"Sakura-chann.." panggil Hinata pada Sakura.
"Ada apa Hinata?" Sahut Sakura
"Naruto-kun pasti baik-baik saja kan?" Tanya Hinata mengkhawatirkan si kuning itu.
"Tenanglah Hinata. Si bodoh itu bersama orang-orang kuat" jawab Ino.
.
.
.
Dor..
Naruto melepaskan satu tembakan. Satu orang tumbang dari sabit darah.
"Kemampuan menembakku hebat-ttebayou" puji Naruto pada dirinya sendiri.
"Jangan memuji dirimu dulu baka. Lihatlah yang ada didepanmu.." ucap Temari. Ada puluhan orang berdiri di depan sana dan yak Para yakuza itu mulai siap untuk menyerang.
"Mari kita mulai" ucap Sasuke. Sasuke dan pasukannya maju untuk menyambut mereka. Terjadilah baku tembak dan pertarungan jarak dekat.
Temari bersiap untuk melawan 5 orang yang ada didepannya.
"Apa-apaan ini? Kenapa aku harus melawan seorang gadis lemah ha??" Ucap salah satu lawan Temari
"Hai Nona apa kau tidak ingin menyerah saja?"
"Kau terlalu manis untuk kulukai"
"Ka-" belum sempat yang lain ikut menggoda Temari, Temari sudah siap menyemburkan amarahnya.
"A-apa katamu? Gadis lemah??" Temari mengulang ucapan pria itu. Matanya berapi-api. Terlihat jelas bahwa dia sangat marah. Kalian berhadapan dengan orang yang salah.
"Hohohoho Temari mulai mengamuk kawan" ucap Shikamaru begitu melihat sang kekasih mulai melemaskan otot-ototnya. Benar saja beberapa menit kemudian 5 orang tadi sudah terkapar tak berdaya.
"Jangan berkata bahwa gadis itu lemah. Kau hanya tidak tahu apa yang akan terjadi bila dia benar-benar serius" ucap Temari sambil meninggalkan para yakuza itu.
"Cih sialan, gadis brengsek" ucap salah seorang diantara mereka ketika menyadari lengannya patah karena Temari.
Bug.. Temari kembali melayangkan pukulannya ke orang itu.
"Berhenti memanggilku brengsek!" Ucap Temari.
.
.
.
Aaakkhh...
Dorr.. Dorr...
Buaghhh...
"Saii awass.." teriak Naruto. Sai berhasil menghindarinya.
"Hoi dibelakangmu kuningg" balas Sai. Naruto menangkisnya.
"Sasuke peluruku habiss" ucap Naruto. Sasuke segera melemparkan apa yang dibutuhkan Naruto.
"Arigatou"
Hampir setengah dari para yakuza itu gugur. Temari dan lainnya terus melakukan perlawanan pada bawahan karin itu. Hingga akhirnya.,
"Mundurr.. " sang pemimpin memberikan perintah untuk mundur. Mereka segera melaksanakan perintah dan pergi kembali ke markas.
"Khe.. Sialan mereka kabur-ttebayou" ucap Naruto kesal.
"Ayo kita kejar mereka" ajaknya kemudian.
"Hei baka.. Sudah biarkan mereka pergi. Lebih baik kita kembali. Apa kau tak melihat penampilanmu sekarang ha? " sahut Temari
"Apa? Penampilanku tetap yang terbaik dan aku tetaplah yang tertampan" ujar Naruto dengan percaya diri. Padahal penampilannya sudah acak-adul dengan luka pukul dimana-mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hime-chan I Love You ||✅||
FanfictionSebuah kisah tentang Uzumaki Naruto yang terpaksa menikahi jodoh dari ayahnya yaitu Hyuuga Hinata. Hari-hari yang pahit dan penuh penderitaan harus dialami oleh gadis bermanik rembulan itu karena dendam yang dimiliki oleh Naruto. . . Warning⚠️⚠️ •Se...
