Tiga jam mengerjakan tugas ternyata melelahkan juga bagi Jiyeon dan yang lainnya.
Setidaknya Jiyeon masih bersyukur dalam hati karena Jungkook, Lisa dan Yoongi masih mau membantunya mengerjakan tugas biologi dari Song Saem bersama Jieun juga batin Jiyeon.
"Ah.. lelahnya. Ternyata tugas dari Song Saem itu begitu sulit hingga membuat kepalaku ingin pecah saja" Jieun merenggangkan kedua tangannya terangkat ke udara yang terasa begitu pegal karena mengerjakan tugas.
"Tugasnya sudah selesai semua kan, jadi setelah ini kita tidak perlu mengerjarnya lagi berulang-ulang kan?" Tanya Lisa kesal.
Lisa merasa tubuhnya akan remuk saat itu juga namun di lain sisi ia merasa begitu bahagia karena bisa duduk di samping Jungkook sang pujaan hatinya. Lalu bergelayut manja padanya.
Jiyeon yang melihat tingkah Lisa hanya memutar bola matanya jengah.
"Jika semuanya sudah selesai berarti aku bisa pulang ke rumahku kan. Aku pergi" Jiyeon hendak bangun dari tempatnya sebelum sebuah suara mengintruksi agar ia tidak beranjak dari tempatnya.
"Tunggu!!"
Jiyeon menghentikan langkahnya yang hendak bangun dan menatap seseorang yang berani mencegahnya.
"Wae?" Tanya Jiyeon malas.
"Jangan pulang dulu" cegahnya.
Jiyeon mengerutkan keningnya bingung kenapa ia tidak boleh pulang.
Jungkook yang melihat kebingungan yang terpantri di wajah Jiyeon mengeluarkan suaranya. Ya seseorang yang mencegah Jiyeon tadi adalah Jungkook.
"Kau boleh pulang setelah sarapan di rumahku terlebih dahulu" Jiyeon semakin mengerutkan keningnya.
"Kenapa begitu?"
"Karena pelayan di rumahku sudah memasakkan sesuatu untuk kalian semua" jelas Jungkook.
Lisa yang mendengar itu menyunggingkan senyumnya. Ia bahagia tentu saja. Siapa yang tidak bahagia mendengar bahwa sang pujaan hati mengajaknya makan bersama di Mensionnya meskipun Jungkook tidak mengajak dirinya saja melainkan bersama Jiyeon, Yoongi, dan Jieun juga.
"Tunggu apa lagi ayo ikut aku" Jungkook beranjak terlebih dulu di depan keempat orang itu disusul Yoongi yang berjalan di belakangnya dengan tangan yang dimasukkan ke saku celananya.
Love In The School
Suara dentingan piring yang bertemu dengan garpu seolah menjadi pengiring dalam kesunyian dalam acara makan mereka berlima. Tiada yang memulai percakapan sekalipun itu Lisa yang biasanya cerewet.
Jiyeon yang memang terbiasa dengan suasana seperti itu pun terlihat biasa-biasa saja. Hingga suara dering ponsel milik salah satu dari mereka pun berbunyi memecahkan kesunyian itu.
"Yeobseyo"
"Yak!! Kau dimana, kenapa jam segini belum pulang?" Jiyeon melihat jam di ponselnya pukul 17:00 kst pun mendengus sebal.
"Sebentar lagi aku segera pulang"
"Cepat pulang sebelum bibi Park bertanya padaku kenapa sudah sore kau belum pulang?"
"Arra, arra. Dasar cerewet aku pulang"
Tut!
Jiyeon mematikan sambungan telepon sebelah pihak. Sepertinya ia malas meladeni sepupunya itu yang tak lain adalah Kim Seokjin.
Setelah ia rasa Jin tidak lagi menghubunginya Jiyeon pun memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya dan melihat ke arah yang lainnya yang juga melihat ke arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN THE SCHOOL [END] ✔
FanfictionKu tak tau apa yang sebenarnya tuhan rencanakan. Tujuh namja terpopuler yang begitu sangat ingin ku jauhi kini dua diantaranya harus terlibat denganku. Satu sebagai sepupuku dan salah satunya yang selalu membully ku. Menyebalkan, sungguh menyebalkan...
![LOVE IN THE SCHOOL [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/146696055-64-k946897.jpg)