PFF || Part 3

39 3 3
                                        

Mereka adalah teman faiz.
Bayu, cowok blangsak yang hobinya makan di warung deket sekolah pada waktu pelajaran olahraga, nguntit makanan milik teman sekelasnya, anak exkul bulu tangkis, dan yang pasti ngak tidur di kelas cuma waktu khilaf  aja

Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang dia, biar waktu yang menceritakan

Sedangkan untuk gadis yang bersamanya, namanya khelia

Anak kedua dari dua bersaudara, memiliki kakak cowok yang gantengnya di luar batas wajar, ibu yang sangat baik, dan ayah yang selalu meluangkan waktu meski dia sangat sibuk

Berbanding terbalik memang dengan kehidupan faiz

Tak hanya itu, meski dia adalah satu-satu anak perempuan dari adigrow grup dia udah nggak bisa di anggap feminim bahkan kata tomboy cocok buat gambarin sikapnya

Pernah ikutan loncat pagar, hobi climbing, muncak dan semua hal yang wajarnya di sukai cowok

Tapi jangan salah, karena dia juga merupakan sosok normal yang menyukai beberapa artis tampan dan kakel yang kece baday

Sedangkan untuk faiz sendiri
Dia bukan seorang bocah kutu buku
Bukan juga anak urakan yang sukanya bolos buat ngindarin pelajaran berat bernama Matematika
Dia adalah cowok supel yang berteman dengan siapa saja

Dengan anak exkul agama
Anak-anak musik
Siswa yang hobinya ke perpus baca buku
hingga anak-anak paskib pun semua temannya

Jangankan anak yang satu sekolah Bahkan tukang somai tukang es dawet dan penjual cilok pun dia temenin

Memiliki hobi yang luhur, yaitu membaca komik yang udah numpuk sebajek di kamarnya

Meski tergabung dalam kelas yang biasa saja

Tetap saja dia adalah seorang anak 17 tahun yang masih suka mabar

Suka ngerjain orang

Dan yang pasti pekerja keras dan rajin menabung untuk masa-masa kuliah yang telah ia rancang dari mulai ia menginjak sekolah SMA

Dulu, sang kakak masih bisa memberi dia beberapa uang untuk jajan dan dan uang hasil kerjanya akan dia kumpulkan, tetapi semenjak kejadian tersebut, dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup dengan sang putri bulan

Membiayai sekolahnya
Membiayai hidupnya
Yah itu semua tidak murah, setidaknya itu bernilai jutaan bukan hanya ratusan apalagi ribuan

Sebenarnya budhenya juga bisa memberi uang faiz, tetapi, dia tak ingin begitu merepotkan budhenya yang telah berbaik hati merawat dan membelikan susu formula yang harganya juga tidak murah untuk keza

🍡🍡🍡AAF

Di sinilah mereka bertiga berada, berdiri di antara kerumunan ratusan siswa dan puluhan guru di lapangan olahraga

Kepala sekolah mereka pak Imadudin sedang berdiri di depan sebagai pembina dalam upacara, berdiri di atas panggung kecil dengan alas karpet berwarna hijau, memberi nasihat kepada anak didiknya untuk menghargai jasa para pahlawan dan menjadi pemuda pemudi indonesia yang bertangung jawab membangun negri

Padahal hanya beberapa gelintir siswa yang mendengarkan dan terpaksa mendengarkan karena menempati barisan paling depan

Yang lain jangan di tanya sebagian mengobrol dan yang lain hanya berdiri menerima nasib terpanggang matahari pagi yang hangatnya membuat wajah mereka menjadi semerah semangka

Bayu yang sendari tadi merasa ada yang tidak beres segera menyenggol bahu faiz “mas bro! Lo di liatin guru tuh! Kena masalah apa lo?”

Fais menaikkan sebelah alisnya, mengikuti pandangan bayu yang mengarah pada seorang guru muda yang melihatnya dengan intens “guru itu bukan ngelihatin gue dodol! Dia ngeliatin lo karena banyak bacot! Mending sekarang lo diem atau pengen gue tendang lo!”

“mentang-mentang nyandang sabuk hitam lo main tendang mulu!” hardik bayu dan mengalihkan pandangannya pada teman kelas lain yang berada di sebelahnya

“mengheningkan cipta mulai” suara sang pembina upacara segera membuat deretan yang sendari tadi gaduh menjadi sangat tenang dan hampa, hanya menyisakan suara anak paduan suara, sedangkan mereka mengucapkan do’a untuk almarhum para pahlawan

🍡🍡🍡AAF

Dengan baju yang telah berganti dengan kaos coklat, faiz menentang tas sekolahnya, memasukkan hp kedalam saku dan berjalan menyusuri trotoar menuju halte untuk menunggu angkutan umum

Didudukkan tubuhnya pada kursi panjang yang berada di sebuah halte, matanya menatap kosong hingar bingar kendaraan yang sedang melewatinya

Berfikir bagaimana cara agar dia bisa mengatur waktu supaya lebih efisien.

Selain les sore yang akan diadakan pihak sekolah, faiz juga di haruskan untuk mengikuti les pagi.

Sekarang faiz telah masuk pada tahun terakhirnya, meski dia termasuk siwa pandai pada bidang pelajaran,

Tapi  semua itu tak dapat menjamin bahwa dia bisa mendapat biasiswa penuh dengan pesaing ratusan ribu pendaftar beasiswa ke universitas ternama di kotanya

Faiz tersenyum sinis, melihat deretan mobil mewah yang telah di kendarai oleh anak seumurannya, bukan iri atau apapun,faiz memang tak begitu tertarik dengan kekayaan, tetapi dia juga bukan tak suka dengan kemewahan.

Terkadang dia juga menginginkan sesuatu yang seperti teman sebayanya

“paiz!” suara teriakan tersebut membuat faiz yang telah berkelana pada dunianya kembali, manatap perempuan yang sedang susuk di atas motor metc tersebut

“gue kira lo lupa kalo hari ini mau ngikutin gue” tak perlu lama bagi faiz untuk mengerti maksud dari pemilik motor tersebut

Dia segera melangkahkan kaki menuju gadis yang sekarang sedang mengendong tas hitamnya tersebut

“mana mungkin gue lupa! Imposibel sekali!”

“abstract lo! Minggir, biar gue yang bonceng”

“abstract gini tapi cantik bukan? Ah lo mau nggak mau harus mengakui bahwa gue merupakan cewek tercantik di antar lo dan bayu”

“iye gue juga tau sarap kalo masalah itu! Lo cewek nah gue sama bayu cowok! Udah ah siniin helmnya”
Gadis cantik tersebut menyerahkan helm yang sedang ia kenakan

🍡🍡🍡AAF

Beberapa kardus telah selesai faiz angku menuju mobil bak terbuka kepunyaan pemilik toko

Wajahnya wang tadi bersih, sekarang terlihat letih dan penuh keringat

Si usapnya asal dahi dan wajahnya, berjalan menuruni tangga menuju ke depan

Di sama ada pak darmawan yang sedang menulis beerapa struck belanjaan ibu-ibu yang sedang mebeli bahan

Karena faiz adalah sosok yang sangat mudah bergaul, banyak pelangan setia pak darmawan mengenalnya  dan meminta bantuan untuk mengangkat barang belanjaan mereka

Terkadang juga mereka memberinya beberapa lembar uang kertas untuk kerjaannya

Setelah menginjak tangga terakhir, haiz diam membeku, entah cobaan apa lagi yang datang padanya

Segeralah dia mengendap-endap diantara rak toko menuju kedepan untuk menghindari wanita yang sedang berdiri menyerahkan uang pada pemilik toko

Tapi usaha melarikan dirinya terlihat sia-sia, karena sang wanita telah berjalan setengah berlari menghampiri faiz dan menekan pundaknya

"Kamu faiz kan anak 12 IPA 5?"

^^
Kertosono
03 September 2018

Aulia

Ok, dari sini konflik yang sebenarnya akan terjadi

Jadi baca terus ya Guys cerita absurd milik ku ini

Tayang deh sama kalian semua 😍😍

Ehh, kebalik deh tu urutan upacara benderanya 😍😁

Princess for faizTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang