[15] Penghilangan

29 2 8
                                        

Dalam perhitungan matematika, ada yang namanya eliminasi. Itu yang sedang kamu lakukan.

--R--

"RENHATA!" Adolf melompat ke jalan, menghentikan langkah kaki Renha. Renha menatap Adolf kesal karena ia sangat terkejut.

"What?" Jawabnya acuh, Renha bahkan enggan menghentikan langkahnya.

"Tadi aku lari. Sendirian."

"Jangan manja!"

"Oke." Adolf membiarkan Renha meninggalkannya.

"Tanganku mana?" Renha mengambil langkah mundur, meminta tangan Adolf yang katanya sudah menjadi miliknya itu.

"Pulang bareng?" Renha mengangguk pasti.
Semua mata tertuju pada Adolf dan Renha karena berjalan bergandengan tangan. Ara yang berdiri tak jauh dari mereka hanya menggeleng lemah.
Aku tidak peduli. Batin Adolf.

"Denger bareng." Renha menyodorkan headsetnya pada Adolf. Adolf pasrah saat Renha berhasil menyelipkan benda berwarna putih itu pada telinga kirinya. Padahal ada helm. Ngotot. Adolf kembali mengomentari tindakan Renha dalam hatinya.

If it's meant to be, it'll be, it'll be
Baby, just let it be
If it's meant to be, it'll be, it'll be
Baby, just let it be
So, won't you ride with me, ride with me?
See where this thing goes
If it's meant to be, it'll be, it'll be
Baby, if it's meant to be

Sengaja Adolf memberikan hpnya. Ia ingin Renha mendengar lagu yang benar mengerti perasaannya. Apa yang ingin Adolf katakan, telah dinyanyikan, tinggal didengarkan oleh Renha. Tentu saja Renha tidak tahu akan hal itu.

"Cause i'm tired of the fake love, show me what you're made of, girl make me believe." Adolf berbalik. Renha terlihat menyembunyikan perasaannya. Ia menolak untuk terkejut.

"Girl?" Renha tertawa.

"Yes. Maybe we do." Adolf melanjutkan nyanyiannya.

"Maybe we don't"

"Maybe we will."

"Maybe we won't." Seakan saling sahut menyahut, Adolf dan Renha terus bernyanyi.

"Na," Adolf menyentuh tangan Renha di pinggangnya itu.

"Lu bahagia?" Lanjutnya.

"Yes i am. Why?"

"Me too."

"Apaan? Jangan buat aku bingung ah.." Renha memukul pelan perut Adolf.

Jangan jadi aneh, Ado. Jangan mengkaburkan air. Renha bersuara dalam hatinya.

"Lagunya siapa nih? Bagus ngak?" Renha mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Na.. aku bahagia kamu disini." Adolf terus menggenggam tangan Renha.

Aku juga, Ado. Kamu sahabat yang hebat. Renha kembali berbicara dalam hatinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 28, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hello From Distance.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang