Di pertigaan gang jambu yang letaknya tak jauh dari rumah sang budhe, Faiz berhenti dan memarkirkan motornya pada salah satu sisi jalan raya, disana terdapat taman kecil dengan air mancur yang mengalir deras
Faiz melepas helm dan bergegas kesana. niatnya sih mau ngobok-ngobok tuh kolam
"Iz, mau ngapain?" Tanya Khelia , habisnya faiz hanya turun sendiri tidak mengajaknya
"Mau cuci muka, ya kali ke sana mau kondangan, yang ada kondangan sama dedemit kali" Faiz menuju ke taman tersebut
Khelia menatap temannya yang tak punya rasa malu itu "Faiz ih malu-maluin masa mau cimuk di kolam kan nggak lucu iz!" Khelia berlari menghampiri Faiz yang bahkan tak merespon kata-katanya
"malu sama kucing gue kalo pulang wajah kaya beluk gini"
"nggak kok iz, kamu udah cakep suer deh, cimuk di rumah aja sekalian mandi"
"Tunggu bentar doang kok" Faiz dengan gamblang melompat ke pinggiran air mancur dan membasahi tangannya dengan air, selanjutnya dia mulai mencuci mukanya
Dan yang lebih greget lagi, di sana bnyak orang yang sedang kasmaran atau sekedar jalan dengan keluarganya
“ahh, sial” Khelia menepuk kepalanya frustasi
Banyak orang yang melihat mereka, apalagi kelakuan Faiz sahabatnya yang super duper astaga. Khelia membalas mata yang senantiasa melihatnya dengan anggukan dan senyum kecil.Huhhh.
Khelia menghembuskan nafas kasar sembari mendekatkan wajahnya pada air mancur, membasuh tangan dan juga ikut mencuci mukanya dengan air kolam yang tentunya tidak bersih itu.
Faiz melirik Khelia dan menjauhkan badannya dari kolam iar mancur tersebut “ngapain lo?”.
“ngehilangin malu, ibarat nih ya, min kali min jadi plus, lo malu, gue malu, jadinya kita nggak ada yang malu” ucapnya.
“astaga, Khelia yang cantinya bak peri-peri yang jatuh dari lantai dua gedung sekolah” ada jeda di antara suaranya, Faiz mengerutkan dahinya dan seketika dia mengumpat dengan keras “wanjayy”.
Anak di sampinya hanya terheran dengan kelakuan teman di sampingnya “kenapa iz? Lo ada masalah?” wajahnya menunjukkan raut muka kekhawatiran, tapi malah di balas dengan gelengan kepala oleh faiz.
“kayaknya gue berbakat deh gombalin anak gadis orang” Faiz tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar ucapannya sendiri.
“ahhh, serah iz, bodo amat gue mah!” khelia pergi meninggalkan Faiz begitu saja.
Anak itu memang dalam mood yang tidak baik, apalagi masih harus di kerjain dengan orang tersomplak sebenua Antartika, ya kali, emosi lah.
“lo ngambek?” tanya Faiz masih dengan tawanya, tapi khelia masih aja berjalan menjauhinya.
“yah beneran ngambek nih anak”.
“woy bocah, anaknya pak Adi” Faiz , berjalan degan cepat menuju ke arah gadis yang telah ia buat marah tersebut, dia meraih tangan Khelia agar dia berhenti dan dengan cepat menangkupkan tangannya di depan dada.
“maaf deh, iya gue yang salah, jangan ngambek ya?”.
Senyuman tercetak di bibir khelia “yuk pulang, keza pasti kangen deh sama kakaknya” Khelia menyeret Faiz kembali ke motornya
🍼🍼🍼 AAF
Sesaat setelah mata Faiz menatap perumahan yang berada di depannya dia menyerngit, melihat mobil putih terparkir di depannya, dia tahu betul milik siapa mobil tersebut, hanya saja, nggak mungkin bagi pemiliknya untuk datang kesini bukan.
“thanks ya buat tebengannya, lo pulang deh gih, tuh udah banya yang nyari in” Faiz menunjuk salah satu pohon mangga yang berada di dekat gang dengan senyum yang seram.
“Faiz sarap, bye iz, jangan lupa PR Fisika di kerjain, ogah gue nyontekin lo mulu!”, motor metic itu melaju menjauhi Faiz .
Senyum yang tadi mengantar kepergian Khelia hilang, di gantikan dengan tatapan penuh marah yang menggebu.
Faiz berjalan memasuki pagar rumah dan mengetuk pintu sebelum dia masuk.
“sayang, baru pulang?” sambut sang budhe saat dia memasuki rumah.
Faiz tersenyum dan menjabat tangan wanita di depannya tersebut “ada bimbel budhe tadi, maklum faiz kan udah kelas dua belas”.
Sang budhe tersenyum dan mengacak lembut rambut faiz “makan sana gih, budhe tadi buat tumis kangkung”.
“nggak usah budhe, faiz mau jemput keza pulang, udah malem juga, kasian dia masih bayi”.
“itu Keza” sang budhe menunjuk seorang lelaki yang tengah mengajak Keza bermain, atau lebih tepatnya menenangkan gadis kecil yang sedang menangis itu.
Tatapan Faiz menjadi lebih emosional melihat hal itu, bagaimana bisa orang laknat seperti dia bisa bertatap muka dengan putri bulannya yang sangat manis dan menggemaskan.
Faiz tidak akan membiarkan hal ini, menghampiri lelaki yang sedang bersama Keza dan mendorongnya agar menjauhi putri bulannya “minggir lo!”.
^^
Kertosono
26 Desember 2018Aulia
Tadi ngetiknya di hp, jadi dikit 😆
Maaf ya 🤗
Tapi beneran deh nanti aku bakalan update lagi
Seribu cinta untuk kalian 💕😍😍Ingatkanku jika ada Typo

KAMU SEDANG MEMBACA
Princess for faiz
Teen FictionBayi itu "Keza" Putri bulan untuk faiz Pembawa lentera dalam gulita "Ahhh... sepertinya dia salah" faiz menghela napas, menghapus kembali sinopsis yang kini telah tertera pada layar ponselnya "Keza semangatku... tujuan hidupku, tujuan pendidikanku...