ⓜⓐⓕⓘⓐ
"Hun maaf, bukannya gue nolak, tapi gue udah berkomitmen kalo gue bakal fokus dulu nyari eomma, gue harap lo ngerti"
Sehun terdiam... sepertinya ia salah memilih waktu.
"Gak apa-apa Yeon, gue ngerti kok dan gue masih punya banyak waktu buat nungguin lo"
"Jangan bosen nungguin gue ya Hun"
Sehun tersenyum dan mengangguk, dia tidak masalah kalau hubungan mereka di gantung seperti ini, asalkan suatu saat nanti Hayeon bisa menerima perasaannya.
Skip
Setelah pernyataan cinta kemarin, Sehun dan Hayeon bersikap seperti biasa,
Seolah tidak terjadi apa-apa,
Lagipula alasan Hayeon menolak Sehun bukan karena dia tidak menyukai pemuda itu, tapi karena memang Hayeon belum siap untuk saat ini.
Memang Hayeon akui dia juga menyukai Sehun karena Sehun selalu memberinya perhatian, tapi saat ini pikiran Hayeon hanya terfokus pada ibu nya.
"HAYEON, Yeon!!"
Yoora menekan bel appartemen Hayeon dengan brutal, liburnya sudah selesai jadi mereka bisa kembali menemani Hayeon di appartemen.
"iya sebentar" Jawab seseorang dari dalam
"Loh kok suranya... suara cowok sihhh"
Nela, Nelsa, Yoora dan Seuyong saling berpandangan.
Ceklek
Seuyong terbelalak kaget saat melihat siapa yang keluar dari appartemen sahabatnya,
"OMG! OPPA"
Seuyong berteriak histeris saat melihat siapa orang yang keluar dari appartemen Hayeon.
"Seuyong?"
Oh Sehun, pria bertubuh atletis itu keluar dengan santai tanpa mempedulikan tatapan empat gadis muda di hadapannya.
"OPPA NGAPAIN DI DALEM APPARTEMEN TEMEN AKU?! OPPA NGELAKUIN APA SAMA TEMEN AKU?!"
"Seuyong berisik! Mending kalian masuk dulu"
Skip
"Ohh jadi perempuan yang pernah Oppa ceritain ke aku waktu itu ternyata Hayeon, Hayeon sahabat aku?"
Sehun menceritakan kronologi kejadian saat ia pertama kali bertemu dengan Hayeon, dan juga alasan kenapa Sehun bisa berada di dalam appartemen Hayeon,
Seuyong sudah salah paham duluan, dia kira Sehun melakukan hal yang tidak-tidak pada sahabatnya, karena Hayeon itu cantik jadi tidak mungkin kakaknya ini tidak terpikat pada Hayeon walau hanya dalam sekali pandang.
"Iya makanya jangan Negatif thinking dulu, sebelum nuduh orang kamu harus tau dulu kebenarannya!"
"Wajar dong Oppa aku mikir yang enggak-enggak! oppa kan laki-laki, sedangkan Hayeon perempuan, laki-laki sama perempuan kalo di satuin di satu tempat apalagi yang tertutup kaya gini bisa aja kelepasan!"
"Ssttt udah di bilangin jangan berisik, Hayeon lagi istirahat!"
Sehun membekap mulut adiknya yang tidak bisa di kontrol itu, padahal Hayeon sedang tidur di kamar karena belum sembuh total.
"Ups! abis Oppa nyebelin!"
Sehun menghela napas dan berusaha tidak peduli pada ocehan Seuyong, kalau di ladeni malah tidak akan ada habisnya.
Skip
Sehun berjalan menelusuri rumah besar yg sudah lama tidak dia datangi, karena hari sudah sore jadi Sehun mengantar adiknya pulang ke rumah, sedangkan Yoora menjaga Hayeon di appartemen karena katanya dia mau menginap.
"Sehunie!!"
Sehun menoleh ketika merasa ada yang memanggil namanya, seorang wanita paruh baya menghampirinya dari arah dapur dengan setengah berlari.
"dari mana saja kau? kenapa jarang pulang? eomma merindukanmu" itu Nam Mi, dia adalah ibu kandung Sehun.
"iya eomma, Sehun Oppa udah punya pacar makanya jarang pulang" ledek Seuyong,
Sehun mendelik dan menjitak kepala Seuyong.
"Hah?"
"Gak kok! Sehun belum punya pacar"
Seuyong tersenyum sinis saat Sehun berusaha membantah tuduhannya, Sehun yang melihat Seuyong tersenyum meledek kembali mendaratkan pukulan ringan pada kepala adiknya itu.
"Udah gak usah berantem! Sehun malem ini kamu nginep yah, eomma masih kangen sama kamu"
"Emm gimana yah eomma, aku males ketemu kakek-kakek tua tukang pemarah itu"
"Hushh! jangan ngomong kaya gitu, biar gimana pun dia itu tetap Appa kamu, Appa kandung kamu sayang, lagian Appa gak ada di rumah katanya dia mau ke Incheon selama 2 minggu"
"Yang bener eomma?! Yes akhirnya aku bebas, yahh walau cuman dua minggu sih"
Seuyong bersorak senang, walau hanya dua minggu setidaknya dia bebas melakukan hal apapun yang dia inginkan di rumah ini, seperti melakukan percobaan memasak, menonton TV di ruang tengah sambil memakan camilan atau berenang di halaman belakang.
"iya bersenang-senang lah selama Appa tidak di rumah"
Nam Mi tersenyum, setengah senang dan setengah sedih, dia sadar kenapa Seuyong sangat tidak betah berada di rumah, biasanya Seuyong hanya mengurung diri di kamar dan hanya mau keluar kalau Hyunsik sedang tidak ada.
"Hahh ya udah kalo gitu, tapi Sehun cuman bisa nginep semalem aja"
"Iya sayang gak apa-apa, yang penting kamu bisa ngeluangin waktu buat kita"
"Oh iya, Seungyoon mau pulang loh dari London, karena study nya udah selesai, jadi dia mau balik lagi ke sini, tapi yang eomma tau dia udah beli appartemen dan appartemennya satu gedung sama kamu Hun, katanya sengaja beli appartemen yg deketan sama kamu biar bisa ketemu kamu terus"
"Ahhh eomma, itu cuman alesan Seungyoon Hyung aja, dia sengaja beli appartemen deketan biar bisa gangguin aku"
Sehun tanpa sadar memajukan bibirnya, Hyung pertamanya sepertinya sengaja membeli appartemen dekat dengan appartemen yang di tinggalinya.
"Ohh ternyata seorang Sehun yang terkenal Cool, Cuek, dan berwajah datar kaya keramik di kamar mandi bisa cemberut juga kaya anak perempuan" sosor Seuyong (lagi) sambil sedikit melebaykan kata-katanya,
"Ya! kenapa kamu seneng banget sih gangguin orang ngobrol?! udah sana mandi, badan kamu bau" Ucap Sehun sambil mendorong Seuyong agar segera pergi dari sana.
Skip
Sehun melewati ruang kerja ayahnya, bayang-bayang saat dia masih kecil berputar di kepalanya.
*Flashback
"Sehun"
TBC
Sorry for TYPO!
and thank's for your support❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia ✔Osh [COMPLETE]
Romance[COMPLETE] ⓜⓐⓕⓘⓐ ⓛⓘⓕⓔ Surat di kamar Ayahnya, Menjadi salah satu bukti, alasan di balik kepergian ibunya selama belasan tahun. Serta file yang berisi rekaman CCTV, yang memperkuat bukti kejadian tragis di masa lalu? 2 hal itu lah, Yang membawa...
![Mafia ✔Osh [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/142910393-64-k176512.jpg)