Rintik hujan yang datang tiba-tiba memang selalu merepotkan. Marvin sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah, suasana yang hujan lebat membuat keadaan sekitar nampak sepi dan dingin.
Dalam keadaan mengendarai motornya sesekali Marvin memikirkan Krystal. Sudah beberapa hari gadis yang telah mencuri hatinya itu tidak terlihat. Dia tidak masuk sekolah bahkan memberi kabar, dan tanpa sepengetahuan orang lain Marvin setiap harinya mengintai rumah Krystal hanya untuk mencaritahu apa yang terjadi pada gadis pujaannya.
Marvin sempat terkejut jika ternyata Suzy juga tinggal serumah dengannya. Bukan hanya itu, pria berwajah datar yang mengaku sebagai kakak sepupu Krystal pun tinggal bersamanya. Marvin benar-benar bingung, apa sebenarnya hubungan mereka.
Jika benar Krystal dan Suzy tinggal dalam serumah tentunya mereka punya hubungan dekat, tapi kenapa selama berada di sekolah Suzy seakan tidak mengenal Krystal dia bahkan terlihat membencinya. Marvin benar-benar bingung. Namun dia tidak akan menyerah, Marvin akan terus menyelidiki semuanya hingga dia menemukan jawaban atas kecurigaannya selama ini.
Marvin tidak bermaksut ikut campur dengan masalah pribadi Krystal, dia hanya merasa kasihan pada gadis itu. Krystal terlalu banyak menyimpan luka, tangis dan airmata. Dan sebagai pria yang peduli juga menyayanginya Marvin berjanji akan membantu Krystal keluar dari masalah yang membelenggunya selama ini. Meski tidak mudah tapi Marvin tidak akan menyerah.
Saat melintasi persimpangan jalan, samar-samar Marvin melihat sosok yang begitu familiar. Sosok itu berjalan di bawah guyuran air hujan. Marvin sempat keheranan, siapa si bodoh itu yang nekat berjalan kaki dalam keadaan hujan lebat. Apa dia tidak takut terserang demam atau flu? Dan Marvin memilih tidak peduli.
Tapi tiba-tiba sosok itu jatuh tepat di sisi kiri jalan dimana motor Marvin hendak berbelok. Merasa naluri kemanusiaannya muncul, Marvin pun mencoba menghentikan laju motornya dan menghampiri orang itu.
Mata Marvin melebar, dia mengenali sosok itu. Sosok yang sejak tadi dia pikirkan dan membuat fokusnya berkurang.
“Krystal!”
Dengan langkah memburu Marvin berlari menghampiri Krystal. Lalu mengangkat tubuh Krystal yang terkulai dengan kepala yang sudah berlumuran darah.
“Tolooooong...”
Marvin menoleh sana sini, berteriak lantang meminta tolong berharap ada seseorang yang melintas lalu membantunya.
Sebuah Mobil tiba-tiba berhenti, sang pemilik turun sambil membawa payung.
“Tuan tolong bantu aku membawanya kerumah sakit.” pinta Marvin tidak sabaran.
Lelaki tua itu terkejut karena merasa mengenali sosok wanita yang berada di pelukan Marvin.
“Nona Krystal, apa yang terjadi padanya?” dia pun ikutan panik. “Ayo cepat bawa masuk.”
Tanpa membuang waktu Marvin langsung mengangkat Krystal ke dalam mobil dan melaju menuju rumah sakit terdekat. Marvin bahkan tidak perduli dengan Motor kesayangannya yang di tinggalkan begitu saja di pinggiran jalan.
°°°
“TIDAK!!!!!”
Teriak Krystal sambil terduduk dengan nafas tersengal, keringat sudah membanjiri tubuhnya, matanya membelalak lebar, ia benar-benar merasa ketakutan.
Kejadian tiga hari lalu benar-benar menyisakan trauma yang mendalam untuknya, tiada hari ia lewati tanpa bermimpi buruk tentang kejadian itu.
“Kau sudah sadar?” tanya suara lembut seseorang di sampingnya.
Dengan panik Krystal mengalihkan perhatiannya ke orang itu, alih-alih sean, yang ia lihat malah sosok sahabatnya, yang sedang duduk di samping ranjangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Wife
Storie d'amoreMurahan, jalang, wanita penggoda, hingga perebut suami orang, adalah gelar yang telah Krystal terima. Pandangan mencemoh dan menghujat dirinya yang dinilai hina, tapi satu hal yang tidak bisa dirubah : Isabella Krystal Lynelle sudah menjadi istri ke...
