Part 28 - Interogasi

851 65 0
                                        

Pagi telah tiba. Suasana sarapan di rumah Jeni terasa begitu hening dan khidmat. Tidak banyak percakapan yang terjadi, sampai akhirnya ayah Jeni membuka pembicaraan.

"Jen."

Jeni yang sedang menikmati sarapannya langsung menoleh.

"Iya, Pah?"

"Kata mamah kamu, semalam habis nginep di rumah Jihan?"

Seketika tangan Jeni yang sedang memegang sendok berhenti. Wajahnya mulai terlihat gugup.

"I-iya pah, bener."

"Kok semalam yang nganter kamu pulang Juno?"

MAMPUS?! INI GUA KETAHUAN BOHONG NIH?! Batin Jeni.

Jeni terdiam sesaat. Otaknya mulai mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan ayahnya.

"Anu pah, itu—"

"Jangan bohong, Jen. Papah gak suka kalau kamu bohong."

"Pah, biarin Nini ngomong dulu."

"Dari ekspresinya aja udah kelihatan kalau dia bohong."

Sivana yang duduk di sebelah Jeni hanya bisa diam. Namun, tangannya perlahan meraih tangan Jeni, berusaha menenangkannya.

Sivana tahu kalau Jeni sedang sangat gugup sekarang. Ia takut Jeni akan kena marah oleh ayahnya.

Jeni menunduk. Ia menggigit bibir bawahnya karena merasa takut dan bersalah.

"Jeni sayang, kamu jujur sama papah dan mamah. Kemarin kamu bener nginep di rumah Jihan?" tanya ibunya dengan suara lembut.

Jeni semakin merasa tidak punya pilihan lain. Ia tahu kalau terus berbohong hanya akan membuat masalah menjadi lebih besar.

"Se-sebenarnya.... A-aku...."

"Kalau gugup begini tuh makin kelihatan bohongnya."

"Pah, biarin Jeni ngomong dulu."

"Mah, pah... maafin aku karena udah bohong."

Jeni menarik napas panjang sebelum akhirnya mengaku.

"Aku kemarin nginep di rumah Juno, bukan di rumah Jihan."

Ucapannya terdengar pelan sambil menunduk.

Ayah dan ibu Jeni hanya bisa menghela napas. Sebenarnya mereka sudah menduga hal tersebut ketika melihat Juno yang mengantarkan Jeni pulang.

Sementara itu, Sivana terlihat cukup terkejut. Ia tidak menyangka kalau Jeni berbohong karena sebelumnya Jeni tidak pernah mengatakan kalau dirinya menginap di rumah Juno.

Yang Sivana tahu, Jeni menginap di rumah Jihan.

"Jen, seriusan lo?" tanya Sivana memastikan.

Jeni hanya bisa mengangguk pelan.

"Nini, kenapa harus bohong sama mamah?"

"Maafin aku, Mah..."

"Mulai sekarang kamu gak boleh berteman lagi sama Juno."

"Tapi pah..."

"Gak ada tapi-tapian! Dia sudah dikasih kepercayaan, sudah diperlakukan baik, tapi malah membuat kamu berani berbohong seperti ini."

"Pah, dengerin aku dulu..."

"Gak. Pokoknya kamu gak boleh berteman lagi sama dia."

"Pah, tapi ini bukan salah Juno."

"Gausah belain Juno."

"Papah, tolong dengerin aku dulu. Kemarin aku nginep karena Juno ulang tahun. Dia juga gak tahu kalau aku bakal nginep di rumahnya. Aku dan teman-teman yang lain cuma mau kasih surprise buat dia."

Kita Yang Tak Selesai [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang