[5] Hitamku, abu-abumu.

60 6 5
                                    

Jika kamu rajanya, biarkan aku mencoba mengambil tempat sebagai ratumu.
--Me--

15 hari setelah putus cinta.

Aku memutar lagu yang seminggu terakhir ini selalu ku putar diwaktu senggangku. Lagu ini dinyanyikan Marion Jola, entah siapa penyanyi aslinya, namun lagu itu seperti magnet bagi Marion. Sedang lirik lagunya sepertiku saat ini. Bertanya-tanya.. meraih-raih, entah untuk apa.

Ketika ku mendengar bahwa dirimu tak lagi dengannya.
Dalam benakku timbul tanya...
Masihkah ada dia,
di hatimu bertahta.
Atau ini saat bagiku untuk singgah dihatimu?

Ya, ado. Saat aku tahu kamu pisah dengan Kristin, sebenarnya aku merasa lega. Entah kenapa. Mungkin aku menyukaimu. Menyukaimu dengan sungguh.
Atau mungkin ini hanya rasa sayang kepada teman yang terlalu ku pikirkan, hingga rasanya terlalu dilebihkan.

"Meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda diantara kita." Suara merdu Ara membuyarkan lamunanku. Aku mengarah pandanganku kepada sumber suara.

"Suami siapa lagi yang jadi korban nih?" Ara mengambil tempat di kursi didepanku.

"Suami lu!" Aku tertawa. Ara segera menatapku kesal.

"Bukan si kak Rayen itu kan?" Ara kembali bertanya setelah sekian menit.

"Bukanlah. Apaan..."

"Jadi, udah ngak sama kak Rayen?"

"Ia.. Udah move on cint.."

"Wokeh.. Good."

Ara tersenyum. Dari sorot matanya, aku tahu Ara menahan diri untuk tidak berdebat. Banyak hal yang ingin ia tanyakan.. hanya Ara benar-benar bungkam.

"Ara... aku suka Ado." Suaraku ku buat sekecil mungkin. Ara memelototiku.

"Gila!!! Masa? Ngarang lu!" Ara setengah berdiri dari kursinya.
Aku terdiam.. menggelengkan kepalaku, ragu.

"Wu... Hebat apa sih dia? Bisa manusia kayak lu suka." Ara memasang tatapan menyelidiknya.

"Tunggu! Jadi dia alasan kamu udah move on?" Ara memicingkan matanya.

Begitulah Ara. Rada eror. Tapi bukan berarti erornya Ara itu parah gile ato gimana .. ngak. Ara hanya suka menyelidik, suka berpikir, menyimpulkan adalah keahliannya. Kayak sekarang ini. Kalian harus kuat kalo berteman dengan Ara. Ngak bakalan ada satu rahasia pun yang bisa kamu tutupin dari Ara.

"Ya enggaklah." Bantahku kemudian.

Benarkah?

"Kamu yang suka sendirian? Atau? Eh, tapikan Ado ada cewe."

"Udah putus." Aku duduk agak menjauh dari Ara.

Jujur saja, aku sengaja tidak menjawab pertanyaan Ara. Karena aku tidak tau. Hingga detik ini aku rasa ini hanyalah cinta sendirian. Ado akan menganggapku gila jika ia tahu aku menyukainya.

"Hm.. aku ada teman deh." Ara memelukku erat.

"Hm hm."

Maksud Ara adalah ia ada teman dalam hal cinta beda keyakinan. Kekasih Ara namanya Fransisko, dari namanya aja ketahuan kan, kalo ia dari keluarga berkeyakinan apa.
Sejauh ini hubungan mereka indah-indah saja. Meskipun awalnya Ara harus ragu menerima Iko, kekasihnya itu, karena berbeda keyakinan namun here they are. Terjaga dari segala kicauan tak berarti manusia, karena mereka meyakini jalan mereka.

Hello From Distance.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang