17; War is Begin

6.7K 769 20
                                        


Malam hari, Semua sunyi dan begitu mencekam. Seokjin merasa, bahwa Chorus sudah tau rencananya dan akan membuat jebakan. Mungkin ia mengirim beberapa penjaga untuk memata-matai mereka.

"Sebagian masuk dari belakang. Aku, Hansung, Namjoon dan Beberapa Prajurit akan masuk dari gerbang depan-"

"Apa itu tak membahayakan nyawamu, hyung?" Tanya Jimin khawatir.

"Tenang saja, Aku akan baik-baik saja."

"Baiklah, Lalu aku dibagian mana?" Tanya Hoseok. Jimin ikut mengangguk dan menunjuk diri.

"Kalian berdua masuk lewat belakang. Temukan Yoongi dan Jungkook. Aku dan Pasukanku akan fokus ke Chorus."

Namjoon mengangguk. "Aku paham, Ayolah. Cepat, Tanganku gatal ingin menghajar sialan itu."

Seokjin tersenyum tipis. Lalu mereka semua berpisah sesuai titahnya. Kini Seokjin, Namjoon dan Hansung melihat jelas bahwa ada beberapa Prajurit tengah berdiri siaga didepannya.

"SERANG!"

.

.

Masa bodoh dengan suasana malam, Pertarungan tetap terjadi. Suara pedang beradu dan beberapa suara gaduh terdengar sampai ke penduduk.

"Kita tak bisa membiarkan mereka membawa pasukan sedikit itu. Chorus punya ribuan Prajurit."

"Kau benar, Ayo kita susul. Kurasa kita sudah cukup membawa ratusan orang temanku."

"Tentu saja, Kau bisa andalkan kami, Pangeran Taehyung!"

.

Seokjin turun dari kuda, Begitu juga yang lain. Lalu berlari menyerang mereka semua tanpa ampun.

Darah seketika berceceran dimana-mana. Itu semua ulah Hansung yang sudah ganas sekarang.

"Aku suka lihat darah kalian." Ucap Hansung sembari menyeringai.

Crak! Bruk!

Prajurit banyak yang tumbang. Baik pihak Seokjin maupun Pihak Chorus.

"Kurasa kita harus masuk kedalam. Pasukan disini menipis." Ajak Namjoon sembari menyiapkan anak panahnya yang lain.

"Ayo, Masuk."

Mereka bertiga dan beberapa pengawal yang tersisa masuk lebih dalam. Seokjin dan Namjoon dibuat ingat kembali dimana mereka masih tinggal diistana itu.

Kini semua sudah berubah, Sudah diatur oleh Chorus. Semua kenangan yang ada disini seakan lenyap.

"Namjoon, belakang!"

Trang!

Suara pedang beradu terdengar nyaring. Seokjin menahan pedang si prajurit yang ingin melukai adiknya dari belakang.

Namjoon mundur selangkah. Ia menyiapkan anak panah untuk busurnya. 

Ctak!

Prajurit itu jatuh tersungkur dengan panah yang tertancap didada kirinya. Seokjin menghela nafas pelan.

"Harus lebih hati-hati." Ucapnya dengan nada tegas.

Namjoon mengangguk kaku. Ia kemudian masuk lebih dalam. Hingga berhenti kembali ketika mendengar suatu gerakan tawa dari tangga.

Benar saja, Chorus disana. Dengan angkuhnya, Ia berjalan pelan. Menatap pasukan Seokjin satu persatu dengan mata begitu tajam.

"Selamat datang di Bangtan."

Beberapa kata itu keluar dari Mulut Chorus. Nada yang rendah juga datar membuat mereka sedikit bergidik ngeri.

Seokjin mengepalkan tangannya. Ia sudah siap untuk membunuhnya. Dan Chorus tau, ia dapat melihat Seokjin mengepalkan tangannya.

Seven Prince's ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang