"lalu bagaimana jika senja itu benar benar membuat ku kembali hidup dalam Cinta,,, ntah Cinta yang benar atau salah aku pun tak tau, karna hanya satu yang ku ingat CintaTau kemana dia akan kembali " -Ishani chalistta
Udara dingin menembus cela jendela kamar ishani yang masih tertutup rapat, hawa dingin sedikit mengganggunya mengemasi barang-barang milik nya juga alexsa, sedangkan bianca sibuk menyiapkan sarapan didapur,
'Kau sudah siap,, " sapa Bianca melihat ishani keluar kamar nya dengan beberapa ransel di tangan,
"tentu,, bie sungguh kau tak ingin pulang bersama ku" ujar ishani meletakan ranselnya dan mendekati sahabat nya
"Wildent akan menjemput ku,, ada beberapa barang yang harus aku beli ishani, pernikahan ku tak lana lagi kan ,,"
"Baiklah ,,aku akan menunggu mu dirumah,tapi janji pulanglah kerumah ku lebih dulu " Bianca hanya tersenyum menggeratkan pelukannya,
"Sudah sudah,, lepaskan kau memeluku seakan kita tak akan bertemu lagi huft" sontak ishani menutup mulut nya
"Bieeee, apa yang kau katakan, "
"Hahahah aku hanya bercanda sayang,, sudah berikan ini pada alexsa dan calon papa nya " goda Bianca memberikan nampan berisi satu gelas susu dan secangkir coffe