sepuluh

319 19 0
                                    

sehun turun kebawah untuk makan malam. makan malam akhir akhir ini sangat sepi,karna hanya sehun yang berada di meja makan,neneknya belom juga pulang dari luar kota.

selesai makan malam,sehun kembali kekamarnya dan mengerjakan tugasnya.

sehun merasa lelah beberapa hari ini,sehun tertidur di atas meja belajarnya sambil terduduk.

aura melihat sehun tak tega. dia berusaha memindahkan sehun tanpa membangunkan sehun. selesai dipindahkan,aura menyelimuti tubuh sehun agar tidak kedinginan.

aura mencium kening sehun sekilas dan pergi keluar.


masih hari hari sekolah. sehun juga jarang bertemu dengan aura. entahlah,mungkin dia sedang ada urusan pikir sehun.

dia pergi sekolah kembali menggunakan sepedannya.

dia menikmati angin yang sejuk menerpa badannya.

sesampainya di sekolah sehun memarkirkan sepedannya dan pergi ke kelas. kelas masih sepi,tidak seperti kemaren. tidak ada jane dan anak lainnya,mungkin sehun terlalu cepat datangnya.

sehun duduk dan mengambil earphone nya. sehun merasa ada yang aneh belakangan ini. seperti ada yang melihat dirinya.

tidak lama kemudian kelas menjadi rame. satu persatu siswa siswi berdatangan.

jam menunjukan pukul tujuh kurang,berarti sedikit lagi akan bel masuk. tapi sehun belum menemukan jane.  ah sial,kenapa aku harus memikirkan jane,batin sehun.

bel masuk sudah berbunyi,tapi jane belum juga datang. jam pelajaran pertama sedang berlangsung. Saat sehun sedang fokus mengerjakan tugasnya,dia melihat jane sedang berlari dan menuju kelas.

jane datang dengan terlambat. aneh,perasaan sehun sedikit lega. jane langsung duduk ketempatnya di samping sehun. buru buru sehun memalingkan wajahnya dari jane.

sehun melihat wajah jane sekilas. sehun kaget,wajah jane terlihat pucat dan kelelahan.

" wajahmu pucat" kata sehun memberi tahu jane. ah sial,bahkan sehun sekarang terlihat seperti orang khawatir.

" ah iya kah? hm.." kata jane sambil memegang bibirnya dan mengambil sesuatu di tasnya.

sehun tidak melihat apa yang sedang jane lakukan,sehun hanya berusaha memalingkan penglihatannya dari jane.

pelajaran dimulai seperti biasa. tak terasa bel sudah berbunyi.

sehun langsung beranjak pergi meninggalkan kelasnya.

sehun pergi ke atap hanya untuk merasakan angin yang sejuk.

sambil memejamkan matanya menikmati udara,tiba tiba saja sehun merasa pintu atap terbuka,berarti ada yang masuk.

sehun tetap pada posisinya. sehun merasa sofa di sampingnya bergerak,ada yang duduk disamping sehun. sehun melirik sampingnya dan mendapati jane sedang duduk disampingnya sambil memejamkan matanya seperti yang dilakukannya tadi.

hening,padahal ada dua manusia ditempat yang sama di sofa yang sama sambil melakukan hal yang sama.

" kamu sering kesini?" tanya jane membuka suara di antara mereka berdua.

" hm" respon sehun tetap memejamkan matanya.

" aku juga sering kesini" kata jane. aneh padahal jane baru pindah kelas 12 kemaren.

" aneh yah" kata jane seperti membaca pikiran saja.

" memang,dulu aku juga sekolah disini kelas 10. ayahku ketua yayasan disini. tapi setelah kenaikan kelas 11 aku pindah keluar kota ikut dengan ibuku. dan aku kembali pindah kesini setelah kenaikan kelas 12" jelas jane kepada sehun.

indigo ; ooh sehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang