera, makasih ya sekali lagi!" kata ku langsung turun dari angkot dan berjalan.

ia hanya tersenyum membalasnya.

aneh, aku kira dia akan meminta nomer atau apa sebagai gantinya, itung itung modus tuh.

tapi hari itu aku tau, dia berbeda.

****

setelah kejadian itu, aku sering melihatnya dikantin, aku hanya tersenyum jika melihatnya.

pernah aku ingin mengganti uangnya, namun ia menolaknya.

sampai akhirnya kita saling berkomunikasi, sering pulang bareng dan dia slalu membayari ku angkot hehehehe

setelah lama dekat ternyata aku tau, dia pernah mencoba mendekatiku, tpi saat dia menge chat ku disosial media, tak pernah sedikit pun digubris, katanya.

aku tertawa saat itu ternyata aku terkadang terlalu cuek terhadap seseorang tpi orang itu tetap mau memperlakukanku dengan baik.

saat itu pula aku semakin yakin dia beda.

sampe akhirnya kita terus mengobrol, bermain bersama, pulang bersama, bahkan terkadang video call smpe ketiduran.

saat itulah aku merasakan sebuah kenyamanan dari hal sederhana yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya.

My Posesif BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang