Hinata asyik meminum lemon tea yang memang telah disediakan untuk para tamu undangan, sedangkan Naruto sibuk memandang sekitar takut jikalau ada yang menggoda gadisnya lagi.
Gadisnya?? Ah lagi-lagi Naruto merutuki dirinya sendiri karena selalu menyebutkan hal itu.
"Kau tidak minum Naruto-kun?" tanya Hinata membuyarkan konsentrasi Naruto.
"Tidak" sahut Naruto. Hinata menggembungkan pipinya kesal.
Danzo menaiki panggung bersama putra semata wayangnya, Sai.
"Tes.. Tes.." Danzo tampak sedang memeriksa apakah microphonenya sudah terpasang dengan benar. Sungguh konyol bukan?? Sai menepuk jidatnya melihat kelakuan sang Tou-san.
"Selamat malam, terimakasih kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam pesta ini" Danzo akhirnya memulai pidatonya.
"Hari ini saya tepat berusia 45 tahun. Yah, dimana 45 tahun adalah umur yang tepat untuk meminang seorang cucu" lanjut Danzo sambil menyikut putranya. Sai menaikkan sebelah alisnya.
"Tapi berhubung anak saya masih sekolah jadi masih lama waktu untuk saya meminang cucu.." seru Danzo tak lupa dengan senyuman. Para tamu ikut tersenyum mendengar penuturan Danzo.
"Sepertinya saya terlalu banyak mengoceh, baiklah untuk membuka acara ini anak saya Sai akan membawakan sebuah lagu dengan 'pacarnya' eh.. Maksud saya dengan piano kesayangannya".
Tepuk tangan riuh mengiringi langkah Sai menuju tempat duduk ternyamannya. Danzo lalu turun dari panggung dan duduk di dekat Ino. Ino sedikit terkejut melihat Danzo yang tiba-tiba duduk didekatnya.
"Tak apa. Aku ingin dekat dengan calon dari putraku" ucap Danzo menjawab kebingungan Ino. Ino terkejut.
"C-calon dari putra Danzo-san??" Ino mengulangi ucapan Danzo. Danzo hanya menjawabnya dengan senyuman yang sangat mencurigakan dengan penampakan keriput yang sudah menghiasi wajah Danzo
Lampu panggung mulai meredup dan fokus pada Sai yang berada di pojok panggung. Sai mulai memainkan tuts piano dengan lembut.
(Jangan lupa putar video diatas minna supaya makin greget. Yang diatas itu versi pianonya)
Song : Dear you
By : Miku H. feat Kaito S.
Anata wa ima doko de nani o shite imasu ka?
Kono sora no tsuzuku basho ni imasu ka?
Glek.. Ino menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Keringat dingin keluar membasahi tubuhnya dan membuat make upnya sedikit luntur. Ia terkejut bukan main mendengar lagu yang dimainkan Sai.
"Kaa-san?" Ino teringat kembali akan Kaa-sannya.
"Itu lagu kesukaan Kaa-san.." Ino menutup mulutnya tak percaya melihat Sai. Ketepatan Sai dalam memainkan tuts-tuts piano sama persis seperti Kaa-sannya.
Ima made watashi no kokoro o umete ita mono
Ushinatte hajimete kizuita
Konna ni mo watashi o sasaete kurete ita koto
Konna ni mo egao o kureteita koto
Ushinatte shimatta daishou wa
Totetsumonaku ooki sugite
Torimodosou to hisshi ni
Te o nobashite mogaku keredo
Maru de kaze no you ni surinukete
Todokisou de todokanai
Tes.. Air mata Ino mengalir setetes demi setetes. Ia tak memperdulikan make upnya yang luntur karena tangisannya. Ia hanya fokus pada Sai dan permainannya.
"Hiks.. Hikss.. Kaa-san.." Ino menangis sesenggukan. Danzo menyadari kondisi Ino yang menangis ia lalu mengelus lembut kepala Ino.
"Menangislah.." ucapan Danzo membuat Ino sedikit terkejut. Ia hanya menatap Danzo sekilas dan menangis lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hime-chan I Love You ||✅||
FanfictionSebuah kisah tentang Uzumaki Naruto yang terpaksa menikahi jodoh dari ayahnya yaitu Hyuuga Hinata. Hari-hari yang pahit dan penuh penderitaan harus dialami oleh gadis bermanik rembulan itu karena dendam yang dimiliki oleh Naruto. . . Warning⚠️⚠️ •Se...
