dua belas

302 21 0
                                        

selesai mandi,sehun keluar menggunakan handuk kecil yang melilit pinggangnya.

tanpa sadar aura masih diposisi yang tadi.

" kYAAAAAA SEHUN" teriak aura kaget karna melihat tubuh (sitrles) setangah telanjang sehun. buru buru aura menutup matanya menggunakan kedua tangannya.

tanpa sadar,aura memberi celah di setiap jari jarinya. aura bahkan tidak berkedip melihat tubuh sehun hanya dari belakang. pundaknya yang lebar,perutnya yang sixpack dan bau harum maskulin dari sehun.

" gausah di kasih cela buka aja juga gapapa" sehun mengucapkan itu sambil terus memilih bajunya di dalam lemari.

" aishhh,sotau kamu sehun" kata aura sambil merapatkan jari jarinya.

sehun pergi ke kamar mandi dan memakai pakaiannya,tidak mungkin dia pakai dikamar,yang ada kasian mata aura yang lebih muda darinya.

selesai memakai pakaiannya,sehun keluar kamar mandi dan duduk di kursi belajarnya. sehun memandangi aura yang masih menutup matanya menggunakan tangannya.

" hei,aku bahkan sudah memakai bajunya sedari tadi" ucap sehun memberitahu aura.

aura membuka tangannya secara perlahan-lahan,takut takut sehun bohong apa yang dia ucapkan.

sehun hanya tersenyum sekilas melihat aura yang nampak polos.

diam,sambil bertatapan dua makhluk itu hanya saling menatap,seperti sedang berkomunikasi dengan matanya.

" aura" panggil sehun sambil terus menatap aura.

" hm"

" maaf" kata sehun lirih.

" untuk apa?" tanya aura bingung,karna memang yang dia rasakan kalau sehun tidak pernag berbuat salah dengannya.

" maaf,telah mengundur acara menuntaskan kasus tewasnya kamu" kata sehun sambil menunduk.

" tidak apa,kamu kan sekolah. urus saja urusan sekolahmu,lagian tidak begitu penting masalahku kan?" ucap aura sambil tersenyum manis ke arah sehun.

" iya,hm aku mau makan malam dulu. kamu mau ikut?" kata sehun sambil mengajak aura untuk ikut turun ke bawah ke meja makan.

" tidak usah" ucap aura.

" yasudah aku turun" kata sehun dan berjalan turun untuk makan malam.

selama dia berjalan menuju ruang makan,sehun merasakan ada yang sedang berlari lari didekatnya. sehun tidak peduli,tapi semakin sehun tidak peduli semakin sehun merasakan hal tersebut.

sehun diam di tempat sambil terus merasakan anak kecil yang terus lari larian didekatnya. saat sehun merasakan anak itu sudah dekat. sehun membalik bada dan mendapatkan anak kecil yang muka nya mirip orang belanda sedang tertawa cekikikan dibelakangnya.

" yah tertangkap" kata anak kecil tersebut melihat sehun yang sedang menatap dirinya.

sehun hanya tersenyum kepada anak kecil itu.

" mainnya nanti aja yah,sehun ingin makan" ucap sehun ke bocah kecil itu.

" yah,yasudah deh" kata bocah itu lesu dan berjalan menghilang.

sshun kembali berjalan menuju meja makan. seperti biasa,nenek belum pulang dari luar kota dan dia makan sendiri dimeja makan.

selesai makan,sehun pergi ke wastafel dan membersihkan sisa makanannya tadi.

sehun melihat bi marni yang sangat gelisah dan seperti orang ketakutan. bi marni melihat sehun dan terburu buru menghampiri sehun.

" em nak sehun,tolong bibi. itu dikamar bibi ada yang mengganggu" kata bi marni ketakutan.

sehun pergi ke kamar bi marni yang tidak jauh dari ruang makan.

sesampainya di kamar bi marni. sehun melihat anak kecil yang tadi lari larian didekatnya sekarang sedang lari larian dikamar bi marni.

" hei anak kecil,mau permen" kata sehun ke arah bocah kecil tersebut.

" mau mau" kata anak kecil itu menghampiri sehun dengan semangat.

" tapi kamu harus pergi dan mencari teman ditempat lain" ucap sehun saat anak kecil itu sudah didepannya.

" yah kok gitu sih" kata bocah kecil itu sambil memperlihatkan wajah imut anak kecil.

" kamu g boleh main disini,disini ada orang jahat kakek kakek" sehun tau,yang di maksud kakek kakek jahat itu adalah dukun yang biasa mengusir hantu.

" ah oke,yasudah. mana permennya?" ngalah bocah itu dan kembali meminta permennya.

" nih" ucap sehun saat memberikan permen tersebut.
" jangan nakal"

anak itu menghilang dari kamar bi marni. bi marni masih terheran,kenapa lelaki setampan cucu majikannya itu bisa melihat hantu.

" makasih den" ucap bi marni kepada sehun.

"Hm"

lagi lagi,bi marni kaget akan respon sehun. padahal sebelumnya dia seperti sudah bersikap baik dan berbicara banyak dengan hantu.

sehun langsung pergi ke kamarnya. sampai kamar dia langsung menyelesaikan tugas yang di berikan oleh gurunya dan membuat tugas yang akan di kumpulkan besok.

sehun sebenarnya anak yang rajin. hanya dari luar sehun nampak malas dan sering tidur dikelas. padahal dia selalu juara dikelasnya.

selesai mengerjakan tugasnya. sehun beristirahat dengan menyenderkan tubuhnya di kasur dan membaca buku favoritnya.

tak terasa,mata sehun makin berat. akhirnya sehun memutuskan untuk tidur dan mematikan lampu kamarnya.

indigo ; ooh sehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang