16 : New Life

416 41 12
                                        

HARI demi hari berganti, tak terasa ujian kelulusan sudah tiba di depan mata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


HARI demi hari berganti, tak terasa ujian kelulusan sudah tiba di depan mata. Honoka mengerahkan seluruh kemampuannya demi ujian ini. Kemana-mana ia selalu membawa dan membaca buku. Saat sarapan membaca buku, berangkat sekolah membaca buku, di sekolah sudah pasti membaca buku, ia bahkan tidak makan siang dan memilih untuk duduk di sudut ruang perpustakaan sambil asyik membaca buku. Saat di rumah pun begitu bahkan ia juga membawa buku saat ke kamar mandi.

Rupanya kesibukannya itu cukup untuk melupakan kejadian kemarin. Awalnya memang sulit bagi Honoka untuk melupakan Yuki, apalagi mereka memang satu kelas setiap hari mereka pasti bertemu walau Honoka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindar. Tapi untunglah berkat buku yang selalu ia pegang, ia bisa mengalihkan perhatian dan asyik dengan dunianya sendiri. Bagi Honoka hal yang paling mujarab untuk melupakan segala kesulitan yang ada di dunia ini adalah dengan membaca.

Entah bagaimana keadaan Yuki dan hubungannya dengan Hanae, Honoka benar-benar tidak tahu. Ia benar-benar fokus belajar bahkan ia juga sering menolak jika Kyoko dan Arata mengajaknya keluar. Lagipula siapa juga yang mau menjadi obat nyamuk sedangkan ia sendiri baru saja putus dari pacarnya. Honoka juga jarang melihat Hanae di sekolah. Sebenarnya Honoka khawatir dengan kondisi Hanae, mau bagaimanapun Hanae adalah temannya. Honoka pernah datang rumah sakit, tapi Honoka tidak jadi menemuinya karena saat itu sedang ada Yuki di sana dan mereka terlihat sangat dekat. Saat itu Yuki menemani Hanae sambil mengelus rambut gadis itu dengan lembut.

Jujur saja hati Honoka sakit melihatnya, tentu saja ia cemburu. Memang keputusan untuk putus itu darinya tapi tetap saja ia masih mencintai Yuki dan ia tidak suka melihat ada gadis lain yang dekat dengannya. Ia tidak rela jika ada gadis lain yang rambutnya dibelai oleh Yuki. Ia tidak sanggup melihat tangan gadis lain yang digenggam oleh Yuki. Ia iri saat ada gadis lain yang bisa membuatnya tertawa. Tapi Honoka tidak boleh egois, ada gadis lain yang lebih membutuhkan Yuki. Ada gadis lain yang lebih membutuhkan genggaman dan dukungan darinya. Ada gadis lain yang lebih membutuhkan senyuman dan belaian Yuki agar memiliki semangat untuk hidup. Honoka bersyukur, setidaknya ia masih memiliki tubuh yang sehat. Ayah yang perhatian dan sahabat yang selalu ada untuknya.

Hari terus berganti dan musim gugur pun tiba. Daun-daun berubah menjadi kuning kecoklatan dan akhirnya berguguran. Walau begitu, kota Tokyo tetap saja bersih tanpa ada daun-daun kering yang bergumul memenuhi jalan. Ujian kelulusan pun sudah berlalu, dan hari ini adalah hari pengumuman hasil ujiannya.

"Hono-chan!" Honoka menoleh saat ada yang memanggil namanya. Ya, itu adalah suara sahabat terbaiknya di seluruh alam semesta ini, siapa lagi kalau bukan Kyoko. Honoka yang sedang membaca buku pun menutup buku demi melihat wajah sahabatnya yang terlihat habis berlari itu.

"Nani?"

"Nilai hasil ujianmu tertinggi di tingkat nasional!" Seru Kyoko dengan penuh a

"Oh"

Honoka pun kembali membuka bukunya, saat sedetik kemudian ia tersadar.

"Aku mendapat nilai tertinggi? di tingkat nasional?!" Teriak Honoka. Kyoko pun mengangguk dan memeluknya.

Why?! [FINISH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang