Seminggu kemudian...
Tidak terasa, sudah seminggu sejak acara kelulusan anak kelas 12 SMA Kusukakamu berlangsung.
Sekolah yang biasanya ramai dengan suara murid-murid kini terasa jauh lebih sepi. Beberapa kelas bahkan sudah mulai kosong karena sebagian besar siswa kelas 12 sudah resmi menyelesaikan masa sekolah mereka.
Begitu juga dengan Jeni.
Setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu di sekolah itu, akhirnya ia benar-benar lulus.
Dan tidak lama lagi, Jeni harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.
Sebenarnya Jeni masih merasa sedikit ragu untuk meninggalkan semuanya. Ia sudah terlalu nyaman dengan kehidupan di sini. Suasana sekolah, teman-temannya, kenangan bersama sahabat, dan tentu saja orang-orang yang selama ini mengisi hari-harinya.
Meninggalkan semua yang sudah dikenalnya sejak lama bukanlah sesuatu yang mudah. Jeni hanya berharap, ketika suatu hari nanti ia kembali ke tempat ini, orang-orang yang dekat dengannya—terutama sahabat-sahabatnya—masih tetap sama.
"Jeni!"
Terdengar suara mamah Jeni dari lantai bawah.
"Iyah..."
Jeni pun turun dari kamarnya dan menghampiri sang mamah. "Iya, Mah? Ada apa?"
"Kata papah, kita bakal berangkat minggu depan."
"Hah? Minggu depan? Cepet banget, Mah? Kan aku baru lulus minggu kemarin."
"Iyah. Soalnya kata papa, lebih cepat lebih baik. Kamu juga bisa adaptasi dulu di sana, bisa kenalan sama orang-orang yang ada di sana, supaya kamu punya temen."
Jeni mengangguk pelan. "Yaudah deh, Mah. Tapi sebelum aku pergi, aku boleh minta sesuatu nggak?"
Mamah Jeni langsung menatap anaknya. "Kamu ini yah, kayak mau berangkat sendiri aja. Kita kan berangkatnya bareng-bareng. Cuma Sivana aja yang nggak ikut."
"Iyah, tau. Tapi kan aku di sana lama, sampai bertahun-tahun. Jadi aku mau minta sesuatu dulu. Boleh yah?"
"Yaudah, apa?"
Jeni langsung tersenyum kecil. "Eeemm... Aku mau main sama sahabat-sahabat aku boleh, Mah? Terus nanti mereka nginep di sini. Boleh nggak?"
Mamah Jeni tampak berpikir. "Eeemm... Gimana yah?"
"Boleh ya, Mah?" pinta Jeni sambil memasang wajah memelas.
"Nanti deh, tanya papa kamu dulu. Takutnya nggak izin."
"Yahh..." Jeni langsung memasang wajah kecewa.
"Udah, nggak usah sedih gitu. Mamah sebenernya sih izin-izin aja. Tapi nggak tau sama papa kamu. Kayaknya papa kamu nggak bakal larang kok, kecuali kalo yang nginep temen laki-laki. Pasti nggak dibolehin. Mamah juga nggak ngizinin."
"Ya enggak. Aku kan mau ajak Jihan, Rosa, sama Lisa doang."
"Hmm... Bener nih? Nggak mikir buat ngajak Juno juga?"
Jeni langsung salah tingkah. "Eeemm... Hehehe... Tadinya sih iya, tapi nggak jadi."
Mamah Jeni hanya tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Kalo anak cowok nggak boleh ya, sayang. Udah, Jihan, Rosa, sama Lisa aja yang nginep. Papa sama mamah pasti izin kok."
"Oke siap!"
Setelah itu Jeni kembali naik ke atas menuju kamarnya.
Jeni membuka jendela kamarnya. Ia kemudian duduk di dekat jendela sambil memasang earphone dan mendengarkan musik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita Yang Tak Selesai [END]
FanfictionSegalanya berawal di masa SMA-masa yang penuh tawa, gengsi, dan cerita tentang cinta. Dialah orang yang membuat jantungnya berdegup lebih cepat, orang yang mengajarkannya arti perhatian kecil, hingga perlahan mereka saling mendekat, saling jatuh, da...
![Kita Yang Tak Selesai [END]](https://img.wattpad.com/cover/144304746-64-k540624.jpg)