xviii. dimarahin mama

172 24 3
                                    

"shania," panggil kak suga yang masih gue peluk, dan ngebuat gue langsung ngelepas pelukannya.


"e-eh maaf kak," tadinya gue ngelepas gitu aja, tapi kak suga malah narik gue lagi ke pelukannya gak lama setelah itu. dan pastinya, ngebuat gue kaget setengah mati.


"gak apa-apa, gue suka kok, kalo lo kayak gini," trus yang gue rasain pelukan dia makin erat, "maaf—" katanya, tercekat.

gue mendongak, "kenapa minta maaf?"

"gatau, rasanya pengen minta maaf aja sama lo, gue terus-terusan masukin lo ke zona bahaya. gue bahkan keliatan maksa kalo lo harus suka sama gue, padahal diluar sana, ada laki-laki banyak yang lebih baik dari gue." lanjutnya lagi, kenyataannya gak gini kok.

"oke, so. yuk, pulang, sayang," dan selanjutnya, dia ngasih gue helmnya.


dan kita menyusuri malam ini. sekarang, jam 11 malam, kak suga merasa bersalah kepada gue.


motor kak suga berhenti agak jauh dari rumah gue. karena apa? karena gue takut kak suga kena marah sama nyokap, dan itu bisa buat hubungan gue sama kak suga bisa buruk.

"main sama siapa kamu sampai pulang malem begini?!" teriak mama gue yang ternyata dari tadi nungguin gue didepan rumah. "sama suga suga itu! kamu masih sma udah berani selingkuh ya! daniel itu kamu kemanain!" lanjut mama gue, gue cuma bisa diem aja.

"anak seumur kamu tuh harusnya belajar malah main! kamu tuh fokus sama jalur hukum kamu biar bisa masuk kampus elite. malah mainan sama orang gak jelas!" terus nyokap.


"orang kayak dia mah gak tau impiannya apa! harusnya kamu—" // "kak suga bukan orang gak jelas ma. dia orang baik. mama aja yang gak mau berbaur sama orang-orang baik, dan malah diem dirumah yabg justru ngundang banyaknya orang gak jelas, orang yang mama gak suka, orang yang gak punya impian."


gue lihat kak suga masih diem ditempatnya. yang mau maju ngebelain gue, tapi gue suruh dia diem dulu ditempat.


nyokap gue diem. "aku gak mau masuk jalur hukum, ma. aku gak mau ngurungin mimpi-mimpi aku yang selama ini diem doang gak bisa berkembang, cuma karena mama maksa aku ikut jalur hukum. mama dari dulu udah kubilang, aku mau jalur komunikasi, aku mau ke jerman, ma. berapa kali lagi aku harus bilang?" ujar gue.

lalu kak suga ngedatengin gue. dan untuk terakhir kalinya, sebagai final dari segala unek-unek buat nyokap, gue megang tangan kak suga didepan nyokap. dan sukses buat nyokap bingung.


"kak daniel udah jadi mantan aku ma. inilah kenapa mama terlalu lemah untuk dibodohin, dan nurun ke aku? yang sakit siapa? yang sakit aku. mama gak dapet apa-apanya, makanya itu mama dengan mudahnya nyuruh orang lain ngelakuin apa yang mama mau." lalu gue natap kak suga yang juga natap gue bingung.










"aku sama kak suga pacaran mulai detik ini juga. aku tau dia yang terbaik. mama jangan ganggu aku lagi." dan setelah itu gue narik kak suga keluar dari rumah gue.



good job, shania.

[1] Schatz; min yoongi ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang