But I Still Want You²

282 32 6
                                        

Tak ada kecurigaan lebih dari member lain tentang cepatnya waktu debut mereka. Mereka hanya fokus pada jadwal mereka yang padat tanpa harus memikirkan hal lainnya

"Jujur padaku, apa yang kau relakan!" Nampaknya Venus masih cukup peka untuk masalah ini. Semuanya nampak tak logis, hanya 2 malam dan mereka bisa debut. Hanya karena panggilan Daya ke ruang Bang PDnim kini mereka bisa menghirup nafas lega karena akhirnya bisa debut. Ini tak logis, dan tak akan pernah logis

"Tidak ada unnie, kau bertanya sampai kapanpun jawabanku tetap sama" balas Daya sebisanya karena saat ini dia sedang di make up karena akan tampil di press conference debut mereka

"Kau tau siapa aku Daya-ssi. Dan sampai kapanpun aku akan mencari tau" putus Venus lalu meninggalkan Daya yang masih menutup matanya. Mencuri waktu tidur di sela waktu yang dia bisa

Maaf jika mengecewakan. Namun akan lebih baik jika kalian tidak tau apa yang ku relakan. Karena apa yang telah kalian relakan selama ini, tidak sebanding dengan apa yang telah ku relakan semalam -Daya

Jieun yang bertindak sebagai MC pada acara tersebut tersenyum hangat, dia melakukan pekerjaannya dengan profesional, ya sebelum nama Daya tersebut oleh bibir cantiknya

"Daya-ssi, lama tak berjumpa.. Bagaimana kabarmu?"

"Seperti yang kau lihat, sangat baik"

"Dan kuharap selalu baik. Banyak pertanyaan yang ditujukan padamu, tapi aku aku akan menanyakan beberapa saja... Pertama, apa perbedaan signifikan antara dorm Bangtan dan juga dorm Flower Child? Dan lebih enak mana, bersama Flower Child atau bersama Bangtan?" Jieun tersenyum manis, namun Daya tau dia bermaksud meremehkan. Miryeo mengoper Microphone yang sedari tadi dihadapannya ke Daya. Dengan manisnya gadis yang kini berambut panjang itu menerimanya

"Wah pertanyaan menjebak, hahaha... Sebahagia apapun aku bersama Bangtan sunbaenim, aku lebih bahagia lagi jika ditempatkan ditempatku seharusnya. Dorm serta keadaan memang menggairahkan milik Bangtan sunbaenim. Dan pula biasanya rumput tetangga memang terlihat lebih menyejukkan mata dibanding rumput sendiri. Namun aku bertekad, aku juga akan merasakan hal itu kelak. Jika aku berusaha bersama member lainnya disini. Keadaan akan berubah jika kita yang merubahnya menjadi lebih baik. Bukan begitu, Unnie?" ucapan Daya cukup membuat Jieun meremas mic yang ia pegang. Itu terlihat karena kuku-kukunya memutih

"Memang benar, jika kita ingin sukses kita harus berusaha dan merelakan apapun yang kita miliki, bukan begitu Daya-ssi? Aku rasa kau banyak berkorban, bukan? Kau merelakan banyak hal untuk berada ditempat ini. Dan aku harap apa yang kau lepaskan setimpal dengan apa yang kau harapkan. Sekali lagi selamat atas debut kalian, semuanya tampak keren. Dan terimakasih kepada penonton diluar sana, jangan lupa untuk memberi dukungan dan cinta kalian pada hoobae kami, Flower Child. Saya Bang Jieun pamit.. Terimakasih"

An Idol

Taehyung bertanya-tanya didalam otaknya. Apa yang telah dia lakukan pada Daya sehingga gadis itu menjauhinya sekarang. Tak ada balasan pada setiap pesan darinya, dan telfon yang selalu diangkat oleh orang lain. Bahkan jika bertemu, gadis cantik itu menjauhinya secara terang-terangan. Seingatnya dia tidak melakukan kesalahan. Ya seingatnya

"Kau tau, kau seperti mayat hidup beberapa hari terakhir. Adakah yang mengganggumu, Tn. Kim?" Park Jimin, sahabat terdekat dirinya, orang yang akan menangis dan tertawa bersamanya. Orang yang selalu memiliki rahasianya. Mereka dekat, dan tak sulit bagi Jimin menerka setiap gerak gerik Taehyung

An IdolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang