Seminggu setelah Kejadian.
"Tak apa, Lukanya sudah mengering. Aku sudah mengobatinya. Hanya butuh istirahat yang cukup, maka mereka akan sembuh." ucap tabib pada Hoseok dan Namjoon.
Mereka berada disalah satu kamar. Seingat Namjoon, ini adalah kamar Ayah dan Bundanya. Tapi semua sudah diatur ulang oleh Chorus.
Yoongi dan Jungkook tidur bersebrangan. 2 orang tabib ada di kiri dan dikanan mereka.
"Hyung, bukankah ini berlebihan? Maksudku- aku sudah tak merasakan sakit lagi." Ucap Jungkook memelas.
Yoongi berdehem sejenak. "Justru aku sangat menikmati, Aku bisa tidur-tiduran disini."
Namjoon, Hoseok, Jungkook dan beberapa orang disana melihat Yoongi aneh tapi juga menahan tawa.
"Semakin lama semakin aneh saja. Aku jadi tak yakin dia saudaraku atau bukan."
Tak!
"Bicara apa kau, Hoseok? Seenak jidat bicara seperti itu!" Namjoon mengomel.
Hoseok tertawa lepas. "Aku hanya bercanda, lagipula, Yoongi-Hyung tak mendengarnya kan?"
Bugh!
"Aduh!"
Bantal terlempar menuju wajah Hoseok dan tepat sasaran. Itu ulah Yoongi.
"Aku mendengarnya." Katanya tajam.
Hoseok tertawa pelan. "Ah, sudahlah. Nanti aku ikutan gila." Kemudian ia pergi keluar kamar.
Jungkook hanya diam dan tertawa melihat para Hyungnya itu.
"Ck, Gigi kuda." Cibir Yoongi.
Namjoon menepuk dahi. "Sebaiknya setelah pengobatan selesai, kalian tidur saja. Aku akan bantu Seokjin-Hyung."
"Bantu apa?"
"Dia akan menjadi Raja Bangtan, pastinya banyak urusan dan aku akan membantunya."
Ah, Yoongi dan Jungkook juga baru ingat. Karena pertarungan ini sudah selesai, Maka tentu saja yang akan menjadi Raja selanjutnya adalah Seokjin.
"Tidak, Aku tak mau tidur. Aku bosan." Elak Jungkook.
"Hei, Bocah. Nurut sekali saja!" Kata Namjoon.
Baru hendak bicara kembali, Sosok Perempuan paruh baya masuk ke kamar dengan anggun. Bisa kalian sebut itu adalah Istri Chorus yang diselamatkan Hoseok dan Jimin.
Seisi ruangan itu menunduk hormat. Ibu itu tersenyum manis. Ia menghampiri Namjoon dan menepuk pundaknya pelan. Lalu menatap kearah saudaranya yang sedang terbaring.
"Apa kalian sudah baikan?" Tanya Ibu.
"Sudah, Yang Mulia Ratu." Jawab Jungkook dan Yoongi bersamaan.
Ibu itu sedikit terkejut. "Kenapa kalian memanggilku Ratu? Ah, Panggil saja aku Ibu." katanya sembari tersenyum.
"Jabatanku harusnya diduduki oleh Kim Seokjin. Maka ia akan jadi Raja disini. Aku akan merawat kalian semua dengan sepenuh hati layaknya Ibu kalian." Sambungnya lagi.
"Sungguh, Ibu?" Jungkook langsung duduk bersandar. Matanya berkaca-kaca seakan merindukan Ibundanya.
"Tentu saja. Kenapa tidak? Kalian mau, kan?"
Namjoon menyeka air matanya diam-diam. Ia hanya mendongak, mencegah agar air matanya tak turun.
"Tentu saja, Ibu!"
.
.
.
"Taehyung sama Jimin, Tolong sebarkan Undangan ini. Tempelkan saja di Mading setiap Kota." Suruh Hoseok sembari menyerahkan beberapa undangan berbentuk kertas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Prince's ✔
Adventure[COMPLETED] Kisah kami, 7 Orang yang dihancurkan dan akan Kembali untuk Menghancurkan. [Bangtan Brothership] - [BTS KingdomAU!] - WARN! : Typo itu Manusia -
