Part 45 - Kencan

629 60 9
                                        

Keesokan Harinya...

Setelah menghabiskan hampir seharian bersama Jihan, Rosa, dan Lisa, akhirnya girls time mereka selesai juga.

Jeni baru saja mengantar mereka bertiga sampai ke depan rumah.

"Jen, jangan lupa selalu kabarin kita ya."

"Tenang aja, nanti gue tiap hari kirim pap ke grup."

Lisa yang dari tadi diam tiba-tiba langsung memeluk Jeni. "Pokoknya jangan lupa sama kita!"

"Ih, apaan sih kalian. Gue pergi kuliah, bukan pergi ke planet lain!"

"Intinya kan kita jauhan Jen" kata Rosa.

Jeni membalas pelukan mereka satu per satu. Entah kenapa, semakin dekat dengan hari keberangkatannya, semakin berat juga rasanya meninggalkan semuanya.

"Udah sana pulang. Nanti kalian dimarahin orang tua masing-masing,"

"Iya deh. Bye, Jen!"

"Bye!"

Ketiga sahabat itu akhirnya pergi.

Jeni berdiri beberapa saat di depan pagar rumahnya sambil memperhatikan mereka sampai menghilang di ujung jalan.

Baru saja Jeni hendak masuk ke rumah...

Drrtt... drrtt...

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Juno.

Boyfie❤️

Boyfie❤️ : udah selesai girls time-nya?

Jeni : udah. Baru aja pada pulang.

Boyfie❤️ : aku jemput sekarang ya?

Jeni : hah? Jemput?

Boyfie❤️ : iya.
Boyfie❤️ : semalem kan kita udah janji hari ini mau ketemu.

Jeni : oh iya, ya ampun aku lupa. Maaf ya.

Boyfie❤️ : gapapa sayang.
Boyfie❤️ : yaudah kalo gitu kamu siap-siap dulu aja sambil aku otw

Jeni : btw kita mau kemana?

Boyfie❤️ : kencan

Jeni langsung melotot melihat layar ponselnya.

"Kencan?"

Seketika pipinya memerah.

Mereka memang sudah lama berpacaran, tapi setiap kali Juno mengajak kencan dengan cara seperti itu, Jeni tetap saja merasa malu sendiri.

Jeni buru-buru masuk ke rumah.

"Mah!"

"Iya?"

"Aku keluar sebentar ya!"

"Sama siapa?"

"Sama Juno."

Mamah hanya mengangguk. "Jangan pulang terlalu malam."

"Iya, Mah!"

Jeni langsung berlari ke kamarnya.

—————————————

📍Kamar Jeni

Jeni berdiri di depan lemari sambil memandangi pakaian yang ada di depannya.

"Yang ini terlalu biasa..."

Ia mengambil satu baju.

"Ini terlalu niat."

Ganti lagi.

Kita Yang Tak Selesai [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang