Nae Ri sedang membuka beberapa berkas peninggalan bunda ketika Ho Seok mengetuk pintu kamarnya.
"Boleh aku masuk?" tanya Ho Seok pelan sambil tersenyum. Disusul anggukan Nae Ri. "Apa yang sedang kau lakukan?"
"Ini adalah akta tanah tempat toko roti bunda." jawab Nae Ri. "Toko roti di pusat kota itu. Sebenarnya milik bundaku."
Ho Seok melotot. "Benarkah?" Ia terkejut tidak percaya. "Aku baru tahu."
"Inilah satu-satunya harta yang aku punya." ujar Nae Ri pelan. "Aku tidak mungkin menjual toko itu untuk kepentinganku kan? Jadi kumohon, kak. Tolong jangan beritahu ibu." pinta gadis itu.
"Ibu akan mengambil semuanya jika dia tahu. Aku takkan punya apapun lagi." ujar Nae Ri sambil memasukkan lembaran itu di map coklat dan menyimpannya dengan rapi di selipan lemari pakaian.
"Simpanlah dengan baik. Aku pastikan ibu tidak akan tahu."
Nae Ri tersenyum. Ho Seok adalah kakak yang baik. Meskipun kakak tiri, Ho Seok merupakan salah satu alasan ia masih bertahan untuk tinggal di rumah ini.
