Tidak, Seokjin tidak tau dimana Jungkook berada. Ia menggeram marah. Ia merutuki dirinya yang sudah lama tak berkunjung kesini.
Seandainya ia Sering menemui sang adik disini, Pasti Seokjin akan tau apa yang terjadi.
"Sial." Gumamnya pelan tapi tajam.
"Hyung, Tenanglah. Kita akan coba mencarinya keseluruh Kota ini. Kita akan berusaha sebaik mungkin." Ucap Namjoon menenangkan.
.
.
Terhitung sudah, 4 Hari berlalu. Dan mereka bertiga tak menemukan Jungkook disudut kota.
"Apa Mungkin Jungkook dibawa ke Istana dan dipenjara disana?" Tanya Namjoon.
Seokjin masih terdiam. Ia merenungkan kata si adik. Memang ada benarnya.
"Aku tak tau, Tapi setidaknya kita mencari disekitar kota dulu. Siapa tau dia masih ada disini."
"Tapi kita sudah mencarinya kemanapun. Warga selalu menggeleng tak tau." Gumam Felix.
Namjoon menyentuh pundak sang Kakak. "Lebih baik kita lanjutkan perjalanan, Hyung. Kita sudah berusaha menemukannya. Jika takdir, Maka Jungkook akan kembali."
Namjoon menarik nafas. Menenangkan sang Kakak. "Aku yakin Jungkook tak selemah itu. Jadi cukup percaya saja, Ia baik-baik saja."
Seokjin akhirnya menyerah. Ia menuruti kemauan sang adik. Dimana ia harus pergi meninggalkan Dinesh tanpa Jungkook.
Maka pada Dini hari saat itu, mereka memutuskan untuk pergi dan melanjutkan perjalanan.
.
.
Suga tersenyum tipis. Ia menatap tajam kearah 3 Orang yang berjalan sejejer disamping.
Kini ia dan 10 orang Prajurit itu sedang berada diatas pohon. Memantau dari atas. Juga menyerang dari atas.
Pohon? Ah benar. Mereka -Seokjin, Namjoon dam Felix- sudah ada didalam Hutan.
Dan Suga menemukan seorang Kim Namjoon beserta Kim Seokjin. Dan bocah ingusan, Felix. Suga sudah mengetahui semua sejak awal. Ia tak sebodoh itu.
"Disini masih sangat gelap. Seharusnya kita berangkat saat matahari sudah naik." Usul Namjoon.
"Ya, Kau benar. Kita hanya ingin Buru-buru."
Felix berjalan berdampingan. Tapi kemudian berhenti. "Tunggu."
Seokjin dan Namjoon menoleh. "Ada A-"
"AWAS!"
Ctak! Ctak!
Seokjin menghindar, Ia terkejut ketika ada beberapa Panah yang hampir menusuk dirinya.
Dilihat dari jenis anak panah itu, Seokjin dapat merumuskan bahwa itu adalah anak panah dari senjata Bowgun.
Namjoon dan Seokjin mengeluarkan senjata andalan. Dengan feel yang mereka gunakan, Ia bisa merasakan kehadiran musuh.
Sekitar ada 10 orang dan Namjoon merasakan itu. Tapi ia tak tau dimana posisi Musuh.
Bugh!
"Felix!" Seru Seokjin.
"Argh-" Felix memekik sakit saat tubuhnya dipukul keras.
Brak!
"Akh!"
Seokjin meringis saat tubuhnya didorong dan dibanting kebelakang.
Namjoon tau keadaan Felix dan Seokjin. Tapi ia berusaha fokus untuk memanahi musuh yang ada dihadapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Prince's ✔
Abenteuer[COMPLETED] Kisah kami, 7 Orang yang dihancurkan dan akan Kembali untuk Menghancurkan. [Bangtan Brothership] - [BTS KingdomAU!] - WARN! : Typo itu Manusia -
