"Donghyuck-ah jangan berlari! Tunggu aku!"
Haechan tetap berlari tanpa peduli teriakan Doyoung padanya, justru semakin mempercepat lariannya saat langkahnya memasuki bandara yang cukup besar di Seoul.
Mata beruangnya mengedar panik melihat sekeliling. Mencari seseorang ditengah kumpulan manusia yang tengah hilir mudik dihadapannya.
Tak ia pedulikan tatapan heran pengunjung lain padanya, karena yang ada dikepalanya sekarang hanya menemukan sosok tinggi yang kini selalu menghiasi harinya.
Lariannya memelan dan berhenti ditengah kerumunan pengunjung bandara, tubuhnya membungkuk dengan bertumpu pada lututnya. Sementara matanya tetap fokus mengedar sekeliling dengan napas yang terengah-engah.
Tidak, dia tidak bisa berhenti sekarang atau dia akan kehilangan Yukhei. Haechan yang sama sekali tak menyukai berlari namun kini ia terus berlari hingga kehabisan napas hanya untuk mengejar Yukhei. Masih lengkap dengan seragam sekolahnya Haechan kembali berlari tak tentu arah.
Padahal hari ini masih hari kelulusannya, saat acara kelulusannya masih berlangsung dan memasuki sesi berfoto mata Haechan terus melihat deretan kursi didepan panggung, mencari sosok tinggi Yukhei namun tak dapat menemukannya. Hingga ia bertanya pada Doyoung, dan kakaknya itu mengatakan bahwa hari ini Yukhei pergi ke Hongkong.
Dengan panik Haechan memaksa Doyoung untuk mengantarnya ke bandara, tak memperdulikan serangkaian acara wisuda yang belum selesai atau sekedar mengganti seragam ditubuhnya.
Otaknya kacau dengan perasaan cemas saat ia tahu Yukhei pergi ke Hongkong, dia tidak ingin Yukhei pergi darinya, dia tidak ingin Yukhei meninggalkannya.
Karena ia mencintai Yukhei.
Lagi, langkanya terhenti akibat kehabisan napas. Tubuhnya jatuh berjongkok masih dengan mata yang mengedar.
"Ah.. Donghyuck-ah... A-aku tidak tahu larimu secepat itu.."
Doyoung membungkuk disamping Haechan dengan napas yang tersengal-sengal, dia tidak menyangka adiknya yang begitu benci berlari bisa berlari secepat itu hanya untuk Yukhei.
"Sudahlah Donghyuck-ah ayo kita pulang, kita bisa menyusulnya ke Hongkong nanti"
Tangan Doyoung mencoba meraih bahu kecil Haechan namun segera ditepis dengan kasar dan melihat Doyoung dengan marah.
"Tidak Hyung! Kenapa dia pergi tidak memberitahuku! Apa dia marah karena aku tak memberitahunya soal pindahanku ke Jepang! Atau dia memang hanya ingin pergi meninggalkanku!"
Doyoung terkesiap malihat Haechan yang secara tiba-tiba berdiri dan membentaknya. Tangannya kembali menyentuh bahu kecil Haechan dan menggenggamnya lembut.
"Kurasa bukan seperti itu Donghyuck-ah"
"Lalu kenapa-"
"Perhatian. Penerbangan dengan pesawat Asiana Airlines dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Hongkong 15 menit lagi diterbangkan. Harap segera menyelesaikan prosedur dan bersiap. Terima kasih"
Tubuh keduanya membeku mendengar pengumuman suara melalui intercom yang menggema diseluruh penjuru bandara. Membuat Haechan menatap panik Doyoung dihadapannya nya.
"Hyung bagai-"
Ucapan Haechan terhenti saat manik beruang itu melihat sosok yang sedang dicarinya. Melangkah cepat menuju sosok pria tinggi yang menyeret sebuah koper hitam berukuran sedang dengan mata yang terfokus pada ponsel ditanganya.
"YUKHEI HYUNG"
Yukhei tersentak saat seorang pemuda dengan seragam kuning mencolok memeluknya erat dari samping.
"Hae-Haechan?"
Tubuh besar Yukhei berbalik dan membalas pelukan Haechan, menyeka keringat yang berjatuhan di dahi sipemuda manis. Matanya bertabrakan dengan Doyoung yang juga tengah menatapnya.
"Haechan-ah?"
Tangan besar Yukhei menyentuh dagu Haechan dan mengadahkannya saat ia mendengar suara isakan pemuda dalam pelukannya. Sedikit meringis melihat lelehan air mata yang meluncur dengan bebas dari kedua mata indah itu membuat hati Yukhei sakit. Dengan lembut ia mengusap air mata Haechan dan mempererat pelukannya.
"Sstthh Haechan-ah jangan menangis. Aku minta maaf"
"Ke-kenapa! Kenapa Hyung pergi ke Hongkong! A-apa kau marah karena aku tak memberitahumu tentang kepindahan ku ke Jepang? Ji-jika iya, aku minta maaf. Tapi jangan pergi dariku.. ja-jangan meninggalkanku.. hiks.. jangan..."
"Haechan-ah mana mungkin aku meninggalkanmu, aku pergi karena harus memperkenalkan seseorang pada orang tuaku"
"Hm? Hiks.. siapa?"
Masih dengan mata yang berair pandangan Haechan mengedar, memperhatikan sekeliling. Mencari tahu siapa orang yang dimaksud Yukhei, namun tak ada siapapun disekitar Yukhei.
"Kau. Lee Donghyuck"
"Hah? Apa maksud-"
Ucapan Haechan terhenti dan menatap bingung pada Yukhei yang mengangguk mantap didepannya.
"Orang tua ku harus mengenal siapa mantunya kan. Jadi ayo!"
"Tu-tunggu! Apa maksud- Doyoung Hyung?"
Kebingungan Haechan bertambah berkali lipat saat kakaknya itu ikut mengangguk.
"Sudah cepatlah pergi. Sebelum aku berubah pikiran"
"Ok. Kami pergi Hyung"
Sekali lagi Doyoung hanya menggaruk mendengar Yukhei. Yukhei menggenggam jemari kecil Haechan dan beranjak dari sana, tak lupa menyeret koper yang dibawanya.
Tak memperdulikan Haechan yang ikut berjalan dengan kebingungan memgikuti tarikan tanganya.
"Tunggu dulu jelaskan padaku, apa maksud semua ini!"
"Akan ku jelaskan saat sudah sampai Hongkong"
"Hah? Ta-tapi- Doyoung Hyung!"
Kepala Haechan menoleh, melihat kebelakang dan mendapati kakaknya hanya melambaikan tangan padanya.
"Hati-hati Donghyuck-ah. Jika sudah sampai telpon Hyung. Ok!"
Lambaian tangan Doyoung berhenti saat melihat pasangan itu memasuki gate dan tertutup dengan tubuh pengunjung lain. Pria kelinci itu menghela napas dan berbalik, beranjak pergi dan mengeluarkan ponselnya. Mengirim sebuah pesan dan keluar dari bandara.
To: Ayah
Dia sudah pergi✔✔
Doyoung mendengus ketika pesannya dibaca namun tak dibalas. Tak lama kemudian dia tersenyum melihat balasan dilayar ponselnya.
Ayah
Iya
"Dasar pak tua tsundere"
Doyoung terkekeh kecil dan masuk dalam mobilnya. Melaju meninggalkan kawasan bandara.
Tbc~
👀
Bye bye💚💚
KAMU SEDANG MEMBACA
Warna [END]
FanfictionWong Yukhei hanya seorang karyawan biasa dengan kehidupan yang tenang kadang membosankan, hingga muncul bocah SMA dengan kepribadian absurd mengacaukan kehidupan tenangnya sebagai tetangga baru. karakternya OOC terutama Lucas
![Warna [END]](https://img.wattpad.com/cover/146316634-64-k317714.jpg)