3; Hyung?

9.1K 1K 30
                                        


Namjoon menghela nafasnya kasar. Ia menyingkirkan tubuh Penjaga yang sempat menghalanginya tadi.

Kemudian ia menghampiri sosok berjubah itu. Orang itu terlihat ketakutan.

"Jangan takut, Aku tak akan melukaimu." Ucap Namjoon lembut.

Orang berjubah itu menatap dirinya tak percaya.

"Jadi... Orang yang ada dihadapanku ini... Adalah Pangeran Namjoon?" Tanya orang berjubah itu memastikan.

Namjoon mengangguk pelan. "Sebaiknya rahasiakan itu."

Orang berubah itu tampak bersyukur.

"Terima kasih Pangeran, Kau datang kembali. Kau menyelamatkan aku! Terima kasih, Pangeran!"

Namjoon tersenyum dan menepuk bahu orang itu pelan.

"Baiklah, Tapi.. Bisa aku minta bantuan padamu?"

°•° Seven Prince's °•°

"Silahkan duduk, yang mulia."

Pria paruh baya itu duduk bersamaan Namjoon yang duduk didepannya.

Orang berjubah itu duduk dengan Ibunya dilain Kursi.

Namjoon berdehem dan tersenyum.

"Aku ingin bertanya, Apa yang terjadi pada Bangtan selama 12 tahun ini?" Tanya Namjoon.

Pria paruh baya dan seorang Ibu itu saling pandang sedih.

"Banyak sekali kesengsaraan, Pangeran. Semenjak kejadian itu, Chorus menguasai Bangtan dan Mengambil hak kami."

"Kami rakyat Bangtan tidak diperbolehkan untuk bersenjata. Kalau melawan, Maka akan di siksa dalam penjara bawah tanah."

"Kami juga krisis makanan dan Minuman, Raja tak merawat lingkungan dengan baik sehingga semua nya rusak."

"Jalan Pintas yang sering kami gunakan untuk berdagang ke Kota lain juga sudah di hancurkan. Sehingga kami tak bisa berdagang lagi."

"Kami sebagian dari Penyihir juga dirugikan, Portal Portal untuk melakukan perjalanan jauh juga diambil oleh mereka. Walaupun Raja Chorus juga Raja Sihir. Ia enggan membuat Portal sendiri."

Namjoon menghela nafasnya. "Maafkan aku, Aku terlambat."

Ibu itu menggeleng. "Kenapa minta maaf, Pangeran? Cukup anda dan Saudara anda kembali ke Negeri Bangtan ini, Kami yakin Bangtan akan damai kembali."

"Pangeran, Apa kau akan mencari Saudara-Saudaramu?" Tanya Pria paruh baya itu.

Namjoon mengangguk. "Iya, Aku akan melakukan perjalanan panjang. Cukup dengan Peta ini, Aku mungkin bisa menemukan saudaraku."

Orang berjubah itu menampakkan wajahnya dan sedikit mengintip Peta yang dipegang Namjoon.

Namjoon sendiri terkejut melihat wajah pemuda itu, Ia begitu tampan. Dengan iris mata Biru laut yang terang. Langka.

"Ah, Pangeran. Aku bisa mengantarmu ke 4 Daerah. Jika kau mau, Biarkan aku membantu." Ucap Orang berjubah itu.

Namjoon menggeleng. "Tidak, Terimakasih atas tawaranmu, Aku bisa sendiri." Ucapnya sambil tersenyum.

"Tapi Pangeran, Disana Hutan. Kami mengkhawatirkan keadaanmu disana." Respon Pria paruh baya itu.

Namjoon menatap Peta yang ia pegang. Cukup sulit dan Banyak hutan kedepannya. Senyuman tipis diukir di bibir Namjoon.

"Kalau begitu, Baiklah. Aku menerima tawaranmu, Anak muda."

°•° Seven Prince's °•°

Seven Prince's ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang