4 May 1794
Kota Sofya, Kota yang Ramai penduduk dan rata-rata bekerja sebagai Pedagang.
Jauh dari keramaian, Kota Sofya memiliki Hutan didalamnya. Disana tinggal seorang dan juga Putranya.
Ctak!
Anak panah itu tepat mengenai tubuh rusa yang berlari kencang. Namjoon tersenyum miring dan membawa Rusa itu untuk dimasak dirumahnya.
"Wah, Kamu mendapatkannya? Hebat." Puji Paman Kim. Namjoon hanya terkekeh.
"Ini mudah, Paman." Ucapnya enteng. Pamannya hanya ikut tersenyum.
"Baik-baik. Letakan itu dibelakang. Sebelum dimasak harus di Bersihkan dulu, Ya kan?" Namjoon mengangguk.
Ia pergi kebelakang Rumah Pamannya yang sederhana itu. Disana terlihat Bibi Kim tengah mencuci baju.
"Oh, Namjoon. Kamu dapat Rusa? Wah, Hebat." Bibi Kim tersenyum.
"Ayolah berhenti memujiku, Kalian tau, Aku memang suka berburu."
Paman Kim yang sedari tadi mengikuti Namjoon dari belakang pun tertawa ringan.
"Letakan itu disini, Biar aku yang urus." Ucap Bibi Kim.
Namjoon mengangguk, Ia meletakan Rusa itu dibelakang dapur.
"Namjoon, Ayo berlatih panah." Ajak Paman Kim.
Namjoon menghela nafas. "Aku mau--"
"Jangan menolak, Ayo."
Tak ada pilihan lain, Terpaksa Namjoon mengikuti Pamannya yang pergi menjauh dari Gubuk tempat ia tinggal.
"Kali ini kita coba jarak 3 Meter. Bisa?"
Namjoon melotot. "P-paman! Ayolah, Itu--"
"Ayo dicoba, Jangan mengeluh."
Namjoon tersenyum paksa. "Baiklah." Ucapnya penuh penekanan.
Ia menarik tali busur kuat-kuat dan memfokuskan target. Didepannya ada sebuah Pohon dengan Papan Lingkaran yang biasa digunakan untuk latihan panah.
Ctak!
Meleset.
Namjoon menghela nafas. "Terlalu jauh." Ucapnya.
Paman Kim menatap Namjoon datar. "Berikan busurmu. Lihat ini."
Paman Kim menarik tali busur dan memfokuskan pandangannya pada target.
Ctak!
Namjoon melongo. Tepat sasaran. Paman Kim terkekeh. "Jangan mengeluh, Makanya."
Namjoon menghela nafas. "Baiklah, Aku coba lagi."
Ctak! Ctak!
Berhasil!
Namjoon tersenyum lebar. "Apa kemampuanku masih diragukan lagi, Paman?"
Paman Kim tertawa dan menggeleng. "Tidak, Kau sudah Pro."
"Kalau begitu, Aku ingin mencari saudara-saudaraku."
Paman Kim sedikit terkejut. "Apa kau yakin?"
Namjoon mengangguk mantap. "Tentu! Aku sudah lama menantikan itu!"
Paman Kim memberikan sebuah kertas, Itu Peta.
"Ini Peta Negeri Bangtan, Kau bisa menemukan saudaramu lewat peta ini. pastikan jangan ceroboh dan tak hilang."
Namjoon mengangguk paham.
"Kau tinggal mengikuti tanda panah yang ada, Daerah yang dilingkar merah itu tandanya Saudaramu ada disana."
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Prince's ✔
Aventura[COMPLETED] Kisah kami, 7 Orang yang dihancurkan dan akan Kembali untuk Menghancurkan. [Bangtan Brothership] - [BTS KingdomAU!] - WARN! : Typo itu Manusia -
