9

4.6K 748 175
                                        


"Lalu apa bedanya!!! Lee Haechan dan Kim Donghyuck tetap satu, yaitu dirimu!!"

"Jelas berbeda!!!! Karena Kim Donghyuck tidak pantas untukmu!!"

Yukhei terdiam mendengar jeritan Haechan, lalu berdecak kesal.

"Aku tidak peduli kau Lee Haechan atau Kim Donghyuck!! Karena sebentar lagi aku akan mengubahmu menjadi Wong!!"

"A-apa ma-maksud mu-"

"Aku mencintaimu Lee Haechan! Ah, Kim Donghyuck. Terserah siapa namamu yang jelas aku mencintaimu!! Saranghae"










Haechan terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka. Melihat wajah serius Yukhei dengan mata tidak percaya.

"Hyung? Ka-kau-"

Ucapan Haechan terhenti melihat wajah tampan itu mulai maju kearahnya. Haechan memundurkan wajahnya dengan mata yang masih fokus menatap mata Yukhei, tak lama kemudian ia memejamkan matanya ketika merasakan bibir tebal Yukhei menyentuh bibir cherry nya lembut.

Yukhei mencium lama bibir Cherry didepannya, dia hanya sekedar menempelkan bibir keduanya dengan lembut dan mengelus pipi Haechan pelan.

Yukhei melepas ciumannya dan melihat Haechan yang membuka matanya dengan sayu.

Lagi, Yukhei ingin merasakan bibir itu lagi.

Wajah Yukhei kembali maju. Meraih bibir merah Haechan dan melumatnya lembut. Mata bulatnya menatap tajam sekaligus penuh kelembutan pada mata indah Haechan yang masih menatapnya sayu.

Mata sayu Haechan kembali tertutup saat merasakan bibirnya dihisap pelan dan lidah Yukhei mulai masuk dalam rongga mulutnya. Yukhei memiringkan wajahnya dengan lidah yang semakin mencoba masuk lebih dalam. Mengabsen deretan gigi rapi Haechan dan melilit lidah anak itu pelan, mengajaknya bermain bersama.

Tangan kanan Yukhei bergerak ke bagian belakang kepala Haechan dan mengelus Surai coklat madu itu lembut dengan sesekali menekannya pelan untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan kiri Yukhei meraih pinggang ramping Haechan dalam dekapannya.

Haechan hanya bisa pasrah dengan yang Yukhei lakukan padanya, karena pria tinggi itu tidak lagi menciumnya tapi mencumbunya.

Haechan tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membalas cumbuan Yukhei, ini pertama kali untuknya. Yang bisa ia lakukan hanya meremas erat ujung jaket denim Yukhei.

"Ngghh- Ahh-hh.. .."
Desah tertahan Haechan saat lidah Yukhei menjelajahi rongga mulutnya dengan sesekali menghisap bibir bagian bawahnya.

Yukhei semakin mengeratkan dekapannya dipinggang Haechan. Sesekali dia menghisap bibir Haechan dan menjilatnya disela cumbuannya yang makin dalam dan intens.

Yap, Yukhei mabuk sekarang. Dia mabuk akan pesona Haechan, dan jatuh lebih dalam pada sosok yang kini masih didekap dan dicumbunya.

Melepaskan cumbuannya saat merasakan Haechan yang hampir kehabisan nafas. Bibir Yukhei terangkat dan mengecup kelopak mata Haechan yang masih tertutup rapat, tangannya mengelus pipi yang memerah itu lembut.

Wajah Yukhei kembali turun dan berhenti ditengah perpotongan pundak dan leher jenjang Haechan.

Mengecupnya pelan lalu menjilatnya.
Membuat Haechan semakin rapat menutup mata dan meremas ujung jaket itu erat, menikmati sensasi asing yang memabukkan.

"H-hyu... Nngghh"
Lenguhan tertahan Haechan saat Yukhei mengigit kulit lehernya pelan lalu kembali menjilatnya. Membuat otak Haechan tidak mampu berpikir dan mulai mengigit bibir bawahnya sendiri untuk menahan desahan yang keluar dari mulutnya.

Warna [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang