Suara kuda tengah berlari itu terdengar ditelinga mereka. Seokjin, Felix dan Namjoon berusaha untuk bersembunyi.
Tapi sepertinya tak cukup.
"Apa Gubuk ini ada Pemiliknya?" Suara itu, Felix tau itu Chorus.
"Kurang tau, Mungkin tidak. Karena Gubuk ini juga terlihat terbengkalai."
Chorus masih menatap Gubuk itu lama. Sedangkan penghuni didalamnya yang sedang bersembunyi berharap mereka pergi.
Seokjin bersembunyi dibawah Meja, Namjoon didalam lemari dan Felix bersembunyi samping lemari.
Pintu Gubuk itu dibuka Chorus. Membuat ketiga orang itu sangat waspada.
Chorus masuk, Melihat-lihat sekeliling. Lalu tanpa sadar ia menendang sesuatu.
Prang!
Seokjin menepuk dahinya pelan. 'Sial, Itu panci yang digunakan untuk makan tadi!'
Chorus mengernyit. Barusan yang ia tendang adalah sebuah panci yang agak kotor.
Ia tak mempedulikannya, Ia masuk lebih dalam. Ingin mencari tau sesuatu.
"Aku bisa merasakan ada beberapa orang disini."
Chorus terkejut. Ia menoleh kebelakang,
"Suga? Sejak kapan kau disini?"
Seokjin, Felix dan Namjoon terkejut juga. Rasanya mereka ingin menciutkan diri mereka sendiri sekecil mungkin agar tak terlihat oleh mereka.
Dan lebih terkejutnya lagi ketika Namjoon dan Seokjin mendengar suara yang tak asing ditelinga mereka. Chorus menyebut namanya, Suga.
"Baru tadi, Tapi Yang Mulia, Kurasa kau terlalu menghabiskan waktumu dengan sia-sia ditempat ini. Bukankah kau ingin ke Peramal Han?"
Chorus menatapnya lekat. "Ya, Aku ingin kesana. Dan kau, Kau belum menemukan Kim Namjoon."
Namjoon melotot kaget. Ia menahan mulutnya untuk tak berteriak. Setidaknya, Ia hanya terkejut.
"Aku akan mencarinya di Kota ini. Maka, Segeralah Yang Mulia pergi ke Peramal Han. Tapi sebelumnya, Tolong berikan aku 10 Prajurit untuk membantuku."
Chorus menatap Suga lekat. Kemudian terkekeh, Lalu 10 Prajurit yang diinginkan sudah berada bersama Suga.
Chorus kemudian pergi melewati Suga. "Pengawal, Ayo ketempat Han."
"Baik."
Mereka pergi, Felix telah mendengar suara tapak kuda yang berlari menjauh. Tapi sepertinya Suga masih bergeming ditempatnya.
Suga menatap sekeliling. "Cih." decaknya kemudian pergi menutup pintu gubuk.
Namjoon, Seokjin dan Felix menghela nafas lega. Mereka kemudian keluar dari tempat persembunyian.
"Bagaimana yang namanya Suga dan Chorus tau diriku?" Tanya Namjoon keheranan.
"Apa kau pernah terlibat dengan mereka?" Tanya Seokjin menerawang.
Namjoon menggeleng. "Sungguh, Aku-"
"Aku tau, Aku tau kenapa Namjoon bisa dikenal Suga dan Chorus." Potong Felix.
"Apa?" Tanya Seokjin
Felix menjawabnya takut-takut sembari menunduk. "Namjoon-Hyung pernah menyelamatkanku dari beberapa Pengawal yang mengejarku. Namjoon-Hyung bilang pada mereka kalau Ia adalah Putra Raja Kim, Kim Namjoon."
Seokjin menatap Namjoon tajam. "Haruskah kau berkata seperti itu saat sedang menolong orang, Kim Namjoon?"
"Tidak, Hyung! Namjoon-Hyung tak bersalah. Seharusnya aku--"
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Prince's ✔
Avontuur[COMPLETED] Kisah kami, 7 Orang yang dihancurkan dan akan Kembali untuk Menghancurkan. [Bangtan Brothership] - [BTS KingdomAU!] - WARN! : Typo itu Manusia -
