Canteen
"Ji. Kau pesan apa biar sekalian aku pesankan?" Tawar Minhee.
"Baiklah, kau tunggu disini" setelah mengatakan itu Minhee melesat pergi meninggalkannya.
Jiyeon melihat-lihat sekitarnya yang mulai ramai akan murid-murid yang pastinya sudah kelaparan pikirnya.
"Tidak ku sangka kantin akan seramai ini" gumamnya.
"Kau melihat apa Ji?" Ujar Minhee yang tiba-tiba sudah ada di depannya.
"Kau mengagetkanku bodoh. Ani. Aku hanya melihat-lihat saja dan aku tidak menyangka jika kantin akan seramai ini" jawab Jiyeon.
"Itu karena kau terlalu sibuk dengan buku-bukumu itu, makanya kau sampai tidak tau dengan sekolah mu sendiri" cibir Minhee.
"Ck... Itu urusanku. Memangnya kenapa jika aku sibuk dengan buku-buku ku? Itu hakku bukan, lalu kenapa kau yang justru sewot" jawab Jiyeon tidak terima karena ia tau apa maksud dari buku-buku itu yang temannya maksud.
"Tapi setidaknya kau kurangi sedikit bisa kan Ji? Jangan terlalu menyibukkan dirimu dengan belajar. Jangan terlalu cuek dan dingin. Lihatlah sekelilingmu, banyak yang bisa kau ajak bicara dan berteman selain dengan buku-buku tebal di perpustakaan. Jangan terlalu menutup diri dengan selalu berada di perpustakaan maupun di atap sekolah. Apa kau tidak merasa bosan selalu membawa buku tebal itu kemana-mana, Ji?
Dan lihatlah dirimu sekarang, kau bahkan menyamar dengan memakai kaca mata itu" kata Minhee menunjuk kaca mata yang di pakai Jiyeon.
"Geumanhae. Jangan menunjukku seperti itu, lagi pula itu hakku nona Minhee. Kau tidak bisa memaksaku bukan, karena kau sendiri pun tau jika aku tidak bisa berbaur. Jadi aku tidak bisa berjanji untuk itu" kata Jiyeon membalas ucapan sahabatnya yang duduk dihadapannya itu.
"Arraseo. Aku tau sampai mulutku berbusa untuk membujukmu pun kau tetap tidak akan mau mendengarkanku" oceh Minhee lalu memakan makanannya.
"Itu kau tau, jadi berhentilah mengoceh padaku jika kau tau hasilnya tetap sama" cibir Jiyeon tidak peduli dengan temannya yang saat ini kembali mengoceh mendengar ucapannya.
"Ck... Kau itu memang sangat menyebalkan" dumel Minhee yang hanya di balas Jiyeon dengan menaikkan bahunya tidak perduli.
Saat Jiyeon dan Minhee asik berdebat sambil memakan makanannya masing-masing.
Tiba-tiba dari arah pintu masuk ke kantin ricuh seketika saat melihat kedatangan tujuh pangeran tampan yang paling berpengaruh di sekolah itu. Acara makan Jiyeon dan Minhee pun terganggu oleh keributan tersebut.
Jeon Jungkook Oppa
Kyaa Kim Taehyung
Jimin Oppa
Omo Omo Suga Oppa
Kim Seok Jin Oppa neomu kiyeopta
Namjoon-ie Oppa
Jhope Oppa so cute
Kira-kira seperti itulah kata-kata yang Jiyeon dengar dari yeoja-yeoja centil menurutnya saat melihat ke tujuh namja itu memasuki kantin sekolah.
Dan Jiyeon bisa melihat ke tujuh namja itu berjalan ke meja khusus yang memang sepertinya sudah disediakan untuk mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN THE SCHOOL [END] ✔
FanfictionKu tak tau apa yang sebenarnya tuhan rencanakan. Tujuh namja terpopuler yang begitu sangat ingin ku jauhi kini dua diantaranya harus terlibat denganku. Satu sebagai sepupuku dan salah satunya yang selalu membully ku. Menyebalkan, sungguh menyebalkan...
![LOVE IN THE SCHOOL [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/146696055-64-k946897.jpg)