Segalanya berawal di masa SMA-masa yang penuh tawa, gengsi, dan cerita tentang cinta. Dialah orang yang membuat jantungnya berdegup lebih cepat, orang yang mengajarkannya arti perhatian kecil, hingga perlahan mereka saling mendekat, saling jatuh, da...
Cie bikin extra part segiala😂 Vote yak Vote yak Vote yak wkwk . .
23.00
Jam segini jejen belum tidur juga. Sedangkan Siyeon udah tidur dari tadi. Gatau kenapa dia gabisa tidur malam ini. Dia masih saja memikirkan Jungkook.
Dia duduk di sofa yang menghadap ke arah jendela sambil melamun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat dia melamun, dia seperti melihat Jungkook yang sedang berdiri di dekat jendela.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jejen langsung melotot dan mengangkat kepalanya dari meja. Bukannya takut, dia malah mendekatinya.
"Jungkook.."-lirihnya
Jungkook hanya tersenyum tanpa menjawabnya. Air mata jejen kembali keluar.
"Jangan bersedih, aku baik-baik saja disana. Aku akan lebih tenang jika kamu tidak memikirkanku lagi. Bahagialah dengan hidup mu saat ini. Jangan jadikan aku beban pikiranmu. Aku tidak ingin kau terus memikirkanku"
"Aku gabisa Jungkook"-jjn
"Kamu harus bisa. Aku tidak mau kamu kenapa-napa. Jaga kesehatanmu. Jaga diri kamu baik-baik, karna aku sudah tidak bisa lagi menjagamu seperti dulu. Maaf dan terima kasih atas semuanya"-jk tersenyum ke jejen. dia mengelus pipi dan puncak kepala jejen
"Maafkan kan aku. Aku harus pergi. Bahagialah disini. Aku akan menunggumu disana"-jk
"Aku ingin ikut!"-jjn
Jungkook hanya tersenyum sambil geleng kepala. Dan sekali kedipan mata, Jungkook menghilang.
"Jungkook!!"-teriak jejen
Siyeon langsung terbangun mendengar suara Jejen. Dia melihat Jejen di dekat jendela. Siyeon langsung saja mendekatinya.
"Jen, lo kenapa? Kenapa lo ada disini? Kenapa lo belum tidur? Kenapa jendelanya kebuka kaya gini?"-siyeon khawatir banget sama jejen. Dia juga bingung kenapa jendelanya bisa kebuka, padahal tadi hari ini, jendela tidak di bukan sama sekali.
"Jungkook.."-jjn terduduk sambil menangis
Siyeon agak bergidik ngeri. Dia langsung memeluknya erat Jejen "udah jen udah. Jungkook udah pergi dia gabakal balik lagi. Dia udah tenang disana. Lo harus tenang juga jen. Kalo lo kaya gini terus, Jungkook juga bakalan sedih jen. Jadi lo harus bahagia, biar Jungkook juga bahagia"
"Gue mau ikut sama Jungkook"-ucap jjn frontal
Siyeon melotot "lo gaboleh ikut sama dia! Lo gaboleh ikut jejen!"
Siyeon ikut nangis karna mendengar ucapan keponakannya ini
"Udah cukup. Sekarang lo tidur. Ayok"-siyeon menopang tubuh jejen ke kasur
Siyeon mengusap air mata jejen "udah jen tidur!"
Jejen nurut aja. Perlahan matanya menutup sambil sesenggukan. Meskipun matanya tertutup, tapi air matanya tidak berhenti mengalir. Siyeon langsung mengusap nya lagi, setelah itu dia menutup tubuh jennie sebahu dengan selimut. siyeon ikut terlelap sambil memeluk jennie dari samping.
. . . . .
Ekstra part nya dikit heuheuTT
Kok jadi horor-horor gimana gitu wkwk
Okok, intinya votmen jangan lupam besok-besok ga ada votmen lagi di story ini
Pindah story ya gaes😂 Tapi story buatan aku aja wkwk