2

2K 275 3
                                        

"doyoung,"

merasa terpanggil pemuda itu menoleh, mendapati salah satu rekannya berjalan mendekat.

doyoung langsung bergeser memberi ruang untuk rekannya itu duduk.

"aku ingin bicara soal—"

"sejeong?"

joy—sebut saja begitu—menatap sebentar doyoung yang bahkan masih asik menyantap makan siangnya. wanita itu menghela nafas pendek.

"ada apa dengannya?" tanya doyoung, akhirnya pemuda itu telah selesai makan.

"dugaanku tentang dia yang terkena—"

"tidak." joy memotong cepat. "wanita itu sehat, tidak terlalu sehat maksudku."

"apa sih, maksudmu apa?" bingung doyoung.

"sejeong itu kelelahan, tubuhnya memang  cukup sehat tapi kondisi psikisnya aku tidak terlalu tahu lebih jauh karna aku baru mengeceknya sekali."

"jadi?"

"aku belum bisa tahu secara final. sejeong harus diperiksa lebih lanjut, kau mengerti kan?"

doyoung mengangguk mengerti, pemuda itu kembali menatap lurus ke depan. memperhatikan kantin yang mulai sepi orang.

"besok lusa aku kosong, kau bisa membawanya untuk dicek lebih lanjut." kata joy.

"aku akan berusaha,"

"hah?"

masalahnya bagaimana caranya agar doyoung bisa membawa sejeong kembali untuk diperiksa setelah tadi—sebelum berpisah sehabis pemeriksaan—wanita itu jelas memberitahunya kalau ia enggan untuk kembali.







—oOo—








sejeong ragu apakah ia pergi bekerja malam ini atau tidak. laki-laki bernama kim doyoung itu membawanya pada dokter kandungan.

sejeong awalnya takut, takut kalau sewaktu waktu ia dinyatakan hamil. tapi setelah pemeriksaan tadi dokter bernama joy itu tak memberitahunya hasil yang pasti.

dokter itu lebih banyak berbicara dengan laki-laki bernama doyoung tadi.

satu yang sejeong ingat adalah dokter itu melarangnya melakukan pekerjaan yang memberatkan.

sejeong sebenarnya tak ingin pergi bekerja malam ini, tapi kalau ia tak bekerja ia mau mendapat uang dari mana?

maka dari itu sejeong memutuskan untuk bekerja, berdoa saja ia mendapat pelanggan yang tidak terlalu menyusahkannya.





—oOo—




doyoung harusnya masih berada di rumah sakit karna jadwal lemburnya, tapi sebuah telfon masuk mengatakan kalau kakaknya tengah mabuk di salah satu klub.

dan doyoung tak pernah menyangka kalau ia akan kembali lagi ke tempat itu, tempat yang sama saat reuni bersama teman-temannya.

doyoung langsung mencari ke sana kemari, berharap kakaknya dapat dengan mudah ditemukan.

"kak!"

"ddooyyyy????!!!" gongmyung, kakaknya, merancau tidak jelas dan dapat ia simpulkan kalau kakaknya mabuk berat.

doyoung langsung membawa sang kakak menuju mobil, berniat mengantarnya pulang ke rumahnya dimana sang istri menunggunya.

prang!!

siapa pun yang mendengar bunyi nyaring itu langsung menoleh, begitu pun doyoung.

ia menoleh ke arah barat dimana seorang wanita terjatuh dengan pecahan botol di sekitarnya.

Dear youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang