Somebody's Love - 2

2.7K 383 86
                                        

Pesta barbekyu diadakan di taman dan ada lebih banyak orang yang datang daripada yang dia bayangkan, dan itu membuatnya lebih gugup.

Musiknya terlalu keras, tempatnya gelap dan bau rerumputan, daging sapi, dan alkohol, dan semua orang sudah banyak yang mabuk saat dia dan teman-temannya tiba.

Mingyu sedang duduk di meja piknik, kakinya bersandar di atas kursi dan ada orang yang duduk di kiri dan kanannya yang Wonwoo tidak kenal. Dia melihat Wonwoo lebih dulu, dan sebuah senyum menyebar di wajahnya sebelum dia berdiri dan melewati kerumunan untuk menghampiri Wonwoo.

Mereka masih berdiri seperti itu, dan Mingyu sepertinya dia melakukannya dengan sengaja, karena dia terlihat sangat, sangat tampan malam ini, rambutnya diarahkan ke belakang dan wajahnya diterangi oleh api unggun besar di tengah taman.

"Kamu terlambat." Mingyu mengatakannya, cukup lirih sehingga hanya Wonwoo yang mendengarnya. Tidak ada banyak orang yang memperhatikan; teman-teman mereka terlalu sibuk memeluk satu sama lain, seolah-olah mereka tidak pernah bertemu selama lebih dari setahun.

"Seokmin tidak bisa memutuskan apa yang akan di pakai." Wonwoo mengangkat bahu, jantungnya berdegup kencang di dalam dadanya, terasa seperti akan meledak, seperti, dia menyimpan rahasia dari Mingyu—yang mana dia akan mengatakan. "Selamat ulang tahun." Dia akhirnya mengatakannya, dia terdengar seperti kehabisan nafas karena sangat gugup.

Mingyu menariknya ke dalam pelukannya, tidak terlalu erat, tapi dia masih bisa mengubur hidungnya di ceruk leher Wonwoo, membisikkan ucapan terima kasih yang mengirimkan getaran sampai ke tulang punggung Wonwoo. Wonwoo menutup matanya dan memegang jaket Mingyu, menyerap aromanya dan berharap untuk tenang tetapi itu hanya membuatnya semakin gugup.

Berada di dekat Mingyu sama sekali tidak dapat membuatnya tenang.

"Mingyu! Birthday Boy, kemarilah!" Seungkwan berteriak dan sedetik kemudian Mingyu ditarik keluar dari pelukan Wonwoo dan menjadi pelukan kelompok.

Jeonghan memberi Wonwoo senyuman meyakinkan dari jauh, dan Wonwoo menarik nafas dalam-dalam.

Benar.

Dia bisa melakukannya.

Satu jam telah berlalu dan Wonwoo tidak bisa melakukannya.

Setiap kali dia mencoba mendekati Mingyu, orang lain mulai berbicara dengan Mingyu. Dan itu bukan orang biasa, kadang itu seorang gadis cantik atau laki-laki yang mengaguminya, dan kemudian seorang gadis cantik lagi, dan kemudian Yuna memperkenalkan salah satu temannya ke Mingyu dan, Mingyu telah mengobrol dengannya selama dua puluh menit dan tidak ada yang bisa Wonwoo lakukan.

"Kamu tahu, cepat gunakan waktumu, tapi lakukan itu ketika semua orang masih cukup sadar untuk mengingatnya besok." Jeonghan muncul di sebelahnya, membungkuk untuk berbicara di telinga Wonwoo yang terlihat seperti entah malaikat atau iblis yang duduk di pundak Wonwoo, terus-menerus mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan.

"Dia sibuk."

"Oh ayolah." Jeonghan memutar matanya. "Berhenti mengarang-ngarang alasan dan lakukan apa yang harus kamu lakukan. Aku bisa mengalihkan perhatiannya, jika kamu mau."

"Oh, tidak, jangan lakukan itu!" Yuna tiba-tiba mendesakkan tubuhnya yang kecil di antara mereka berdua, menunjukkan jari telunjuknya ke dada Jeonghan. "Jauhi mereka. Tuhan tahu berapa lama usahaku yang harus membuat mereka berbicara."

Jeonghan mencacinya. "Kenapa juga kamu mencoba selalu mengenalkan Mingyu dengan salah satu temanmu sepanjang waktu?"

"Karena" Dia menarik napas dalam-dalam, bahunya menurun. "Mingyu membutuhkannya, oke? Dia belum pernah berkencan selama lebih dari setahun. Aku tahu Mingyu. Dia merasa kesepian tapi untuk beberapa alasan dia terus menolak semua orang yang bahkan telah menunjukkan minat padanya."

...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang