Part 49 - Kecelakaan

676 48 6
                                        

"Daripada lo banting, mending buat gue."

Reflek, Jeni langsung menoleh. "Lucas?"

 "Lucas?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hehehe."

"Kok lo ada di sini? Lo tinggal di sini juga?"

"Iyah."

"Lah, serius?"

"Iya Jen, di sebelah lo."

"Demi apa kita tetanggaan."

"Hahaha, kebetulan lagi"

"Sini nih, duduk," kata Jeni sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.

"Oke-oke," kata Lucas, lalu langsung duduk.

"Btw, lo sejak kapan berdiri di situ? Ngagetin gue aja."

"Sorry. Sebenernya gue mau nikmatin udara sejuk aja di sini. Eh, taunya ada lo lagi sibuk sama HP lo."

"Hehehe... Sorry, abisnya ngeselin HP-nya."

"Kenapa emang?"

"Susah sinyal."

"Oh ya? Perasaan sinyal gue aman-aman aja."

"Ini kayanya efek beda negara sih."

"Ya atuh beda negara mah susah lah. Kudu sabar... Bisa aja ada gangguan jaringan dari sini, atau nggak dari sananya."

"Jujur sebel."

"Sampe se-sebel itu?"

"Iyalah. Gue baru aja bales chat pacar gue. Eh pas VC malah nggak bener sinyalnya."

"Ohh... Pacar."

"Iya, emang kenapa?"

"Gapapa kok."

Seketika, raut wajah Lucas berubah. Senyum yang tadi terlihat di wajahnya perlahan menghilang.

"Cas? Lo kenapa sih?"

"Gapapa."

"Emm... Lo lagi sedih, ya?"

"Enggak."

"Gausah nutup-nutupin gitu, gue tau kok."

"Ya terus kalo lo tau, mau apa emang? Lagian lo gatau kan masalah gue apa?"

"Makanya lo cerita biar gue tau. Kan siapa tau gue bisa kasih solusi."

Gue emang udah kenal lo lama. Tapi gue belum bisa ceritain ini ke lo. batin Lucas.

"Udahlah gausah. Gue ke dalem yah, udah malem. Tidur lo."

"Baru juga jam segini."

"Gue udah ngantuk."

"Yaudah sono."

"Oh iya, kalo lo butuh bantuan jangan sungkan ya. Ketok aja pintu apart gue."

"Iya siap. Makasih ya."

Kita Yang Tak Selesai [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang